SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Aljabar Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Permasalahan Fungsi

DAVID NURFIQIH

Abstrak


ABSTRAK

 

Berpikir aljabar sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menyebabkan perlunya berpikir aljabar untuk dipelajari/dikembangkan sejak dini.  Salah satu topik yang memiliki peranan yang mendasar dalam berpikir aljabar adalah konsep fungsi. Fungsi dideskripsikan secara umum sebagai tabel, grafik, simbol aljabar, kata-kata dan situasi permasalahan. Sedangkan dalam permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, siswa biasanya menggunakan beberapa representasi berupa kata-kata, tabel, grafik, dan persamaan. Masing-masing representasi ini mendeskripsikan bagaimana nilai satu variabel ditentukan oleh nilai variabel yang lainnya. Oleh karena itu, diperlukan studi yang mendalam bagaimana memahami pemahaman dan proses berpikir siswa terhadap konsep fungsi atau permasalahan fungsi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian riset naratif. Penelitian dilakukan di kelas VIII SMP Terpadu Cendekia Insani Situbondo. Subjek penelitian yang diambil adalah tiga siswa dengan masing-masing berkategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengkategorian siswa didasarkan dari hasil pemberian tes konsep fungsi pada studi pendahuluan. Metode Think-aloud digunakan saat subjek penelitian mengerjakan soal untuk mengungkap proses berpikir aljabar siswa dalam menyelesaikan permasalahan fungsi. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk menggali/melakukan pengecekan lebih dalam proses berpikir aljabar siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal permasalahan fungsi, pedoman wawancara, daftar Think-aloud, dan alat rekam video.

 

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa proses berpikir aljabar yang tampak hanya pada topik generalisasi aritmetika, penggunaan simbol yang bermakna, dan mempelajari fungsi. Generalisasi aritmetika yang digunakan adalah generalisasi operasi dan menggali suatu pola. Walaupun siswa menggunakan simbol yang bermakna, ada beberapa simbol yang digunakan tetapi tidak bermana yaitu penggunaan simbol “=” yang tidak bermakna pada beberapa bagian penyelesaian yang dikerjakan siswa. Berpikir aljabar yang dilakukan oleh 3 subjek penelitian ternyata ada pada level 3 untuk subjek 1 dan subjek 2 (siswa berkategori tinggi dan sedang) dan pada level 2 untuk subjek 3 (siswa berkategori rendah). Level 3 memiliki deskripsi melibatkan variabel dengan deskripsi yang jelas, menggunakan beberapa operasi, dan menggunakan simbol secara analitik. Level 2 memiliki deskripsi melibatkan variabel dan generalisasi tugas dikenali tetapi tanpa deskripsi yang jelas. Pelevelan berpikir aljabar tersebut mengacu pada 7 level berpikir aljabar yang dikemukakan oleh Godino dkk (2014). Empat langkah Polya dalam menyelesaikan permasalahan fungsi tidak selalu dilalui secara keseluruhan atau runtut. Empat langkah Polya tidak terlihat secara jelas pada penyelesaian tertulis subjek penelitian (tersirat) tetapi terlihat jelas saat subjek penelitian mengungkap dalam percakapan saat wawancara. Subjek penelitian dengan kategori tinggi dan sedang memiliki kesamaan proses berpikir aljabar dalam menyelesaikan permasalahan fungsi yaitu mengalami proses berpikir aljabar siswa tipe 1. Subjek penelitian dengan kategori rendah mengalami proses berpikir aljabar siswa tipe 2.