SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbandingan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik dan Neoklasik

Ahmad Ma'ruf l Nur Salabi

Abstrak


Analisis Perbandingan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik dan Neoklasik

Oleh : Ahmad Ma’ruf Nur Salabi (150711604690) Fakultas Ilmu Sosial – Universitas Negeri Malang

fis@um.ac.id

 

Abstrak

Ekonomi politik lahir karena adanya per-kawinan antara Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik. Keduanya adalah hal yang sangat berbeda namun tidak dapat di Pisahkan. Pada dasarnya perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebagai perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebaga perkembangan dari mazhab-mazhab klasik, neoklasik, dan ekonomi modern. Dalam Pendekatan Klasik, istilah Ekonomi Politik merujuk pada sebuah sistem pemenuhan kebutuhan pribadi yang terdiri dari beberapa pelaku pribadi yang independen. Ekonomi dalam pendekatan neoklasik dipandang sebagai proses dimana orang berusaha memaksimalkan pemenuhan terhadap kebutuhan berdasarkan sumber daya yang ada. Kepentingan Material, Konflik Kelas, dan Kapitalisme. Konsep bahwa pertarungan kelas memiliki kecenderungan untuk pasti akan terjadi dengan sendirinya dalam sejarah (historical tendency of class struggle) ini adalah konsep bahwa individu-individu dan kelas-kelas dalam masyarakat akan dengan sendirinya memahami, meyakini, dan mengupayakan sebuah kepentingan yang lebih luas dari pada kepentingan individu.

 

Kata Kunci : Ekonomi Politik, Marxis, Klasik, dan Neoklasik

 

Pendahuluan :

Ekonomi politik lahir karena adanya per-kawinan antara Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik. Keduanya adalah hal yang sangat berbeda namun tidak dapat di Pisahkan. Ilmu Ekonomi  merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Ilmu Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang dalam memenuhi kebutuhannya dengan membuat pilihan menggunakan uang atau barang. Sedangkan Ilmu Politik adalah tentang bagaimana individu/kelompok mempengaruhi individu/kelompok yang lain sesuai dengan jalan pikiran individu/kelompok itu. Sering kali di asumsikan bahwa Ekonomi Politik adalah integrasi antara ilmu Ekonomi dengan ilmu Politik. Kalau dibedakan dari Ekonomi, itu tidak berarti bahwa keduanya benar-benar terpisah sepenuhnya, terisolasi dari yang lain atau tidak peduli terhadap yang lain.

Pemikiran tentang ekonomi politik terus mengalami perkembangan. Seiring berjalannya  waktu, maka pemikiran mengenai ekonomi dan politik akan terus berkembang. Meskipun bagi sebagian orang ada yang menganggap teori arau pemikiran ekonomi politik dianggap maju-mundur, namun bagi kami (penulis) harus dianggap tidak tidak berhenti atau tetap.

Sistem harga, bentuk komoditas dan varian kerja disebabkan oleh faktor kerja sosial dala relasi saling mempengaruhi. Kondisi sosial masyarakat yang terbantuk dari relasi hubungan ekonomistis berpengaruh pada cara berpikir dan bertindaknya individu. Untuk menganalisa berbagai pernyataan tersebut dan mencoba untuk menganalisa atas pemikiran ekonomi menggunakan pendekatan historis hubungan antara ekonomi politik dari masa ke masa.

Pada dasarnya perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebagai perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebaga perkembangan dari mazhab-mazhab klasik, neoklasik, dan ekonomi modern. Mazhab klasik dipimpin oleh tokoh-tokoh pemikiran besar Adam Smith dan Jon Stuardsmile; Mazhab Neo klasik oleh Alfred Marshall, dan Leon Walras; dan mazhab ekonomi modern oleh Jhon Maynard Keynes.

 

Karakteristik Ekonomi Politik Klasik

Pemikiran-pemikiran klasik memandang ekonomi sebagai bentuk pengorganisasian yang membuat manusia terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu dan ilmu ekonomi sebagai penelitian terhadap logika dibalik pengorganisasian terhadap tujuan-tujuan apa yang hendak dicapainnya. Pendekatan klasik dalam Ekonomi Politik merupakan sebuah kerangka yang berisi tema-tema utama dari Ekonomi Politik yang disusun dengan cara yang unik. Dalam Pendekatan Klasik, istilah Ekonomi Politik merujuk pada sebuah sistem pemenuhan kebutuhan pribadi yang terdiri dari beberapa pelaku pribadi yang independen. Masyarakat sipil adalah wilayah dimana terjadi egoisme universal, dimana “aku” dapat memperlakukan semua orang lain sebagai cara/sarana untuk mencapai kepentingan diriku sendiri.

Pasar yang Mengatur Dirinya Sendiri. Karakteristik dari pasar bebas ini adalah sesuatu yang menguntungkan individu. Namun disisi lain pasar juga berfungsi untuk mendisiplinkan pelaku-pelaku yang mementingkan kepentingan pribadinya sendiri-sendiri ini agar mereka mau bekerja demi memenuhi kebutuhan atau kepentingan pelaku pasar yang lain. Kepentingan Pribadi dan Kepentingan Publik ; Monopoli terhadap pasar dalam negeri yang didapatkan dengan cara membatasi impor terhadap barang-barang dapat memacu industry dalam negeri dan kemudian memperbesar porsi dari tenaga kerja dan capital yang dikerahkan untuk industry-industri itu

Negara dan Masyarakat. Menurut sistem kebebasan alami, pemegang kedaulatan (negara) memiliki tiga tugas yang harus dijalankannya, yang pertama adalah melindungi masyarakat dari kekerasan masyarakat lainnya; yang kedua adalah tugas untuk melindungi dengan sedapat mungkin semua anggota masyarakat dari ketidakadilan; ketiga, tugas untuk membangun fasilitas-fasilitas umum.

 

Karakteristik Ekonomi Politik Neoklasik

Struktur dari Teori Neoklasik; Ide utama dalam pemikiran neoklasik adalah konsep “pilihan yang dibatasi” (constrained choice). Konsep ini memandang individu sebagai pelaku yang membuat pilihan, atau orang yang harus memilih dari beberapa alternatif tindakan berdasarkan pandangan atau imajinasinya sendiri tentang apa dampak dari tiap-tiap alternatif itu bagi dirinya. Ekonomi dalam pendekatan neoklasik dipandang sebagai proses dimana orang berusaha memaksimalkan pemenuhan terhadap kebutuhan berdasarkan sumber daya yang ada. Hak Kepemilikan. Hak kepemilikan (property rights) adalah hak untuk memiliki, menggunakan, menjual, dan mengakses kekayaan.

Eksternalitas adalah “dampak terhadap pihak ketiga (yang tidak ikut transaksi) yang tidak melewati sistem harga dan muncul sebagai efek samping yang tidak disengaja dari kegiatan orang lain atau kegiatan perusahaan lain” Barang Publik (Publik Goods) adalah satu definisi dari barang publik adalah barang yang begitu diproduksi untuk anggota tertentu dari sebuah kelompok akan secara otomatis bisa digunakan oleh semua anggota dalam kelompok itu. Satu tema utama dalam ilmu Ekonomi neoklasik adalah bahwa ada hubungan antara pasar yang persaingannya sempurna dengan efisiensi, dimana efisiensi ini didefinisikan sebagai maksimalisasi terhadap pemenuhan kebutuhan pribadi. Pasar dengan persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki penjual dan pembeli dalam jumlah besar.

 

Karakteristik Ekonomi Politik Marxis

Istilah Ekonomi Politik yang digunakan dalam teori Marxian tidak merujuk pada pemikiran-pemikiran tentang hubungan antara ekonomi dengan politik, melainkan merujuk pada sebuah cara berpikir tentang perekonomian yang didasarkan pada metode dan teori dari pemikir-pemikir ekonomi klasik, terutama Adam Smith dan David Ricardo. Ekonomi Politik Marxisme merupakn kritik terhadap sistem oknomi pasar (kapitalis). Pilar kelembagaan kapitalisme dianggap oleh Karl Marx sangat eksploitatif karena menemkan tenaga kerja subordinat berhadapan dengan pemilik modal. Hal ini bisa terjadi karena dalam kapitalisme menciptakan pranata-pranata faktor produksi slalu terlambat ketimbang percepatan inovasi produksi(teknologi). Bukan hanya itu Kepentingan Material dan Kelas Ekonomi, konsep kelas adalah salah satu konsep dasar dalan teori Marxian. Semakin seorang individu sadar bahwa ia memiliki kesamaan kondisi dan kesamaan tujuan dengan orang lain, maka semakin luas pandangan mereka terhadap kepentingan material mereka sehingga kepentingan individu berubah menjadi kepentingan kelas.

Kepentingan Material, Konflik Kelas, dan Kapitalisme. Konsep bahwa pertarungan kelas memiliki kecenderungan untuk pasti akan terjadi dengan sendirinya dalam sejarah (historical tendency of class struggle) ini adalah konsep bahwa individu-individu dan kelas-kelas dalam masyarakat akan dengan sendirinya memahami, meyakini, dan mengupayakan sebuah kepentingan yang lebih luas dari pada kepentingan individu. Kepentingan Ekonomi dan Kesadaran Kelas Dalam teori Marxian, yang dimaksud dengan “kelas” adalah orang-orang yang memiliki posisi yang sama dalam proses produksi. Karenannya kelas adalah sesuatu yang berdiri sendiri secara objektif tanpa harus dihubungkan dengan kesadaran subjektif dari individu-individu yang termasuk dalam kelas itu. Kepentingan Ekonomi dan Bidang Politik Ada tiga cara untuk memandang Ekonomi Politik lewat tradisi Marxian, yang pertama Politik sebagai revolusi atau politik revolusioner; yang kedua politik sebagai kompromi kelas dan yang ketiga teori negara marxis.

Ekonomi Politik Marxis sendiri bisa dibilang lahir gara-gara konflik kepentingan antara pemilik modal dan kepentingan kelas pekerja. Dari hal tersebut, memberikan pemikiran, mark memebrika latar belakang bahwa kels pekerja hanya menerima keuntungan “subsisten” dari kegiatan ekonomi. Sebaliknya, kelas pemilik modal meraup seluruh profit yang dihasilkan oleh kelas pekerja. Dalam operasionalisasi perusahaan, pemilik modal meminta buruh bekerja lebih keras, lebih lama, tatapi upah buruh tetap pada level subsisten. Oleh karena itu Ekonomi politik Marxism merupakn tindakan politik sebagi respons atas keterhimpitann kelas pekerja dalam proses produksi. Maka dari itu muncul revolusioner dari kaum pekerja yang dipicu dari sistem produksi yang menempatkan kaumpekerja sebagai korban.

Dalam ekonomi sosialis hanya didasarkan pada 2 perinsip. Pertama, negara menyiapkan seluruh regulasi yang diperlukan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi seperti investasi, mulai dari proses perencarnaan, oprasionalisasi, pengawasan sampai ke evaluasi. Pada level ini vungsi negara merancang sistem kepemilikan prosestransaksi, dan pembagian keuntungan berbasis instrumen negara, jadi dalam kasus hak kepemilikan, negara bukan cuma mengontrol tetapi juga menguasai hak kepemilikan. Kedua pelaku ekonomi tidak membuat kesepakatan dengan pelaku ekonomi lainnya tetapi setiap pelaku ekonomi membuat kontrak dengan negara sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dengan model seperti ini di andaikan tidak ada eksploitasi antar pelaku ekonomi, seperti dalam sistem ekomi kapitalis. Pada level ini pula tidak akan terjadi ketimpangan pendapatan antar pelaku ekonomi.

Lahirnya Ekonomi politik Marxisme ada yang menganggap bahwa Ekonomi Politik Marxis dapat dipilah menajdi dua agenda politik, yakni poertama melakukan revolusi untuk mengambil alih kekuasan negara. Model ini akan terjadi bila masyarakat telah terpolalisasi, konssentrasi modal kian kasat mata, pengangguaran semakin bengkak dan upah kian turun. Dalam hal ini diharapkan kaum buruh dapat mengambil alih negara dengan menguasai sumber daya ekonomi( modal) hingga yang menjadi penentu kegiatan ekonomi(produksi) bukan lagi pemilik modal. Bagi marx, negara mencerminkan asimetri tentang negara asimetri hubungan dengan kelas dalam masyarakat borjuis yang perlu diakihiri dengan kemunculan sosialisme. Kedua agenda ekonomi politik dikerjakan lewat cara yang lebih lunak, yaknni pekerja berpartisipasi dalam kelompok kepentingan, partai politik, atau mengikuti pemilihan legislatif. Tujuan dari model ini adalah kelompok buruh dapat mengakses institusi politik sehingga turut dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan. Model ini berbeda dengan yang pertama adalah hal caranya yang memilih jalur damai ketimbang kekerasan. Pada akhirnya, jika lembaaga negara dapat dimasuki oleh kaum pekerja, maka isu semacam peningkatan upah, keamanan kerja, uang pensiun , dan pengawasan kerja bisa lebih memihak kepentingan buruh/pekerja.

 

Perbandingan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik

Persamaan : Sama-sama membicarakan kehidupan sosial yang tidak dapatdipisahkan dengan ekonomi. Sama-sama menjadikan pemerintah sebagai perencana dan fasilisator danlam kegiatanekonomi.

Perbedaan

1.Marxis pusat pengendalian ekonomi adalah Pemerintah, sedangkan pada  Klasik, pusat pengendalian ekonomi adalah Individu (Pemilik Tenaga Kerja).

2. Faktor-faktor produksi dan keuntungann dari produksi lebih banyak menguntungkan pemilik tenaga kerja atau pemilik modal, sedangkan untuk marxis keuntungan dibagikan secara adil antara pemilik modal dengan para kaum pekerja.

3. Faktor produksi berada dibawah kontrol pemilik modal, sedangkan untuk marxis, faktor produksi berada bawah kontrol sebuah negara.

4. Keputusan produksi dan investasi dilakukan melalui pasar dan kapital (sector private), sedangkan untuk marxise nkeputusan produksi dan investasi dilakukan melalui perencanaan pusat (Negara).

5. Dalam marxis, negara menjadi pelaku ekonomi, sedangkan dalam klasik, negara tidak menjadi pelaku ekonomi tapi hanya pengalokasi dan pemfasilitas ekonomi.

Perbandingan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Neolasik

Persamaan

Perbedaan : fokus utama dari pendekatan ekonomi marxis adalah sosial, sedangkan dalam neo klasik, masalah sosial bukan menjadi fokus utama.

 

Kedudukan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik dan neoklasik

Kedudukan Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik dan Neoklasik terletak pada hak kepemilikannya, dalam pendekatan klasik menganggap hak kepemilikan adalah kepemilikan individu (privat) , sedang Neoklasik menganggap hak kepemilikan juga merupakan tanggungjawab pemerintah untuk hadir dalam pengendalian kepemilikan. Sedang pada Marxis dalam kasus hak kepemilikan, negara bukan cuma mengontrol tetapi juga menguasai hak kepemilikan.

 

Contoh Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik

Marx membedakan dua tingkatan organisasi produksi pada periode kapitalis. Tingkatan pertama dikuasai oleh perpabrikan. ciri yang nyata bentuk ini ialah di gantikannya keterampilan pertukangan menjadi berbagai tugas khusus yang di lakukan oleh sejumlah pekerja, yang secara kolektif menyelesaikan suatu yang dapat di tangani oleh suatu orang terampil dibawah sistem serikat sekerja. Perpabrikan lebih efisien dari pada kerajinan tangan bukan karena ada kemajuan teknik apapun, akan tetapi berkat adanya pembagian kerja yang memungkinkan untuk memperoduksi lebih banyak unit-unit perorang per jam.

 

Contoh Pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Neokasik

 

Kesimpulan

Ekonomi politik lahir karena adanya per-kawinan antara Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik. Keduanya adalah hal yang sangat berbeda namun tidak dapat di Pisahkan. Pada dasarnya perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebagai perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dapat disingkat sebaga perkembangan dari mazhab-mazhab klasik, neoklasik, dan ekonomi modern. Dalam Pendekatan Klasik, istilah Ekonomi Politik merujuk pada sebuah sistem pemenuhan kebutuhan pribadi yang terdiri dari beberapa pelaku pribadi yang independen. Ekonomi dalam pendekatan neoklasik dipandang sebagai proses dimana orang berusaha memaksimalkan pemenuhan terhadap kebutuhan berdasarkan sumber daya yang ada. Kepentingan Material, Konflik Kelas, dan Kapitalisme. Konsep bahwa pertarungan kelas memiliki kecenderungan untuk pasti akan terjadi dengan sendirinya dalam sejarah (historical tendency of class struggle) ini adalah konsep bahwa individu-individu dan kelas-kelas dalam masyarakat akan dengan sendirinya memahami, meyakini, dan mengupayakan sebuah kepentingan yang lebih luas dari pada kepentingan individu. Kedudukan pendekatan Ekonomi Politik Marxis dengan Klasik dan Neoklasik terletak pada hak kepemilikannya, dalam pendekatan klasik menganggap hak kepemilikan adalah kepemilikan individu (privat) , sedang Neoklasik menganggap hak kepemilikan juga merupakan tanggungjawab pemerintah untuk hadir dalam pengendalian kepemilikan. Sedang pada Marxis dalam kasus hak kepemilikan, negara bukan cuma mengontrol tetapi juga menguasai hak kepemilikan.

 

Referensi

Beiharz Peter. 2005. Teori-Teori Sosial Observasi Kritis terhadap Para Filosof Terkemuka. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Bernard Crick. 2001. Sosialisme. Surabaya: Pustaka Promethea  Giddens Anthony. Kapitalisme dan Teori Sosial Modern. Jakarta: UI Press  Mubriyanto.1987. Ekonomi Pancasila. Yogyakarta: LP3ES

Nugroho Heru. 2002. Max Weber: Tentang Hegemoni Sistem Kepercayaan. Yogyakarta: Penerbit Kanisus

Ramli Rizal dkk. 1997. Liberalisasi Ekonomi dan Politik di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Management FE UII

Yustika Ahmad Erani. 2009. Ekonomi Politik: Kajian Teoritis dan Analisis Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar