SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Pementasan Drama Tradisional Besutan di Kabupaten Jombang

Nadika Putri Rifanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Kesenian Besutan merupakan kesenian khas dari Kabupaten Jombang yang merupakan cikal bakal dari Ludruk sekaligus pengembangan dari kesenian Lerok. Kesenian Besutan identik dengan tokohnya yaitu Besut, Rusmini, Man Gondo, dan Sumo Gambar. Di dalam pertunjukan Besutan ditengarai banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang ada di dalam masyarakat, karena cerita yang dibawakan juga dekat dengan kehidupan sosial masyarakat. Proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan terjadi sepanjang pertunjukan itu berlangsung yaitu melalui, bahasa verbal dan simbol-simbol yang digunakan seperti simbol dalam kostum, tata rias, maupun adegan pertunjukan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menjelaskan karakteristik drama tradisional Besutan (2) menjelaskan pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang, (3) menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Besutan, dan (4) menjelaskan proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan di Kabupaten Jombang, dan (5) kendala dan upaya dalam proses penanaman nilai-nilai kearifan local melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi yang dipilih sebagai tempat penilitian adalah Komunitas Tombo Ati dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi.

Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan lima pembahasan, yaitu (1) karakteristik drama tradisional Besutan merupakan kesenian yang berkembang dari kesenian Lerok yang kemudian menjadi cikal bakal Ludruk (2) pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Besutan yaitu nilai sosial, nilai etika, nilai religi, kerja keras, jujur, cinta tanah air, dan cinta lingkungan, (4) proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan di Kabupaten Jombang terjadi sepanjang pementasan Besutan itu sendiri, yaitu melalui bahasa verbal dalam kesenian Besutan dan simbol-simbol yang ditampilkan dalam Besutan, dan (5) kendala

dalam penanaman nilai-nilai kearifan local melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang adalah tidak banyaknya event atau kegiatan yang bisa digunakan sebagai ajang untuk mementaskan Besutan, peminat Besutan juga tidak terlalu besar hanya berasal dari kalangan tertentu, serta penggunaan dialek khas Jombangan yang kental dalam dialog Besutan. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang adalah pemerintah bekerjasama dengan kelompok teater yang ada di Jombang, pemerintah juga memfasilitasi kelompok teater yang akan mementaskan Besutan, dan memanfaatkan waktu riding untuk melatih penggunaan dialek khas Jombangan terlebih dahulu.

Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah pihak pemerintah harus terus mendukung kesenian Besutan dan kesenian lain di Kabupaten Jombang, agar kesenian tersebut masih bisa bertahan dan lebih akrab dengan masyarakat Kabupaten Jombang. Dan pihak pelaku kesenian juga harus selalu melakukan inovasi agar pertunjukan kesenian tersebut tetap menarik minat masyarakat. Sedangkan masyarakat juga harus ikut selalu melestarikan dan ikut memeriahkan apabila ada acara pertunjukan tersebut.