SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

marxisme vs neoklasik

Ika Rakhmah Wati

Abstrak


MARXISME VS NEOKLASIK

Ika Rakhmah Wati Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5

Ikarahmawati8611@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai pandangan neoklasik dan marxisme. Hal itu dijelaskan  karena perbedaan antara marxisme dan neoklasik sangatlah nyata dalam pelaksanaannya. Sebab hal tersebut berdampak pada kehidupan ekonomi. Ekonomi politik merupakan disiplin intelektual yang mengkaji hubungan antara ekonomi dan politik. ekonomi politik marxisme merupakan suatu gagasan ekonomi politik yang didasarkan pada hasil pemikiran karl marxyakni pembagian kelas. ekonomi politik neoklasik merupakan sebuah teori tentang pertukaran sukarela dan alokasi sumber dayasecara efisien. Titik awal dari analisisnya adalah indivisu yang memntigkan dirinya sendiri dan bertindak di dalam lingkungan dimana ada bnyak objek yang berpotensi untuk memuaskan kebutuhannya dan objek-objek ini sudah berbentuk komoditas sehingga individu bertindak dengan tujuan memaksimalkan kegunaan atau kepuasan lewat persaingan.

 

Neo klasik

Pendekatan neoklasik lahir pada decade 1870 bertepatan dengan bangkitnya aliran marginalis dalam ilmu ekonomi. Sebelum tahun 1870 ilmu ekonomi dimana merupakan sebuah sistem pemikiran yang didominasi oleh agenda klasik, seperti pertumbuhan, distribusi, dan teori nilai tenaga kerja yang dikemukakan oleh marx. Dalam decade 1870 pendekatan neoklasik lahir bertepatan dengan bangkitnya aliran marginalis dalam ilmu ekonomi. Aliran marginalis membawa dua perubahan besar pada ilmu ekonomi, yaitu

(1) aliran ini mengajukan teori nilai yang didasarkan pada intensitas dari perasaan subjektif dan

(2) aliran ini mengembangkan kalkulus marginal sebagai sarana konseptual dan metodologis. Sebagai akibatnya, selama tiga sampai empat tahun setelah perkembangan aliran ini, munculah sebuah aliran baru yang disebut dengan aliran neo klasik yang berhasil menggeser teori nilai tenaga kerja.

Ide utama dalam pemikiran neo klasik ini adalah konsep “pilihan yang dibatasi”. Maksudnya konsep ini memandang individu sebagai pelaku yang membuat pilihan atau orang yang harus memilih dari beberapa alternative tindakan berdasarkan pendangan atau imaginasinya sendiri tentang apa dampak dari tiap-tiap alternative itu bagi dirinya. Asumsi ekonomi neo klasik menurut para ekonom neo klasik ialah semua orang akan selalu berusaha untuk mencapai level kepuasan yang tertinggi dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, sehingga tingkat kebahagiaan yang tertinggi dapat dicapai sesuai dengan sumber daya yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia bagi kita. Untuk membuat semua orang berusaha maka diperlukan motivasi. Ide tentang motivasi ini dibentuk menjadi teori tindakan manusia. Bunyi dari teori tersebut ialah bahwa individu akan menetukan apa yang akan ia lakukan berdasarkan bagaiman tindakan-tindakan itu bisa memengaruhi level kepuasannya. Untuk menentukan pilihan dari apa yang ia lakukan. Ia harus membandingkan kepuasan yang bisa didapatkan dari berbagai alternative. Perbandingan ini akan menghasilkanperingkat nilai dari pilihan yang ada. Dimana peringkat ini ditentukan oleh level kepuasan atau kebahagiaan yang bisa didapatkan dari tiap-tiap tindakan atau keputusan itu, lalu ia berusaha untuk mencapai pilihan yang terletak di peringkat paling tinggi. Jadi pilihan tersebut bisa dibilang sebagai pilihan yang rasional, artinya pilihan itu berdasrkan urutan pilihan yang konsisten secara internal dengan membuat pilihan yang rasional. Maka ia dengan sendirinya akan memaksimalkan kesejahteraan yang ia miliki.Masalah yang timbul adalah ketika ada pilihan yang bersifat memaksa. Konseppilihan rasional ini tergantung pada kemampuan tiap-tiap alternative untuk memuaskan satu  keinginan yang sama. Untuk memastikan bahwa syarat ini terpenuhi maka teori neo klasik mengansumsikan bahwa tindakan konsumsi terhadap berbagai barang yang berbeda semuanya sama menghasilkan satu dampak yaitu kepuasan dan kegunaan bagi konsumen. Tetapi perlu diingat bahwa kebutuhan konsumsi setiap orng berbeda, maka dari itu ukuran kepuasan tiap-tiap individu akan beda dari yang lain. Kepuasan juga mempunyai masalah pada kelangkaan, maksudnya kepuasan yang diberikan oleh tiap-tiap barang adalah berbeda antar barang satu dengan yang lain (dalam hal ketersediaan barang atau sumber daya alam itu sendiri).

Pendekatan neo klasik bertolak dari ide tentang maksimalisasi kebutuhan dari individu seperti yang diasumsikan oleh para ekonom yang dididik dalam tradisi neo klasik. Langkah berikutnya adalah mendefinisikan kondisi maksimalisasi kesejahteraan untuk sebuah system yang terdiri dari beberapa individu yang saling terikat. Sebuah kelompok dikatakan sejahtera ketika semua anggota berhasil memaksimalkan kesejahteraannya masing-masing, asal kesejahteraan dari semua individu dalam kelompok itu saling terkait satu sama lain. Ada 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai kesejahteraan kelompok, yaitu

(1) tindakan-tindakan konsumsi yang dilakukan individu yang satu dalam kelompok itu bisa berdampak terhadap individu lain dalam kelompok itu yang tidak melakukan tindakan yang sama, dan

(2) individu yang satu menyediakan peluang-peluang bagi individu yang lain untuk melakukan peningkatan kesejahteraan kelompok atau bersama lewat pertukaran. Dalam praktiknya pendekatan neo klasik menghubungkan antara kesejahteraan dengan pilihan. Semakin besar kisaran pilihan yang tersedia maka semakin besar level kesejahteraan yang bisa dicapai jika keadaan lain tidak berubah. Keberadaan pasar akan memperbesar pilihan yang tersedia sementara. Alokasinon pasar akan menghambat jenis pilihan yang tersedia. Secara ringkasnya pendekatan neo klasik dalam ilmu ekonomi memandang pasar sebagai institusi yang memungkinkan terbentuknya peluang yang semaksimal mungkin bagi pertukaran secara bebas sehingga memungkinkan terwujudnya efisiensi yang seluas-luasnya. Pasar memungkinkan individu untuk mengganti sumber daya/komoditas yang hendak digunakan agar bisa memenuhi keinginanya. Jika dilihat dari sudut pandang konsumen, situasi semacam ini terbentuk jika ada banyak jenis barang konsumen di pasar yang bisa dipilih.Dari sudut pandang produsen, situasi ini terjadi ketika ada kesempatan untuk mengombinasikan factor-faktor produksi dengan banyak cara yang berbeda. Tanah,tenaga kerja dan capital yang semuanya memiliki banyak sub kategori di dalamnya bisa digabungkan dengan proporsi yang berbeda-beda untuk menghasilkan barang yang dapat dijual dipasar. Proses yang disebut proses substitusi ini akan terus berlangsung sampai semua sumber daya dalam masyarakat bisa menghasilkan produk yang maksimal bagi produsen dan kegunaan yang maksimal bagi konsumen (dasgupta 1985:78-79)

Menurut pndangan neo klasik, hubungan ekonomi dengan politik menghasilkan dua jenis agenda politik, yaitu

(1) berusaha untuk mengamankan atau mempertahankan system hak kepemilikan agar transaksi bisa terjadi secara sukarela,

(2) terikat dengan pihak-pihak yang tidak ikt mengagendakan kontrak tapi terpengaruh olek kontrak/transaksi itu, agenda yang terkait dengan situasi-situasi dimana transaksi-transaksi yag berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan tidak dapat dilakukan karena berbagai alasna yang bukan merupakan batasn-batasan yang harus dipatuhi  agar bisa menegakkan hak kepemilikan. Ekonomi politik neo kasik selanjutnya menerapkan logika ekonomi dasar dari pilihan terbatas terhadap situasi-situasi dimana transaksi pribadi tidak berhasil memaksimalkan kesejahteraan. Dalam hal ini ekonomi mempunyai dua artian yaitu penghematan yang dilakukan karena keterbatasan pilihan, dan menggunakan mekanisme pasar sebagai cara pemenuhan kebetuhun individu.

Membangun sebuah ilmu ekonomi politik berdasarkan pendekatan neo klasik adalah sama dengan mempertimbangkan masalah kegagalan pasar. Ekopol neo kasik menelaah situasi dimana pasar tidak berhasil memberikan peluang kepada individu untuk mencapai level pemenuhan maksimal sesuai sumber daya yang tersedia. Adapun keggalan pasar bisa disebabkan 3 jenis, yaitu

(1) eksternalitas,

(2) kegagalan yang terkait dengan barang public, dan

(3) kegagalan yang disebabkan terjadinya monopoli.

ilmu ekonomi neo klasik adalah sebuah teori tentang pertukaran sukarela dan alokasi sumber dayasecara efisien. Titik awal dari analisisnya adalah indivisu yang memntigkan dirinya sendiri dan bertindak di dalam lingkungan dimana ada bnyak objek yang berpotensi untuk memuaskan kebutuhannya dan objek-objek ini sudah berbentuk komoditas sehingga individu bertindak dengan tujuan memaksimalkan kegunaan atau kepuasan lewat persaingan (macpherson 1973:5). Dalam situasi ini individu akan melakukan kontrak satu sama lain secara sukarela agar mendapatkan pemenuhan semaksimal mungkin. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pertukaran pasar dan efisiensi adalah konsep utama dalam ekonomi neo klasik. Setelah dua konsep ini diterima maka terbentuk persepektif yang khas mengenai ekonomi politik neo klasik yang menekan pada kontrak yang dibuat oleh dan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka masing-masing karena ekonomi politik neo klasik  berdasarkan pad aide kegagalan pasar. Maka kesejahteraan individu harus dijadikan sebagai focus perhatian dan kesejahteraan dianggap sama dalam pemenuhan terhadap pilihan yang dibuat individu dengan sendirinya. Politik menjadi salah satu instrument alternative untuk mencapai apa yang tidak dicapai secara efesien yang tidak bisa dicapai oleh pasar. Negara meiliki peran untuk mengatasi kegagaln pasar dengan proses keadilan dan hokum karena tindakan negara memiliki tujuan yang bukan sekedar efisiensi. Negara dalam pandangan neoklasik akan bertindak untuk menghaslkan barang-barang yang tidak dapat diproduksi dengan cara lain. Disisi lain negara bisa bertindak untuk menghasilkan keuntungan bagi kelompok tertentu dengan mengorbankan kelompok lain.

 

Marxisme

Marxisme merupakan suatu gagasan ekonomi politik yang didasarkan pada hasil pemikiran karl marx. Teori karl marx tersebut merujuk pada ajaran-ajaran ekonomi politik klasik inggrid terutama dasar-dasar teori nilai kerja yang dikemukakan oleh adam smith yang kemudian disimpulkan menjadi teori nilai lebih oleh karl marx. Penganut marxisme memandang politik sebagai

(1) pemisahan antara masyarakat sipil dari wilayah public,

(2) politik sebagai proses kelas dimana nilai surplus dirampas lewat kapitalisme,

(3) politik sebagai peran negara dalam mengelola kepentingan dan urusan kapital,

(4) jaminan politik terhadap hak kepemilikan,

(5) politik sebagai kegiatan revolusioner untuk mengubah institusi-institusi politik dari kapitalisme, dan

(6) proses tawar menawar antara kaum pekerja dengan kaum kapitalis untuk mengendalikan surplus ekonomi. Enam pandangan politik itu disebut sebagai aspek politik dari ekonomi maxian, namun kadar politik dari sudut pandang politik marxian ini belum jelas.

Istilah “ekopol” yang digunakan dalam teori marxisme tidak merujuk kepada pemikiran tentang hubungan ekonomi dengan politik, melainkan merujuk pada cara berfikir tentang perekonomian yang didasarkan pada metode dan teori dari pemikir-pemikir ekonomi klasik. Metode ini menekan pad aide bahwa perekonomian pasar bekerja menurut prinsip-prinsip yang reproduksi dan ekspansi system saling ketergantungan material antar orang atau dengan kata lain pembagian kerja sosial. Teori marxian ini lebih memfokuskan pada proses-proses reproduksi yang bersifat objektif dan tidak memfokuskan pada proses subyektif yaitu penentuan peringkat peluang atau pembuatan pilihan oleh individu. Pendekatan marxiandalam ekonomi politik mengajukan sebuah masalah yaitu bagaimana menghubungkan kepentingan individu dengan tatanan sosial.

Konsep kelas adalah salah satu konsep dasar dalam teori marxian. Kelas ini terbentuk atas dasar kepentingan kelompok yang berasal dari kepentingan individu dalam perekonomian yang kapitalis. Penafsiran marx terhadap hubungan antara ekonomi dan politik dilandaskan pad aide kepentingan ekonomi danperanan dari kepentingan ekonomi itu di dalam mendefinisikan agenda politik. Marxisme mengajukan beberapa pendpat mengenai kepentingan, yakni

(1) kepentingan muncul karena adanya struktur dari produksi,

(2) kepentingan pribadi dari seorang individu dapat diketahui dengan melihat pada kels mana individu itu berada,

(3) kepentingan kelas yang satu akan bertentangan dengan kepentingan kelas lain, dan

(4) kepentingan kelas yang terbentuk dalam system produksi akan menjadi kepentingan politik yaitu pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan negara. Keempat pokok pikiran ini menunjukkan aspek penting dari perubahan kepentingan materiil pribadi menjadi tindakan politik.

Menurut marx pembagian kelas dalam masyarakat sepenuhnya terjadi akibat dari hubungan produksi (1985:19). Teori marxisme memfokuskan pada bagaimana kondisi yang dirasakan orang-orang dalam wilayah pribadi dapat membentuk dan mempengaruhi kesadaran mereka dan bagaimana perkembangan dari masyarakat dapat menentukan kondisi pribadi , cara serta gaya hidup. Sebagai sebuah teori marxisme menelaah pertentangan yang terjadi antara berbagai konsepsi yang berbeda tentang bagaimana seharusnya pola dari sebuah masyarakat yang tertata dengan baik. Maka pertarungan antara kelas kapitalis dengan kelas pekerja dipahaminya sebagai pertarungan antara dua pandangan yang bertolak belakang tentang aspirasi mana yang harus dianggap universal didalam menggunakan pendekatan marx ada penilaian dasar tertentu tengang dimana harus mencari kepentingan yang bersifat universal ini yaitu dalam masyarakat sipil dan bukan dalam politik maupun negara. Politik adalah ruang untuk konfrontasi dari kepentingan yang berasal dari tempat lain pertanyaan yang muncul dari sini adalah bagimana kepentingan yang berasal dari wilayah yang jelas-jelas bersifat pribadi bisa menghasilkan sesuatu pandangan yang bersifat universal. Salah satu cara yang digunakan marx untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan argument polarisasi. Dalam pendekatan marxis kegiatan politik akan membuat sifat universal yang terkandung dalam kondisi pribadi menjadi eksplisit dengan begitu ekonomi berperan secara aktif dalam kehidupan politik. Pandangan yang seperti ini merupakan dasar dari teori negara marxis akan tetapi teori tersebut juga menimbulkan masalah. Negara dipandang tidak memiliki peran aktif dalam masyarakat dan tidak ikut menentukan struktur social yang menimbulkan kepentingan pribadi tapi negara dianggap sebagai proses yang dapat membuat aspek universal dari kepentingan pribadi menjadi eksplisit. Ada 3 cara memandang ekonomi politik lewat tradisi marxis yaitu politik sebagai revolusi aatau politik revolusioner, politik sebagai kompromi kelas atau politiksosial demokratis , dan yang tetrakhir adalah teori negara marxis. Yang pertama adalah marxisme dan politik revolusioner . Landasan teoritis dalam teori ini telah dipaparkan marx dalam tulisannya yang berjudul the communist manifesto (1848) dan capital pada tahun 1867. Dalam tulisan ini marx menyebutkan kondisi apa saja yang ada dalam kapitalisme yang bisa menimbulkan kesadaran revolusioner dikalangan pekerja dan menetapkan tindakan revolusioner yang perlu diambil yaitu merebut dan menghancurkan kekuasaan negara.

Dalam mengembangkan teori ini marxmenjelaskan revolusi menggunakan prinsip perkembangan kapitalisme saja tanpa harus merujuk pada peristiwa sejarah tertentu, situasi kelas tertentu atau institusi politik dinegara tertentu. Menurut marx, perkembangan kapitalisme dilakukan dengan cara memproduksi komoditas , dimana nilai atau harga dari komoditas ini memadai untuk mendapatkan tenaga kerja dan capital yang sama seperti semula  , sekaligus bias menghasilkan sejumlah tenaga kerja baru dan capital yang lebih. Jadi analisis dari teori ini didasarkan pada prinsip internal dari kapitalisme itu sendiri , yaitu prinsip yang berlaku berdasarkan sifat-sifat dasar dari perkeonomian kapitalis itu sendiri. Selanjutnya ialah politik social demokratis, teori ini berusaha untuk mencapai tujuannya dengan cara yang tidak kasar dan berusaha melakukannya dari dalam. Teori ini dapat terhindar dari kesulitan yang timbul karena strategi redistribusi radikal terutama krisis infestasi yang ada didalamnya. Ide utama dari politik social dmokrasi adalah meningkatkan kepentingan materil dari pekerja dengan tetap menggunakan kerangka kapitalisme dan demokrasi liberal. Tujuannya ialah membuat kapitalisme menjadi menggantungkan bagi lebih banyak orang dan bukan cuma segelintir kapitalis saja.

Yang terakhir adalah teori negara marxis. Penafsiran teori marxis terhadap negara terdiri dari beberapa variasi yang semuanya berasal dari satu tema yang sama yaitu kebutuhan untuk mempertahankan tatanan social dimana kondisi dari orang-orang dalam tatanan itu mengalami pertentangan secara fundamental atara yang satu dengan yang lain. Dengan melindungi sebuah jenis tatanan tertentu, maka negara akan melindungi kelas yang satu dengan mengabaikan kelas yang lain. Teori negara marxis mengarah pada kondisi dimana kepentingan objektif yang ada dalam masyarakat akan menjdi alasan bagi terbentuknya negara dan sekaligus mentukan apa yang menjadi agenda dari negara. Menurut marx negara adalah bagian dari superstruktur yaitu wadah politik darai kapitalisme yang merespon perubahan perubahan dalam factor ekonomi. Dimasa sekarang aliran marxisme memandang hubungan antara negara dengan kelas kapitalis dalam kerangka yang lebih rumit lagi. Teori negara marxis semacam ini membedakan pandangan tentang negara sebagai alat kekuasaan dengan kepentingan kapitalis atau kapitalisme itu sendiri.

 

CONTOH KASUS

Berikut ini akan dijelaskan contoh permasalahan yang ada diindonesia dari sudut ekopol neoklasik dan ekopol marxisme

 

NEOKLASIK

Setiap pemerintahan tidak akan mungkin bisa lepas dari jeratan masalah bbm ( bahan bakar minyak). BBM yang dipakai oleh sebagian besar aspek- aspek kehidupan rakyat,menjadikannya sebagai sesuatu yang sangat vital keberadaannya karena akan selalu dibutuhkan, dan jika terjadi kelangkaan, maka sudah pasti harganya akan naik dengan jumlah permintaan yang tetap.semakin banyaknya populasi kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat), tingkat kemacetan dijalan raya yang semakin meningkat menyebabkan konsumsi bahan bakar minyak semakin tinggi, sehingga pemerintah harus memberikan subsidi untuk menekan harga bahan bakar minyak agar harga bahan bakar minyak stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas. Namun  pemerintah tidak dapat terus menerus memberikan subsidi mengenai potensi ekposur kenaikan harga bbm bersubsidi terhadap sektor riel, banyak hal yang menyebabkan itu semua, diantaranya harga minyak dunia yang berubah, pendapatan perkapita yang meningkat dan kebijakan-kebijakan lain yang diambil pemerintah.

Jika  harga bbm naik, sudah jelas ha ini akan menuai berbagai reaksi dari berbagai pihak, ada yang menerima dan mendudukung dan adapula yang menolak, bahkan menentang dengan keras. Kenaikan harga bbm juga sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pokok. Seperti harga sembako yang naik karena ongkos transportasi juga ikut naik, dan harga-harga kebutuhan lainnya juga naik.

Fenomena kenaikan harga bbm pada tahun 2012 yang sedang membelit negara dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik neo klasik. Pendekatan ekonomi politik neo klasik, yang dipelopori oleh alfred marshal dan joseph schumpeter berasumsi bahwa dari titik lequilibium  menjadi full employment, akan tercapai dengan sendirinya. Pendekatan ini sebagai kritik atas pendekatan ekonomi politk klasik yang berasumsi bahwa peran pemerintah tidak diperlukan karena full employment akan selalu tercapai dengan sendirinya. Ide awal dari pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah pencapaian atau memaksimalkan kepuasan dan kesejahteraan individu. Pakar-pakar ekonomi politik neoklasik melihat bahwa perekonomian memang tidak berjalan mulus menurut aturan alami dan tidak selalu menuju pada keseimbangan, saebagaimana yang dipersepsikan oleh kaum klasik. Akan tetapi, mereka lebih tidak setuju lagi jika mekanisme pasar ini diabaikan dan segala sesuatunya serba diatur oleh pemerintah, sebagaimana dianjurkan oleh kaum sosialis. Sehingga, untuk mengatasi kelemahan dan ketidak sempurnaan pasar, boleh ada dan seharusnya memang ada campur tangan pemerintah. Akan tetapi, campur tangan pemerintah hanya diperlukan untuk memperbaiki distorsi yang terjadi di pasar, bukan untuk menggantikan fungsi mekanisme pasar itu sendiri.

Fokus pemikiran dalam pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah efisiensi pertukaran. Yaitu meminimalisir distorsi yang ada di pasar, karena adanya perusahaan- perusahaan besar yang memonopoli pasar atau hanya ada satu produsen besar yang menguasai satu  produk di pasaran. Peran pemerintah harus ada, ketika terjadi kegagalan pasar, yaitu ketika pasar tidak bisa mendelivery kesejahteraan masyarakat/ individu.pendekatan terpusat ke masyarakat yakni penggunaan pasar- pasar politik yang dilakukan oleh agen- agen ekonomi, sedangkanpendekatan terpusat negara lebih menitik beratkan pada penggunaan sumber- sumber ekonomi untuk tujuan politik.jadi, secara teoritis dapat dijelaskan bahwa pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah pendekatan yang tidak sepenuhnya berorientasi pada pasar bebas, tanpa ada intervensi pemerintah sedikitpun, tapi tetap harus ada peran pemerintah terutama ketika terjadi kegagalan pasar, karena menurut pendekatan ini, sangat tidak mungkin jika perdagangan itu berjalan dengan bebas, mengabaikan peran pemerintah seperti pada pendekatan ekonomi politik klasik.

Hasil sidang paripurna yang digelar oleh dpr ri pada 30 maret 2012 lalu, memutuskan bahwa harga bbm tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat ini. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari penambahan ayat 6a dalam pasal 7 uu apbn-p 2012. Ayat ini mengindikasikan bahwa pengaturan harga bbm akan diserahkan pada mekanisme pasar, atau, dengan kata lain, akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

“dalam hal harga rata-rata minyak indonesia (indonesia crude oil price/icp) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam enam bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam apbn-p tahun anggaran 2012, maka pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga bbm bersubsidi dan kebijakan pendukungnya.” Demikian bunyi pasal 7 ayat 6a.

Masyarakat yang menolak keras kenaikan harga bbm belum bisa bernafas lega, harga bbm untuk bulan april  belum dinaikkan, bukan berarti tidak dinaikkan. Jika icp naik hingga 15% dari us$105 per barel dalam kurun waktu enam bulan ke depan maka pemerintah pun berwenang menaikkan harga bbm. Berdasarkan berbagai sumber dan data- data terkini, harga minyak dunia pekan pada waktu itu sempat mengalami penurunan harga, tapi setelah mengalami penurunan, harga minyak dunia kembali menguat. Hal itu terjadi karena banyak faktor, salah satu faktor yang sering diutarakan dalam berbagai kabar faktual yaitu terjadinya ketidakstabilan lapangan kerja di as yang menyebabkan inflasi serta adanya perseteruan antara presiden amerika serikat, barack obama dengan presiden iran, ahmadinejad.

Melalui uu pasal 7 ayat 6a ini pemerintah ingin membuktikan bahwa pemerintah tidak bisa dengan seenaknya menaikkan harga bbm, dengan alasan apbn yang membengkak karena subsidi bbm dan akan mengancam perekonomian indonesia untuk jangka waktu ke depan, karena ada patokan yang mendasari jika memang pemerintah terpaksa harus menaikkan harga bbm. Jadi pemerintah menyesuaikan  harga pada mekanisme pasar. Tapi banyak yang tidak setuju dengan penambahan uu ini, bahkan pakar hukum tata negara, yusril ihza mahendra mengajukan peninjauan kembali atas uu ini dan secara resmi telah mendaftarkan permohonan uji materi atau judicial review terhadap pasal 7 ayat 6a undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara-perubahan 2012 ke mahkamah konstitusi, senin 2 april 2012.(vivanews.com)

Dari deretan masalh yang muncul terkait rencana kenaikan harga bbm ini, sudah sangat jelas bahwa sumber ekonomi yang berpengaruh pada hajat hidup orang banyak memang kerap kali menimbulkan polemik dalam pemerintahan, dan sudah tentu unsur ekonomi dan unsur politik harus berkolaborasi secara seimbang dalam sudut normatifnya.akan tetapi yang trjadi diindonesia berbeda.

Dalam pandangan ekonomi politik neo klasik harga minyak dunia yang cenderung fluktuatif mengakibatkan kecemasan berbagai pihak, karena tentu hal ini akan berpengaruh terhadap icp (indonesia crude oil price). Jika icp naik hingga 120,75 per barel, maka berdasarkan uu pasal 7 ayat 6a uu apbn-p 2012 pemerintah berwenang untuk menaikkan harga bbm. Icp dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Jadi dapat disimpulkan bahwa, meskipun harga minyak ditentukan berdasarkan mekanisme pasar, tetap saja pemerintah mengintervensi serta yang berwenang mengambil kebijakan. Hal ini sesuai jiak dijelaskan secara teoritis berdasarkan pendekatan ekonomi politik neo klasik, dimana diperlukan peran pemerintah ketika terjadi kegagalan pasar dan untuk mendelivery kesejahteraan masyarakat/ individu.

 

MARXISME

Sepatu Nike telah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang di dunia. Tidak hanya di Indonesia sebagai produsen terbesar, tidak juga di Amerika Serikat (AS) sebagai pemilik asli perusahaan Nike Inc. Sepasang sepatu Nike bisa berharga lebih dari 100 dollar AS. Dengan posisi ini, Nike jelas mampu mengeruk uang dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan Nike mampu membayar Michael Jordan sebesar 20 juta dollar per tahun untuk membantu menciptakan citra Nike. Demikian pula Andre Agassi yang bisa memperoleh 100 juta dollar untuk kontrak iklan selama 10 tahun. Sementara itu bos dan dedengkot Nike Inc, Philip H. Knight, mengantongi gaji dan bonus sebesar 864.583 dollar dan 787.500 dollar pada tahun 1995. Jumlah ini belum termasuk stok Nike sebesar 4,5 biliun dollar. Michael Jordan meraup 20 juta dollar AS per tahun dari iklan Nike. Sementara bos Nike, Philip H. Knight, memperoleh gaji 864.583 dollar dan bonus 787.500 dollar. Tetapi, di belakang mereka ratusan ribu buruh Nike di seluruh dunia tetap kelaparan.

Namun ternyata nasib bagus mereka tidak diikuti oleh sebagian besar mereka yang bekerja untuk Nike. Seperti digambarkan oleh Bob Herbert di The New York Times. Orang-orang semacam mereka menempati papan teratas dalam bagan yang berbentuk piramida. Sebagian kecil orang-orang Nike menempati posisi empuk dan menjadi kaya raya. Ini merupakan kebalikan dari orang-orang di bawah, yang harus bekerja membanting tulang untuk memproduksi Nike dan terus menghidupi orang semacam Knight, Agassi ataupun Michael Jordan. Kekayaan yang mereka peroleh ternyata didapat dengan menindas sekian banyak buruh di berbagai negara tempat operasi produk Nike, termasuk Indonesia. Merekalah yang menempati posisi mayoritas di papan paling bawah.

Dalam KASUS NIKE di INDONESIA Puluhan ribu buruh perusahaan sepatu Nike di Indonesia hanya mendapat 2,46 dollar AS per hari (sebelum krisis moneter) dari sekitar 90-100 dollar harga sepasang sepatu Nike. Padahal dalam sehari, mereka bisa menghasilkan sekitar 100 sepatu. Sementara itu, Dari harga sepatu sekitar 100 dollar AS tersebut, hanya sekitar 2,46 dollar per hari yang disisihkan untuk buruh di Indonesia. Itupun dihitung sebelum ada krisis moneter. Sementara buruh di Vietnam hanya menerima 1 dollar. Kondisi inilah yang membuat masyarakat AS tidak bangga, bahkan tidak simpati terhadap Nike. Masyarakat AS pun berduyun-duyun menggelar aksi protes. Bahkan sekarang telah muncul gerakan anti-Nike. Aksi protes dan gerakan anti-Nike ini tersebar di beberapa negara bagian AS, bahkan di beberapa bagian di belahan dunia. Di Oregon, tempat kantor pusat Nike Inc, masyarakat tampak bersemangat menyatroni Nike Town di jantung kota Portland dan kantor pusat Nike di Beaverton, tak jauh dari Portland.

Akan tetapi nike tidak banyak berbicara ketika harus berbicara mengenai buruh. Tetapi nike akan berbicara lantang kalau kepentingan bisnis mereka terganggu. Nike bersikap seolah-olah tidak ada masalah. Dalam iklan-iklannya, Nike mencitrakan diri lebih baik dibanding lainnya. Dalam iklan-iklannya Nike selalu menggambarkan kepedulian sosialnya. Dalam salah satu iklannya, “If You Let Me Play“, muncul seorang gadis kecil yang mempromosikan feminisme. Gadis tersebut menyebutkan bahwa Tiger Woods juga mempromosikan hak-hak asasi manusia. Tiger Woods adalah pemain golf dari AS keturunan Afro-Amerika yang baru melambung namanya di percaturan golf internasional. Dalam iklan tersebut Nike juga menyebutkan masih adanya diskriminasi terhadap warga kulit hitam dalam dunia golf. Dalam iklan yang lain, Nike bercerita tentang perdamaian dan menentang aksi kekerasan.

Menurut Portland Jobs with Justice, lebih dari sepertiga produk Nike dihasilkan di Indonesia. Buruh hanya mendapat 2,25 dollar AS dan naik menjadi 2,46 dollar pada April 1997 per hari untuk membuat sekitar 100 sepatu. Dengan upah tersebut, buruh tidak mampu membeli makanan dan mencari tempat berlindung yang cukup. Dalam release yang dikeluarkan Portland Jobs with Justice dikatakan bahwa kalau Anda menjadi buruh Nike di Indonesia berarti Anda dan sekitar 88 persen buruh lainnya mengalami kekurangan makanan yang sehat. Juga berarti harus tinggal di gubug tanpa fasilitas air yang memadai. Buruh harus bekerja 18 jam per hari. Kalau mengeluh, buruh dipecat. Kalau mencoba untuk membentuk organisasi atau bergabung dengan serikat buruh di luar SPSI, maka buruh harus siap dipecat. PJJ menggambarkan bahwa buruh Nike di Indonesia sama sekali tidak punya masa depan.

Apakah pihak Nike diam saja dengan semua serangan tersebut ? Tidak ! Nike mencoba menjelaskan kebijakan mereka. Namun tampaknya, apa yang diomongkan dengan apa yang dilakukan tidak sejalan. Setidaknya ini seperti yang dinilai oleh Bill Resnick dari Portland Jobs with Justice. Nike mengklaim bahwa Nike telah melakukan investasi ke negara-negara sedang berkembang. Pembangunan ekonomi dengan mesin investasi asing seperti Nike ini akan membantu mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Nike memang berhasil mengembangkan perekonomian Korea Selatan. Tetapi menurut Bill Resnick, ini karena ada pemaksaan dari pemerintah AS untuk membantu mereka. Amerika Serikat punya kepentingan membantu Korsel karena mereka harus bersama menghadapi ancaman dari Korea Utara. Dalam masa Perang Dingin, pengaruh ini masih sangat besar. Sehingga AS banyak membantu Korea Selatan, termasuk menanamkan investasi dan transfer teknologi.

Hal seperti ini tidak terjadi di Indonesia. Meskipun Nike mengatakan bahwa apa yang dia lakukan di Indonesia sama dengan Korsel, namun menurut Bill, kenyataannya tidak. Tekanan buruh di Indonesia telah menyebabkan pemerintah Indonesia mengupayakan untuk menaikkan ketentuan upah minimun. Namun dengan kebijakan baru ini, Nike justru mengancam akan memindah investasinya ke Vietnam. Hal inilah yang ditakuti oleh pemerintah Indonesia. Nike di Indoensia tidak ada bedanya dengan developer United Fruit di Honduras. Jadi, bisnis sepatu tidak ada bedanya dengan bisnis pisang, mobil atau pun microchips. Ketika perusahaan multinasional membayar upah buruh dengan rendah, mengambil keuntungan dari negara kontraktor, dan mendukung pemerintahan yang opresif, kemudian investasi mereka hanya berarti kepedihan dan penghancuran sumber-sumber daya alam.

Klaim lain dari Nike adalah bahwa kontrak-kontrak Nike di negara-negara berkembang selalu tertulis menentang penggunaan buruh anak dan mensyaratkan agar kontraktor mematuhi hukum yang berlaku di negaranya. Namun menurut Resnick, Nike sama sekali tidak menghiraukan pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan kontraktornya, PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) kalau di Indonesia. Apalagi sampai terjadi kolusi antara kontraktor dengan aparat negara untuk menekan dan mengamputasi kekuatan buruh. Nike diam saja. Bahkan ketika terjadi penindakan keras dan penangkapan-penangkapan terhadap aktivis buruh oleh aparat, Nike pun tak bergeming. Nike hanya mendesak kontraktor untuk mampu bersaing dengan perusahaan lain dan meningkatkan keuntungan. Nike hanya akan berteriak kalau kepentingannya sudah diutik-utik atau terganggu.

Dalam hal ini teori Marx tentang adanya kelas adalah sangat tepat. Posisi perusahaan Nike di indonesia dimana Amerika sebagai pemilik modal mencerminkan kelas borjuis, sedangkan buruh indonesia mencerminkan kaum ploretar. Ketika buruh di indonesia mendemon di perusahaan Nike tersebut, Nike tetap tanpa merasa bersalah mengaku bahwa penghasilan yang didapatkan oleh para buruh adalah penghasilan yang sudah layak. Nike memang tidak akan merasa cemas dengan kehilangan buruhnya ataupun pengunduran diri dari buruhnya. Mengapa? Hal ini tentunya karena Nike mengetahui bagaimana manfaat Nike itu sendiri untuk negara- negara yang sedang berkembang. Tentu ada ketergantungan antara Indonesia dengan Nike. Buruh di Indonesia tentu membutuhkan pekerjaan, sehingga akan berpikir panjang untuk melepaskan pekerjaan mereka di perusahaan Nike.

Teori marx memandang bahwa memang buruh yang tidak memiliki modal mengalami alienansi dengan kaum borjuis. Maka benarlah teori marx ini, bahwa orang- orang yang memiliki saran- sarana produksi akan berada di atas dan dengan sangat mudah menguasai orang yang tidak memilki sarana-sarana produksi tersebut. Demonstrasi dengan ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum buruh nike di Indonesia seakan membuktikan dari teori marx yang mengatakan bahwa para buruh akan mengalami keterasingan dari pembagian kerja ataupun dari hasil karyanya di suatu perusahaan. Buruh akan merasa terasing dari orang- orang disekitarnya ketika dia menyadari bahwa dia sedang berada dalam keterasingan. Terlebih lagi, demostrasi yang dilakukan oleh para buruh adalah perwujudan dari perjuangan kelas proletar terhadap kelas borjuis.

 

Kesimpulan

Perbedaan teori negara marxis dengan teori negara noe klasik ialah teori negara marxis tidak sekedar memandang tentang bagaimana cara negara bertindak, melaikan lebih disebabkan oleh perbedaan pandangan tentang masyarakat. Perbedaan selanjutnya pendekatan ekonomi politk terhadap marxisme berusa memahami hubungan antara negara dengan perokonomian. Sementara pendekatan neo klasik dalam ekonomi politik memfokuskan pada efisiensi dari pertukaran dalam pasar. Kelemahan dari teori marxisme adalah dengan mengatakan bahwa syarat pembebasan kelas buruh adalah lenyapnya setiap kelas, sebgaimana syarat pembebasannegara ketiga, yakni tegaknya tata masyarakat borjuis adala lenyapnya semua kelompok- kelompok (estates) politik yang lama. Kelas buruh akan terus- menerus menggantikan masyarakat borjuis yang lama dengan suatu perserikatan yang meniadakan kelas dan pertentangan kelas, dan takkan ada lagi suatu kekuasaan politik sebenarnya karena perserikatan itu adalah kekuasaan politik teristimewa yang mengurus pertentangan kelas di dalam  masyarakat borjuis.  Di dalam tata ciptaan manusia yang tak ada lagi kelas- kelaslah yang evolusi sosial berhenti menjadi revolusi politik. Akan tetapi, masyarakat tanpa kelas tidaklah mungkin. Masing- masing individu pastilah memiliki kepentingan. Siapapun yang memiliki kepentingan akan berusaha untuk mewujudkan kepentingannya. Harapan Marx terhadap negara sebagai lembaga resmi dari masyarakat sebagai sarana untuk meleyapkan kelas- kelas tersebut adalah terlalu idealis. Setiap negara di dunia ini pun memiliki kepentingan di dalamnya. Dan untuk itu, negara tidak akan mungkin secara damai mau masuk untuk tidak saling merugikan. Hal itu tentunya sangatlah utopis. Selama manusia di dunia ini masih mementingkan kepentingannya dan berada dalam taraf keegoisan, maka pemikiran Marx dengan terciptanya masyarakat yang sosialis tidak mudah untuk dicapai.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://portal-ilmu.com/sejarah-neo-klasik/ https://media.neliti.com/media/publications/24459-ID-menuju-pemikiran-ekonomi-ideal-tinjauan-filosofis-dan-empiris.pdf