SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Pengadilan Agama dalam Menekan Angka Perceraian di Kabupaten Malang

Badrid Zia Ulkhaq

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulkhaq, Badrid, Zia. 2017.Peran Pengadilan Agama dalam Menekan Angka Perceraian di Kabupaten Malang . Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edi Suhartono, S.H., M. Pd. (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M. Pd., M. Si.

 

Kata Kunci :  Pengadilan Agama, Angka Perceraian, Kabupaten Malang

 

Tingginya jumlah penduduk pada kabupaten Malang pada tahun 2017 seiring dengan tingginya angka pernikahan dan terdapat juga dampak buruk yang terjadi adalah tingginya angka perceraian. Dari tiga wilayah di Malang raya, kabupaten Malang berada di posisi teratas dibandingkan dengan kota Malang dan kota Batu. Dari data Pengadilan Agama Kabupaten Malang, sejak Januari hingga Mei tahun 2017, terdapat 3.063 perkara cerai yang diajukan. Sementara jumlah perkara cerai yang telah diputus sejumlah 2.903 kasus. Dengan tingginya angka tersebut maka yang perlu diteliti adalah (1) bagaimanakah fenomena perceraian di kabupaten Malang, (2) bagaimanakah peran Pengadilan Agama dalam menekan angka perceraian di kabupaten Malang,(3) apakah hambatan Pengadilan Agama dalam menekan angka perceraian di kabupaten Malang.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tiga hal, yaitu (1) Mengetahui fenomena perceraian di kabupaten Malang, (2) Mengetahui peran Pengadilan Agama dalam menekan angka perceraian di kabupaten Malang, (3) Mengetahui hambatan Pengadilan Agama dalam menekan angka perceraian di kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif. Sumber data pada penelitian adalah pihak yang berperkara perceraian dan pegawai Pengadilan Agama kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik pengecekan keabsahan data yaitu ketekunan pengamat.

Hasil analisis dalam penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, fenomena perceraian pada kabupaten Malang pada tahun 2017 sangat memprihatinkan dengan tingginya angka perceraian di Pengadilan Agama kabupaten Malang yang disebabkan suami yang tidak bertanggung jawab dan konflik antara suami-isteri yang tidak dapat diselesaikan. Kedua, peran dari Pengadilan Agama kabupaten Malang untuk menekan angka perceraian yakni: Penyuluhan Hakim, Mediasi, dan Hakim yang wajib mendamaikan. Ketiga, hambatan pelaksanaan peran Pengadilan Agama kabupaten Malang dalam menekan angka perceraian yakni pihak tergugat yang berperkara perceraian tidak hadir secara pribadi maupun melalui kuasanya dalam setiap proses persidangan maupun mediasi.

Saran penelitian Diharapkan agar pihak yang memiliki perkara gugatan perceraian di Pengadilan Agama kabupaten Malang, untuk hadir  secara pribadi dalam setiap proses persidangan maupun mediasi setelah mendapatkan panggilan secara patut dari Pengadilan Agama kabupaten Malang.