SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata di pengadilan negeri pamekasan

Fara Divana

Abstrak


ABSTRAK
 
 
Divana,   Fara. 2009. Pelaksanaan eksekusi Dalam Perkara Perdata Di
Pengadilan  Negeri Pamekasan. Skripsi, Jurusan Hukum dan
Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang.
  Pembimbing : (1) Drs. Kt. Diara Astawa, S. H., M. Si. (2) Sutoyo, S.H.,
M.Hum. 
 
 
Kata Kunci : Eksekusi, Perkara Perdata
 
 
  Eksekusi merupakan suatu rangkaian putusan hakim yang merupakan
pengakhiran dari proses perkara perdata yang menyangkut hak, kewajiban
seseorang dalam suatu perkara atau persengketaan, ketentuan eksekusi juga
mengatur bagaimana putusan Pengadilan dapat dijalankan atau bagaimana suatu
ganti rugi dapat diwujudkan sebagai akibat dari adanya pelanggaran hukum
perdata. Apabila suatu perkara tidak dapat diselesaikan secara damai oleh pihak –
pihak yang berperkara, maka jalan terakhir yang dapat ditempuh adalah meminta
penyelesaian melalui Pengadilan Negeri yang berwenang. Gugatan yang di ajukan
kepada ketua Pengadilan Negeri itu disebut perkara perdata. Suatu perkara perdata
ini diajukan oleh pihak yang bersangkutan kepada Pengadilan untuk mendapatkan
pemecahan atau penyelesaian. Pemeriksaan perkara memang diakhiri dengan
putusan, akan tetapi dengan dijatuhkan putusan saja belumlah selesai
persoalannya. Putusan itu harus dapat dilaksanakan atau dijalankan. Suatu putusan
pengadilan tidak ada artinya apabila tidak dapat dilaksanakan. Pelaksanaan
putusan hakim atau eksekusi pada hakekatnya tidak lain adalah realisasi dari pada
kewajiban pihak yang kalah untuk memenuhi prestasi yang tercantum dalam
putusan tersebut.
  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Syarat-syarat proses
pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Pamekasan; (2)
Macam-macam pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri
Pamekasan; (3) Proses pelaksanaan eksekusi perkara perdata di Pengadilan Negeri
Pamekasan dan; (4) Kendala yang ada di dalam pelaksanaan eksekusi dalam
perkara perdata di Pengadilan Negeri Pamekasan.
Manfaat penelitian ini diantaranya yaitu : (1) Bagi peneliti yaitu
menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman terkait dengan kegiatan
penelitian dilapangan, mengetahui dan memahami secara mendalam mengenal
manfaat, tata cara serta praktek pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata di
Pengadilan Negeri Pamekasan, mempraktekkan teori penelitian selama
perkuliahan di jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Negeri Malang, pengalaman melaksanakan penelitian diharapkan
dapat menjadi bahan dalam melaksanakan penelitian lebih lanjut; (2) Bagi jurusan
Hukum dan Kewarganegaraan yaitu menambah sumber bacaan serta kajian
terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan eksekusi dan sebagai bahan acuan
bagi peneliti berikutnya yang berkaitan dengan ”Pelaksanaan Eksekusi Dalam
Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Pamekasan”; (3) Bagi Pengadilan Negeri                                                                    ii
Pamekasan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan eksekusi dalam
perkara perdata di Pengadilan Negeri Pamekasan. 
  Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif kualitatif karena di dalam penelitian kualitatif dilihat dari sisi
definisinya merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk
menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau
sekelompok orang. Sehingga penelitian kualitatif  bermaksud memahami
fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian.
  Hasil penelitian (1) Syarat-syarat proses pelaksanaan eksekusi adalah
menjalankan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, putusan tidak
dijalankan secara sukarela, putusan yang dapat dieksekusi bersifat kondemnatoir,
eksekusi atas perintah dan di bawah pimpinan Ketua Pengadilan Negeri; (2)
Macam-macam pelaksanaan eksekusi yaitu eksekusi putusan yang menghukum
pihak yang dikalahkan untuk membayar sejumlah uang, eksekusi putusan yang
menghukum orang untuk melakukan suatu perbuatan, dan eksekusi riil; (3) Proses
pelaksanaan eksekusi adalah peringatan atau aanmaning, surat perintah eksekusi,
dan berita acara eksekusi; (4) Kendala yang ada di dalam pelaksanaan eksekusi
adalah berhubungan dengan kurangnya kesadaran hukum masyarakat pihak yang
tereksekusi sehingga menentang petugas ata pelaksana, kurang kompaknya antara
pelaksana dengan instansi sehingga pelaksanaan eksekusi tidak bisa berjalan
dengan lancar, adanya perlawanan dari pihak ketiga dan dari segi keamanan yang
kurang mendukung.
  Berdasarkan pada hasil penelitian, ada beberapa saran di dalam
pelaksanaan eksekusi yaitu : (1) Demi kelancaran eksekusi hendakya pemohon
eksekusi sebelum mengajukan permohonan eksekusi supaya berkonsultasi terlebih
dahulu ke pengadilan untuk mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus
dipenuhi sehingga jauh-jauh sebelumnya dapat dipersiapkan syarat-syarat
tersebut; (2) Di dalam putusan hakim pasti mempunyai kekuatan eksekutorial
yaitu kekuatan yang mempunyai kepala putusan yang berbunyi ”Demi Keadilan
berdasarkan Ke Tuhanan Yang Maha Esa” Jadi putusan itu harus dapat
dilaksanakan atau di jalankan.; (3) Di dalam pelaksanaan eksekusi petugas
hendaknya memperlakukan pihak tereksekusi secara manusiawi; (4) Perlu adanya
kerja sama yang baik antara instansi terkait.