SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DI MAJELIS TAKLIM MIFTAHUL JANNAH SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN MORAL MAHASISWA KOTA MALANG

Anazrul Ariji Subairi

Abstrak


ABSTRAK

Subairi, Anazrul Ariji. 2017. Pelaksanaan Kegiatan Pengajian Rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah Sebagai Sarana pendidikan Moral Mahasiswa Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum, (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Kegiatan Pengajian Rutin, Pendidikan Moral, Mahasiswa RT 08  RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang.

            Pendidikan bertujuan bukan hanya membentuk manusia yang cerdas dan terampil, namun di harap menghasilkan manusia yang memiliki moral. Dunia pendidikan akhir-akhir ini menghadapi persoalan yang kompleks, terutama dalam hal penanaman nilai moral. Kondisi moral generasi muda saat ini mulai rusak, hal ini ditandai dengan maraknya seks bebas, peredaran narkoba, tawuran, peredaran foto dan video porno. Kegiatan keagamaan, seperti kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan moral remaja saat ini. Kegiatan pengajian merupakan sarana dakwah Islamiyah yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Keagamaan yang umumnya mengawali pembinaan dan personalisasi nilai moral. Agama membuat remaja menyajikan kerangka moral, agama bisa merupakan stabilisator tingkah laku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah sebagai sarana pendidikan moral mahasiswa Kota Malang.
            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Informan disini yaitu informan dari Kelurahan Gading Kasri, informan dari Majelis Taklim Miftahul Jannah dan mahasiswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengujian data dengan membandingkan antara wawancara, observasi, dan dokumentasi.
            Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan kegiatan pengajian rutin diawali dengan pembacaan sholawat diiringi alat musik rebana, dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, acara inti berupa kegiatan ceramah, ditutup dengan pembacaan do’a dan diakhiri dengan kegiatan makan bersama. Kedua, muatan pendidikan moral dalam kegiatan pengajian rutin yaitu, melalui pembacaan sholawat sholawat dapat mencintai dan meneladani Rosulullah dengan diiringi alat musik rebana dapat meningkatkan kecintaan terhadap kesenian musik Islami, melalui pembacaan surah Al-Fatihah dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, melalui pembacaan Asmaul Husna dapat rendah hati dan tidak sombong, melalui kegiatan ceramah dapat pengetahuan khususnya mengenai agama, malalui pembacaan do’a dapat memohon ampunan meminta dan bersyukur, melalui kegiatan makan bersama dapat shodaqoh dan tidak kikir. Ketiga, Faktor yang mendorong mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pengajian yaitu, menambah pengetahuan khususnya tentang agama, penyampaian penceramah menarik, menanti penceramah dari luar, materi ceramah sangat bermanfaat, menjadi kebutuhan dan sebagai pengingat, berkumpul bersama teman, dapat lebih akrab dengan warga sekitar dan mengisi waktu luang. Keempat, Faktor yang menghambat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin yaitu, kurang fokus dan kurang memperhatikan, mengantuk, bermain handphone, bercanda dan bergurau, materi yang disampaikan masih ada yang belum dimengerti. Kelima, Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi hambatan yang mereka alami dalam kegiatan pengajian rutin yaitu, berusaha tetap fokus, berusaha memdengarkan dan memperhatikan, berusaha tidak bermain handphone, bertanya materi yang belum dimengerti kepada teman, mendiskusikan materi ceramah dengan teman.
            Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi Majelis Taklim Miftahul Jannah, sebaiknya memberikan pemahaman yang baru dan menarik, seperti materi ceramah membahas peristiwa-peristiwa yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Bagi Masyarakat RT 08 RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang, seharusnya masyarakat lebih berpartisipasi dalam kegiatan pengajian rutin, karena mereka merupakan panutan bagi anak-anak mereka. Bagi Mahasiswa RT 08 RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang, seharusnya mahasiswa lebih sadar akan manfaat dan pentingnya kegiatan pengajian terhadap diri dan kehidupan mereka.