SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Marketing Politik Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar Terpilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2015

Acik Mei Prayuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Prayuni, Acik Mei. 2017. Marketing Politik Pasangan Calon Walikota dan Wakil

Walikota Blitar Terpilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2015.

Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan

Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al

Hakim, M.Si.(II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si.

 

Kata Kunci: Marketing Politik, Walikota dan Wakil Walikota, Pilkada

Marketing politik merupakan era baru dalam proses kampanye. Sekarang setiap elit politik semakin mempercantik diri untuk mencuri perhatian publik agar dianggap layak untuk dipilih. Setiap partai politik dibuat semenarik mungkin bukan hanya dari sisi warna, nama, logo tetapi aspek atribut dan kemasan visi-misi menjadi penting untuk diperhatikan.

Berkembangnya proses kampanye di masyarakat membuat persaingan partai politik yang jumlahnya sangat banyak memaksa setiap elit politik untuk membuat sesuatu yang baru dan menarik demi mencari perhatian publik. Yang memudahkan masyarakat dalam memilih kandidat ialah ciri khas yang dimiliki oleh kandidat tersebut. Maka dari itu marketing politik ini perlu digunakan guna sebagai jalan sukses memenangkan pilkada. Hal ini juga dilakukan oleh Samanhudi Anwar dan Santoso selalu Walikota dan Wakil Walikota Blitar terpilih pada Pilkada tahun 2015. Dalam menjalankan marketing politiknya banyak hal yang harus dilakukan mulai dari segmentasi pemilih, penguatan citra kandidat, merencanakan produk, dan pemilihan media promosi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk marketing politik yang dilakukan oleh Samanhudi Anwar dan Santoso pada Pilkada tahun 2015; (2) Untuk mengetahui alasan Samanhudi Anwar dan Santoso menggunakan marketing politik; (3) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pasangan Samanhudi Anwar dan Santoso dalam menjalankan marketing politik pada Pilkada tahun 2015.

Penelitian ini ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dengan metode ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan informasi dan data sebanyak-banyaknya serta mendalam yang terkait dengan marketing politik pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar pada Pilkada tahun 2015. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terhadap informan dan dokumentasi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan seperti pola yang diungkapkan oleh Miles dan Huberman. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pegecekan data dengan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik

Adapun hasil penelitian adalah (1) bentuk-bentuk marketing politik yang dilakukan oleh Samanhudi Anwar dan Santoso pada Pilkada tahun 2015 adalah penerapan strategi push marketing, pull marketing dan pass marketing.  Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh tim sukses ialah dengan cara segmentasi pemilih, penguatan citra kandidat, merencanakan produk, dan pemilihan media promosi. (2) Alasan Samanhudi Anwar dan Santoso menggunakan marketing politik adalah agar masyarakat merasa lebih dekat dengan calon pemimpin mereka sehingga menjatuhkan pilihanya saat pilkada; (3) kendala yang dihadapi oleh pasangan Samanhudi Anwar dan Santoso dalam menjalankan marketing politik pada Pilkada tahun 2015 adalah terjadi kerusuhan saat kampanye akbar, masyarakat yang kurang paham dengan sosialisasi yang dilakukan oleh tim sukses saat karena faktor usia.

Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian adalah (1) Untuk pasangan Calon Samanhudi Anwar dan Santoso harus amanah selama menjadi pemimpin di Kota Blitar, merealisasikan program-program yang sudah di janjikan kepada masyarakat; (2) kepada Tim Sukses Samanhudi Anwar dan Santoso lebih menjaga lingkungan ketika berkampanye. Jangan sampai banner, dan alat peraga kampanye lainya mengganggu ketertiban umum. Memanfaatkan potensi pemilih pemula sebagai pendongkrak suara. Dan kemenangan pada periode kedua ini disikapi dengan bijak selalu menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat . selalu mendahulukan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan; (3) Masyarakat pemilih Kota Blitar harus lebih kritis dalam menyikapi segala bentuk perpolitikan di Kota Blitar agar pada saat para tim sukses maupun pasangan calon melakukan kecurangan masyarakat harus lebih seletif dan siap menolak segala bentuk kecurangan yang dilakukan oleh tim sukses dan kandidat; 

(4) Untuk peneliti selanjutnya lebih kongkrit dan jelas dalam menjelaskan tentang marketing politik mulai dari segmentasi politik lebih baik digolongkan dari umur sampai dengan kelas sosial budaya masyarakat Kota Blitar.