SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EGRANG DI KOMUNITAS GUBUK BACA LENTERA NEGERI DESA SUKOLILO KECAMTAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Adi Sasmito

Abstrak


RINGKASAN

Sasmito, Adi. 2018. Penerapan Pendidikan Karakter Malalui Permainan Egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Prodi PPKn, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Awaliyah S.H, M.Hum, (2) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si.

 

Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri, Permainan Tradisional Egrang, Penerapan Pendidikan Karakter.

Budaya dan kesenian harus tetap dilestarikan karena dengan budaya dan kesenian dapat membentuk karakter seseorang. Banyaknya kasus yang mencerminkan pembentukan karakter yang tidak baik mebuat pendidikan karakter sangat penting. Gubuk Baca Lentera Negeri merupakan komunitas yang bergeraka dalam bidang pendidikan yang mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan mengenalkan budaya, kesenian, cinta lingkungan serta permainan tradisional egrang kepada anak-anak. Minimal dengan begitu dapat membentuk karakter anak melaui kegiatan membaca, mengenalkan budaya dan permainan tradisional egrang.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan asal-usul permainan tradisional egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (2) menjalaskan tata cara permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (3) menjelaskan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (4) menjelaskan penerapan pendidikan karakter melalui permainan tradisional egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (5) menjelaskan kendala penerapam pendidikan karakter melalui permainan egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan jenis peneilitian diskriptif. Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, serta gubuk baca binaan Gubuk Baca Lentera Negeri seperti Gubuk Baca Gang Tato dan Gubuk Baca Anak Alam yang masih dalam satu Kecamatan Jabung. Sumber data yang diperoleh dalam peneitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Agar data yang diperoleh tidak diragukan kebenaranya maka dilakukan pengecekan keabsaahan temuan yaitu dengan meningkatan ketekunan, triangulasi, mengunakan bahan refrensi.

Temuan penelitian menghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) asal-usul permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mulai dari awal hingga terciptanya tarian egrang, (2) tata cara memainkan permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri yaitu mulai tahap persipan, tahap pelaksanaan, tahap penutup. (3) nilai-nilai karakter yang terkang dalam permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mengadung delapan nilai yang baik yang dapat membentuk karakter seseorang yang memainkanya, (4) penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri membuat seseorang tidak hanya bermain tetapi dapat belajar dengan apa yang dimainkan, sehingga ketika memainkanegrang  dapat menerapkan pendidikan karakter dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari selain bermain egrang. (5) Kendala dalam penerapan permainan egrang.

Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu Permainan egrang jika diterapkan kepada anak-anak atau seseorang secara tidak sadar mereka akan belajar tentang pendidikan karakter yang terkadung didalamnya. Seseorang memang dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari sebuah buku, tetapi tidak banyak orang yang mau mempraktikan dalam kehidupan nyata. Dengan bermain egrang tersebut seseorang dapat belajar nilai-nilai kebaikan dan mempraktikanya secara langsung. Untuk itu suatu pembelajaran juga dapat dibentuk melalui kegiatan belajar sambil bermain dan tidak harus melulu dikenalkan dengan teori-teori yang belum tentu seseorang memperaktikanya. Dalam permainan egrang seseorang langsung dapat belajar dan mepraktikan nilai kebaikan tersebut secara langsung. Ketika seseorang tersebut sudah mengerti niali-nilai tersebut harapanya agar dapat mempraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi jangan pernah malu memainkan permainan tradisonal.