SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMILU LEGISLATIF 2009 DI DAERAH PEMILIHAN KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

mat saleh

Abstrak


ABSTRAK

Matsaleh, 2009. Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 di Daerah Pemilihan Kecamatan Dau Kabupaten Malang.(Studi Kasus di Desa Sumbersekar Kec. Dau). Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Untari, M. Si, (II) Drs. Petir Pujantoro, M. Si.

Kata Kunci: Partisipasi Politik, Masyarakat, Pemilu Legislatif.

Partisipasi politik merupakan kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota partai atau kelompok kepentingan, dan sebagainya.

Partisipasi aktif mencakup kegiatan warga negara mengajukan usul mengenai suatu kebijakan umum, mengajukan alternatif kebijakan, mengkritik kebijakan, membayar pajak, ikut serta dalam pemilihan pimpinan pemerintahan dan sebagainya. Di sisi lain, partisipasi pasif antara lain berupa kegiatan menaati peraturan, menerima dan melaksanakan keputusan atau kebijakan pemerintah.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi politik masyarakat. adalah lingkungan sosial politik tak langsung (sistem politik, ekonomi, budaya dan media massa), pengaruh lingkungan sosial politik langsung (keluarga, agama, sekolah dan kelompok pergaulan), pengaruh faktor kepribadian, dan pengaruh faktor lingkungan sosial politik berupa situasi keadaan lingkungan pemilih.

Atas dasar itu maka, peneliti ingin mengetahui bentuk-bentuk partisipasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Desa Sumbersekar dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi empiris tentang bentuk-bentuk partisipasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Desa Sumbersekar dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.

Untuk mencapai tujuan tersebut metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik dalam pengumpulan data serta informasi adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang menggunakan langkah analisis reduksi, penyajian data, dan verifikasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi politik warga masyarakat Desa Sumbersekar adalah mayoritas mengikuti pemungutan suara (voting). Warga masyarakat Desa Sumbersekar juga telah berpartisipasi dalam konteks lobbiying, maupun contacting dengan pemerintah, pejabat, atau tokoh Parpol, walaupun ada tetapi terkategori rendah. Begitu pula dalam hal berpartisipasi ke dalam organisasi atau bergabung ke Parpol tertentu, partisipasi warga cukup rendah. 

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi warga masyarakat Desa Sumbersekar dalam Pemilu legislatif 2009 karena danya perangsang politik melalui media cetak maupun elektronik terutama televisi. Pendidikan agama atau nilai-nilai religius yang di anutnya atau yang di tanamkan oleh keluarganya atau lingkungan sosialnya. Adanya kebebasan dan lingkungan yang kondusif sehingga warga masyarakatpun dengan leluasa dan tidak ada ancaman dari pihak manapun untuk melakukan aktifitas dalam ranah politik seperti berpartisipasi dalam Pemilu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, di berikan saran; (a) Pemilih haruslah well informed dimana mereka tahu akan tata cara, proses dan tahapan pemilu.(b) Kepada Partai Politik yang berupaya untuk menggairahkan partisipasi politik, masyarakat hendaknya dibebaskan dari gerakan politik yang pragmatis dan berdampak destruktif bagi kesadaran masyarakat. (c) Masyarakat harus bersikap cerdas dan antisipatif terhadap gerakan politik uang. (d) Kepada para tokoh parpol, tokoh masyarakat, dan pejabat yang berwenang seperti KPU Pusat maupun KPU Daerah, jangan sampai apa yang kita kenal dengan partisipasi politik saat ini, sebenarnya tidak lain dari pada mobilisasi politik yang di lakukan dalam rangka membentuk dukungan terhadap negara. Warga masyarakat dapat di katakan tidak terlibat dalam pembuatan kebijaksanaan publik. Mereka bahkan mengalami alienasi untuk keperluan itu, dengan tetap di wajibkan untuk terlibat dalam implementasi kebijaksanaan publik.