SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-Nilai Moral dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek

Risky Wulandari

Abstrak


Nilai-Nilai Moral dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek

Risky Wulandari Universitas Negeri Malang

Email: kikiwulandari806@yahoo.co.id

Abstrak

Pada dasarnya nilai moral seharusnya disampaikan lebih jelas pada seluruh mata pelajaran dikelas, namun tidak terlaksana dengan baik. Dalam bidang studi lain bahkan diacuhkan karena lebih mengutamakan aspek pengetahuan sehingga kualitas nilai moral siswa pada realisasinya kurang mendapat perhatian. Lingkungan sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler yang tidak kalah penting dengan pendidikan. Dalam kegiatan ekstrakurikuler juga mampu mengembangkan potensi siswa. Salah satu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yaitu Palang Merah Remaja (PMR). Palang Merah Remaja (PMR) merupakan kegiatan kemanusiaan dalam bidang kesehatan. Palang Merah Remaja (PMR) saat ini telah masuk beberapa sekolah, salah satunya terdapat di SMAN 1 Durenan Trenggalek.

Program kegiatan esktrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek terdapat yaitu program mingguan terdapat kegiatan kumpul bersama, program bulanan terdapat kegiatan donor darah, bakti sosial, dan forum komunikasi kepalangmerahan. Pada program tahunan terdapat kegiatan latihan gabungan. Pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek pada kegiatan mingguan dilaksanakan pada hari kamis. Pada program bulanan dilaksanakan bersama PMI dan anggota PMR Se-Kabupaten Trenggalek. Program program tahunan dilaksanakan satu tahun sekali bersama PMI dan PMR se-Kabupaten Trenggalek. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek terdapat nilai kepedulian, kedisiplinan, kerjasama, persatuan, tanggung jawab, tolong menolong, relegius, kejujuran, toleransi, dan demokrasi. Nilai tersebut tumbuh dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Remah Remaja.

 

Kata Kunci: Nilai, Moral, Nilai Moral, Kegiatan Ekstrakurikuler, Palang Merah Remaja (PMR)

PENDAHULUAN

Pada era ini kemerosotan moralitas bangsa dapat terlihat dalam lingkungan masyarakat dengan memudarnya sikap saling menghormati, tanggung jawab, solidaritas, dan rasa empati yang bisa berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sangat bertentangan dengan tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan tujuan pendidikan tersebut maka lembaga pendidikan atau sekolah memiliki peran penting dalam membentuk siswa yang bermoral. Permasalahan yang dihadapi bukan hanya dalam akademik saja namun juga masalah moral. Keberadaan moral bagi kehidupan siswa sangat penting dalam kemajuan di masa depan. Namun pada saat ini nilai-nilai moral bukan menjadi perhatian penting bagi semua pihak. Maksudnya, nilai moral bukan menjadi tolak ukur dalam pencapaian tujuan pembelajaran dikelas. Pada dasarnya nilai moral seharusnya disampaikan secara inheren dalam seluruh mata pelajaran dikelas, namun tidak terlaksana dengan baik. Dalam bidang studi lain bahkan diacuhkan karena mementing aspek pengetahuan bidang studi itu sendiri. Akibatnya perhatian terhadap moral siswa hanya dilakukan dalam mata pelajaran yang tertentu dan hal itupun tidak berjalan efektif, sehingga kualitas nilai moral siswa pada realisasinya kurang mendapat perhatian.

Dalam proses pendidikan tentu tidak lepas dari bagaimana cara guru mengetahui perkembangan siswa seperti intelektual, spiritual, sosial dan moral. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan pembelajaran, pengajaran, bimbingan, dan latihan dalam membantu siswa mengembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual dan sosial. Lingkungan sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler yang tidak kalah penting dengan pendidikan. Dalam kegiatan ekstrakurikuler juga mampu mengembangkan intelektual, sosial, spiritual, dan moral siswa. Salah satu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yaitu Palang Merah Remaja (PMR).

Kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan di luar mata pelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk siswa mengembangkan potensi kemampuan, bakat, dan minat yang secara khusus diselenggarakan oleh sekolah. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan bagi siswa selain sebagai media pembinaan yang dapat menyokong perkembangan kemampuan, bakat, minat siswa dan mempunyai potensi untuk kemajuan siswa di masa depan. Palang Merah Remaja (PMR) merupakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang selalu siaga saat terjadi bencana. Palang Merah Remaja (PMR) saat ini telah masuk beberapa sekolah, salah satunya terdapat di SMAN 1 Durenan Trenggalek.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sugiyono (2014:205) menyatakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian tentang “Nilai-Nilai Moral dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan Trenggalek” ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini disusun menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Nazir (2005: 54) penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

Kehadiran peneliti dalam penelitian sangat penting karena peneliti sebagai alat pengumpul data pada proses penelitian. Sugiyono (2014:222) menyatakan bahwa “peneliti kualitatif sebagai human instrument berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya”.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sugiyono (2014: 225) menyatakan bahwa “sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dan sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data”. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Nasution sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2014:266) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat berkerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Sugiyono (2014: 231) menyatakan bahwa “wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu”. Sogiyono (2014:240) “dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang”.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model interaktif seperti yang diungkapkan oleh Miles dan Huberman sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2017: 246) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehinga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Program Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di SMAN 1 Durenan Trenggalek

Kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) terdapat program kegiatan yang diselenggarakan yaitu program mingguan, program bulanan dan program tahunan.

 

a. Program Mingguan

Pada program mingguan terdapat kegiatan yaitu kumpul bersama. Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian materi, praktek, dan musyawarah mengenai kegiatan selanjutnya. Materi yang diberikan yaitu mengenal gerakan PMR, pertolongan pertama, kepemimpinan, donor darah, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja PMR, dan kesiapsiagaan bencana. Serta melakukan praktek sesuai materi yang disampaikan sehingga pengetahuan yang didapat seimbang dengan kemampuan siswa. Kegiatan kumpul bersama ini merupakan kegiatan efektif, karena setiap kegiatan yang dilakukan dapat menambah wawasan siswa dan kekompakan antar anggota.

 

b. Program Bulanan

Pada program bulanan terdapat tiga kegiatan yaitu donor darah, bakti sosial, dan forum komunikasi kepalangmerahan.

 

1) Donor Darah

Kegiatan donor darah merupakan kegiatan kepedulian sosial dengan mendonorkan darahnya kepada orang yang membutuhkan darah. Kegiatan donor darah ini dinaungi oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan donor darah merupakan kegiatan efektif karena saat donor darah dapat memberikan pengetahuan bagi siswa tentang proses pemeriksaan dan pengambilan darah.

 

2) Bakti Sosial

Kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan sosial seperti peduli dan berbagi kepada sesama. Kegiatan yang dilakukan seperti memberikan bantuan berupa dana atau sembako dan melakukan bersih-bersih suatu tempat seperti taman, tempat wisata, sungai, dan pasar. Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

 

3) Forum Komunikasi Kepalangmerahan

Forum komunikasi kepalangmerahan merupakan wadah untuk berkumpul, bermusyawarah atau berdisksi tentang kegiatan-kegiatan berkaitan dengan kepalangmerahan. Forum ini gabungan dari PMR berbagai sekolah di Kabupaten Trenggalek. Selain kumpul bersama dilakukan pemberian materi oleh PMI Trenggalek. Melalui forum ini dapat mempererat silaturahmi dan kerjasama antar anggota.

 

c. Program Tahunan

Pada program tahunan terdapat kegiatan latihan gabungan yang terkumpul PMR se-Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan tersebut dilakukan sosialisasi, beradaptasi, serta lomba-lomba. Lomba-lomba yang dilakukan dapat meningkatkan potensi siswa seperti praktek perawatan keluarga, donor darah, dan pertolongan pertama. Program-program yang diselenggarakan memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi siswa melalui kegiatannya seperti melatih kemampuan yang telah dipelajari pada lomba-lomba yang dilaksanakan.

Program-program yang diselenggarakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada pasal (2) yaitu “kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didi secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian  tujuan pendidikan nasional. Pasal (5) yaitu pada satuan pendidikan wajib menyusun program kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari rencana kerja sekolah”.

 

2. Pelaksanaan Program Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di SMAN 1 Durenan Trenggalek

a. Program Mingguan

Pada program mingguan pelaksanaanya rutin terdapat kegiatan seperti menjadi keslap (kesehatan lapangan) saat upacara, memberikan pertolongan pada teman yang sakit, menjalankan tugas piket dan jaga UKS, kerja bakti, olahraga, pelatihan rutin, dan memberikan sosialisasi kesehatan. Pada program mingguan dalam penyampaian materi turut mengundang Palang Merah Indonesia (PMI) Trenggalek sebagai pemateri. Kegiatan ini dilakukan 1 kali pertemuan pada hari kamis sore setelah jam pelajaran berakhir.

 

b. Program Bulanan

Pada program bulanan terdapat donor darah, bakti sosial, dan forum komunikasi kepalangmerahan.

1) Donor Darah

Kegiatan donor darah rutin dilakukan 3 bulan sekali dinaungi oleh PMI Trenggalek dan PMR di SMAN 1 Durenan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh PMI. Tempat pelaksanaan kegiatan dilakukan diruang UKS. Sasaran dalam kegiatan donor darah siswa-siswi, guru, serta karyawan SMAN 1 Durenan Trenggalek.

 

2) Bakti Sosial

Pada kegiatan bakti sosial dalam pelaksanaannya rutin dan kegiatan ini dilaksanakan bersama PMR dari beberapa sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Trenggalek bersama dengan PMI Trenggalek. Tempat pelaksanan kegiatan bakti sosial bergilir dengan sekolah lain sehingga pelaksaanannya tidak hanya satu tempat.

 

3) Forum Komunikasi Kepalangmerahan

Forum Komunikasi Kepalangmerahan rutin dilaksanakan karena kegiatan yang akan direncanakan seperti bakti sosial, latihan gabungan, dan lain-lain, hal itu perlu dikoordinasikan atau dimusyawarahkan bersama dengan PMI maupun dengan PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten Trenggalek. Tempat pelaksanaanya bergilir dengan sekolah lain sehingga tidak hanya berada di satu tempat namun dapat bergantian tempat.

 

c. Program Tahunan

Pada program tahunan yaitu latihan gabungan terdiri dari 2 macam yaitu latihan gabungan se-Jawa Timur dan latihan gabungan se-Kabupaten Trenggalek. Latihan gabungan se-Jawa Timur merupakan pelatihan yang besar yang dinilai dari tim Jawa Timur, pelaksanaaannya rutin dua tahun sekali. Sedangkan latihan gabungan se-Kabupaten Trenggalek dilaksanakan rutin setahun sekali yang terkumpul dari PMR sekolah-sekolah di Kabupaten Trenggalek.

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pendapat Susilo, dkk (2008:19) bahwa dalam melaksanakan kegiatan dan pelayanan “PMR berpegang pada prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yaitu: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan”.

3. Nilai-Nilai Moral yang Terdapat dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di SMAN 1 Durenan Trenggalek

 

a. Nilai Kepedulian Sosial

Nilai kepedulian terdapat kegiatan donor darah semua siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut secara sukarela dengan medonorkan darahnya tanpa ada unsur paksaan dan pada kegiatan bakti sosial diajarkan untuk peduli dengan sesama dan lingkungan sekitar. Nilai kepedulian menurut Nodding sebagaimana dikutip oleh Copp (2017: 703) “bahwa kepedulian sebagai suatu sikap yang biasanya menyertai kegiatan. Hal penting dalam kepedulian adalah perhatian khusus kepada perasaan, kebutuhan, hasrat, dan pikiran dari orang yang kita pedulikan, dan kemampuan memahami suatu situasi dari sudut pandang orang itu”.

 

b. Nilai Kedisiplinan

Nilai disiplin terdapat pada kehadiran dalam kegiatan, pengurus harian, dan menyelesaikan tugas dalam bidang masing-masing, kelengkapan atribut PMR. Dengan demikian tersebut terdapat nilai serta kedisiplinan dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Nilai moral kedisiplinan sesuai menurut Lickona sebagaimana dikutip oleh Faiz (2015:38) “disiplin mengajarkan untuk tidak mempeturutkan kehendak hati yang cenderung melakukan perbuatan merendahkan diri atau kesenangan yang merusak diri, disiplin diri menuntun kita untuk mengerjar hal-hal baik bagi kita”.

 

c. Nilai Kerjasama

Nilai kerjasama tumbuh dari tugas –tugas yang diberikan sesuai bidangnya masing-masing dan diselesaikan dengan target yang direncanakan. Dengan demikian dari kerjasama dapat mendapatkan kekompakan, kebersamaan, dan terjalin hubungan kekeluargaan. Maka terdapat nilai kerjasama dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Menurut Lickona sebagaimana dikutip oleh Faiz (2015:38) “kerjasama menunjukan bahwa kita mengakui bahwa tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri dan dalam dunia ini saling tergantung satu sama lain, kita harus sama untuk mencapai tujuan bersama”.

 

d. Nilai Persatuan

Nilai persatuan terdapat pada PMR SMAN 1 Durenan Trenggalek dengan kerjasama dengan lembaga lain seperti PMI Trenggalek, PMR Se-Kabupaten Trenggalek. Dengan demikian terdapat nilai persatuan dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Hal ini sesuai dengan Tri Bakti PMR menurut Susilo, dkk (2008:10) “melibatkan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata setelah mengikuti pelatihan, pengakuan, terhadap kecerdasan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi. Adapun isi dari Tri Bakti PMR yaitu meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, dan mempererat persahabatan nasional dan internasional”.

 

e. Nilai Tanggung Jawab

Dalam kegiatan yang diselenggarakan tanggung jawab merupakan yang utama. Setiap anggota diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas sesuai bidangnya masing-masing seperti melaksanakan piket, mengikuti lomba – lomba dan lain-lain. Terdapat nilai tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Hal ini sesuai dengan pendapat Suseno (2002:145) “bertanggung jawab berarti suatu sikap terhadap tugas yang membebani kita, kita merasa terikat untuk menyelesaikannya demi tugas itu sendiri, sikap itu memberikan ruang pamrih kita karena kita terlibat pada pelaksanaannya, perasaan-perasaan seperti malas, wegah, takut atau malu tidak mempunyai tempat berpijak”.

 

f. Nilai Tolong Menolong

Kegiatan ekstrakurikuler PMR diajarkan tolong menolong dengan iklas dan jika ada teman yang membutuhkan bantuan harus menolong tanpa pamrih karena sesuai prinsip dari PMR itu harus saling menolong dan membantu kepada sesama. Dengan demikian terdapat nilai tolong menolong dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Menurut Lickona sebagaimana dikutip oleh Faiz (2015:38) bahwa “semangat suka menolong akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri disaat melakukan sebuah kebaikan”.

 

g. Nilai Religius

Nilai relegius terdapat pada pembukaan kegiatan atau acara dengan mengucapkan salam lalu dijawab oleh semua anggota kemudian berdoa dan diakhiri dengan doa sesuai dengan keyakinan nya masing-masing dan diajarkan beribadah tepat waktu. Dengan demikian terdapat nilai relegius dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Hal ini sesuai dengan pendapat Bertens (2004: 35) “setiap agama mengandung suatu ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para penganutnya”.

 

h. Nilai Kejujuran

Nilai kejujuran dalam kehadiran merupakan kunci utama bagi siswa yang bermoral. Kegiatan yang diselenggarakan terdapat daftar hadir yang berisikan tanda tangan setiap anggota, melaksanakan tugas, dan mengikuti perlombaan. Dengan demikian Pembina PMR dapat mengecek keaktifan siswa dalam kegiatan melalui daftar hadir tersebut, tugas-tugas yang dikerjakan, dan mengikuti perlombaan. Dengan demikian terdapat nilai jujur dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Hal ini sesuai pendapat Suseno (2002:142) “dasar setiap usaha untuk menjadi orang kuat secara moral adalah kejujuran. Tanpa kejujuran kita sebagai manusia tidak dapat maju selangkah pun karena kita belum berani menjadi diri kita sendiri”.

 

i. Nilai Toleransi

Toleransi terdapat pada kegiatan yang keseharian dilakukan sudah diterapkan saat menjadi petugas kesehatan lapangan (Keslap) saat upacara jika ada teman yang sakit tidak melakukan diskriminasi atau membeda-bedakan ras, golongan, dan agama dalam menolong teman yang sakit. Maka terdapat nilai toleransi dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan. Menurut Lickona sebagaimana dikutip oleh Faiz (2015:38) “toleransi yaitu sikap yang adil dan obyektif terhadap semua orang yang memiliki perbedaan gagasan, ras, atau keyakinan dengan kita”.

 

j. Nilai Demokrasi

Nilai demokrasi terdapat pada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dengan dilakukan bermusyawarah untuk mencapai, menghormati, menghargai pendapat, dan membantu satu sama lain tanpa membeda-bedakan dalam hal apapun. Maka terdapat nilai demokrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Durenan Trenggalek. Menurut Al-Hakim (2016: 191) bahwa “demokrasi merupakan sekelompok manusia yang hidup bersama yang bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan bersama dengan cara pemerintahan mereka sendiri dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan mereka sendiri dan dijalankan oleh mereka sendiri”. 

 

SIMPULAN

Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan maka dilakukan kajian secara teoritis oleh peneliti dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

1. Program kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan terdapat tiga macam program yaitu program mingguan, bulanan, dan tahunan. Pada program mingguan terdapat kegiatan kumpul bersama yaitu dilakukan pemberian materi dan praktek oleh Pembina serta melakukan koordinasi mengenai kegiatan yang akan diselenggarakan. Program bulanan terdapat kegiatan donor darah, bakti sosial, dan forum komunikasi kepalangmerahan. kegiatan donor darah merupakan kegiatan sukarela dengan mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan darah. Kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan kepedulian sosial dengan membantu dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu serta melakukan kegiatan sosial yaitu bersih-bersih suatu tempat tertentu. Forum komunikasi kepalangmerahan merupakan suatu wadah untuk berkumpul bagi anggota PMR se-Kabupaten Trenggalek. Program Tahunan terdapat latihan gabungan yaitu kegiatan yang dilakukan bersosialisasi, beradaptasi, dan terdapat lomba-lomba yang berkaitan dengan kepalang merahan.

2. Pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan. Pada program mingguan pelaksanaannya rutin dilakukan satu pertemuan pada hari Kamis sore setelah jam pelajaran    berakhir. Pada program bulanan pada kegiatan donor darah, bakti sosial, dan forum komunikasi rutin dilaksanakan. Program bulanan dalam pelaksanaannya dinanungi oleh PMI Trenggalek dan diikuti oleh seluruh anggota PMR dari berbagai sekolah se-Kabupaten Trenggalek. Tempat pelaksanaannya bergiliran dengan sekolah-sekolah lain. Program tahunan terdapat latihan gabungan pada pelaksanaannya terdapat 2 macam yaitu latihan gabungan besar dan latihan gabungan kabupaten. Pada latihan gabungan besar dilaksanakan dua tahun sekali dan latihan gabungan kabupaten dilakukan satu tahun sekali, latihan gabungan ini dinaungi oleh PMI dalam pelaksanaaannya.

3. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Durenan pada program dan pelaksanaan terdapat nilai moral kepedulian, kedisiplinan, kerjasama, persatuan, tanggung jawab, tolong menolong, relegius, kejujuran, toleransi dan demokrasi. Nilai-nilai moral tersebut dapat muncul dari kebiasaan yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja dimana kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari dan secara konsisten pada setiap kegiatan siswa.

 

SARAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian terkait Nilai Nilai Moral dalam kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) terdapat saran yang ingin diberikan oleh peneliti. Beberapa saran yang dimaksud adalah sebagai berikut.

 

1. Bagi Sekolah

Sekolah dapat memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) yang diselenggarakan di SMAN 1 Durenan untuk lebih sering mengikutsertakan anggota PMR dalam perlombaan supaya dapat lebih tertarik dan merasa tertantang untuk terus mengikuti perlombaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan yang sudah dipelajari.

 

2. Bagi Pembina

Pembina PMR hendakanya mengajarkan nilai-nilai moral dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR dengan media yang lebih menarik supaya dapat lebih merangsang pada siswa untuk melakukan nilai nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

 

3. Bagi Siswa Anggota PMR

Hendaknya siswa senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang ada dalam sila-sila pancasila dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR diharapkan lebih serius dan bersungguh-sungguh supaya dapat menghasilkan prestasi yang lebih membanggakan dibidang non akademik.

 

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya hendaknya dapat berpartisipasi secara aktif pada seluruh rangkaian kegiatan dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) supaya dapat mengetahui lebih jelas mengenai nilai-nilai moral dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR.

 

DAFTAR RUJUKAN

Al-Hakim, Suparlan dkk. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Konteks Indonesia. Malang: Madani

Bertens, K. 2004. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Copp, David. 2017. Hanbook Teori Etika. Bandung: Nusa Media

Faiz, Mauidhotul, Aslachaha. 2015. Nilai-Nilai Moral dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Kalasan Baru Glondong Tirtomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses 15 Februari 2018.

Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suseso Magnis Franz. 2002. Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: PENERBIT KANISIUS.

 

Susilo, dkk. 2008. Mengenal Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Jakarta: Palang Merah Indonesia Pusat  Susilo, Juliati dkk. 2008. Manajemen Palang Merah Remaja. Jakarta: Markas Pusat Palang Merah Indonesia.