SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan sebagai Wujud Pelayanan Publik di Desa Jabang Kecamatan Kras Kabupaten Kediri

Siti Komariatuz Zahrok

Abstrak


ABSTRAK

 

Zahrok, Siti Komariatuz. 2017. Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan sebagai Wujud Pelayanan Publik di Desa Jabang Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si., (II) Dr. Moh. Yuhdi Batubara, S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci: peran kepemimpinan, kepala desa, pembangunan desa

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya pelayanan publik di desa Jabang yang sudah rusak dan tidak terawat seperti jalan, gedung olahraga dan lapangan olahraga. Serta belum maksimalnya pendidikan di desa Jabang khususnya pendidikan agama yaitu rendahnya gaji guru TPQ dan belum tersedianya sarana prasana di mushola seperti mukenah. Serta adanya pengaspalan jalan yang tertunda karena terbatasnya material yang digunakan. Sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui peran kepemimpinan dari kepala desa dalam pembangunan desa sebagai wujud pelayanan publik di desa Jabang kecamatan Kras kabupaten Kediri.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, peran kepemimpinan kepala desa dalam perencanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang, peran kepemimpinan kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang dan kendala yang dihadapi kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian ini. Subyek penelitian adalah kepala desa, perangkat desa dan warga desa Jabang. Sumber data yang diperoleh adalah informasi dari informan dan dokumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model Spradley yaitu analisis komponensial. Kegiatan analisis data dimulai dari penentuan aktor, tempat dan kegiatan, observasi partisipan, pencatatan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi deskriptif dan terseleksi, dan tahap pelaporan data. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi teknik dan sumber.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, mengenai peran kepemimpinan kepala desa dalam perencanaan pembangunan desa sebagai wujud pelayanan publik di desa Jabang. Kepala desa mempunyai beberapa peran yaitu sebagai perencana pembangunan, inisiator pembangunan, pemimpin diskusi dan fasilitaor dalam diskusi. Kedua, mengenai peran kepemimpinan kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan desa sebagai wujud pelayanan publik di desa Jabang. Kepala desa mempunyai beberapa peran sebagai pengawas, pemantau, ahli, pemberdaya, penganjur, pelayanan dan administrator, penanggung jawab dan evaluator.  Ketiga, mengenai kendala yang dihadapi kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan desa sebagai wujud pelayanan publik di desa Jabang yaitu konflik pembebasan lahan untuk pembuatan jalan baru, keterbatasan waktu yang dimiliki kepala desa untuk selalu mengawasi dan memantau pelaksanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang, pencairan dana pembangunan yang lama dan keterbatasan bahan material untuk pembangunan jalan raya.

Saran dalam penelitian ini, kepada kepala desa Jabang untuk pengadaan pembangunan sebaiknya disosialisasikan kepada masyarakat secara jelas maksud dan tujuan pembangunan, untuk menghindari konflik akibat pembangunan. Dan sering melakukan koordinasi dengan perangkat desa ataupun tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengawasi dan memantau pelaksanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang. Selain itu, perbaikan jalan rusak dan penerangan jalan segera dilaksanakan secara merata untuk mempermudah akses transportasi masyarakat. Kepada perangkat desa agar dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat Jabang, sebaiknya semua perangkat menerapkan 3S baik di kantor maupun di rumah karena masih ada beberapa perangkat yang kurang menerapkan 3S. Selain itu, perangkat desa sebaiknya lebih aktif memantau perkembangan desa Jabang dalam membantu kepala desa agar masyarakat Jabang lebih maju dan sejahtera. Kepada masyarakat agar lebih aktif dalam mengawal aparatur desa menjalankan amanah untuk meningkatkan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang. Dan masyarakat sebaiknya lebih responsif terhadap pelaksanaan pembangunan pelayanan publik di desa Jabang.

ABSTRAK

 

Zahrok, Siti Komariatuz. 2017. The Role Of Village Leadership In The Development As a Form Public Services In The Village Of Jabang, Sub-District of Kras Regency Of Kediri, Thesis, Prodi S1 Pancasila and Citizenship Education, Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Counselor: (I) Dr. Sri Untari, M.Si. (II) Dr. Moh. Yuhdi Batubara, S.H., M.Hum.

 

Keywords: leadership role, village head, village development

This research is based on the existence of public service in Jabang village that has been difficult and not maintained such as road, gym and sports field. And not maximal education in Jabang village especially religious education that is low teacher salary TPQ and unavailability of means of prasana in mosque like mukenah. And the pavement of pending road due to limited material used. So researchers are interested to know the role of leadership of the village head in rural development as a form public service in the village of Jabang sub-district of Kras regency of Kediri.

This research was conducted with the aim to describe several things, the role of head of village leadership in the planning of public service development in Jabang village, the role of head of village leadership in the implementation of public service development in Jabang village and obstacles faced by the village head in the implementation of public service development in Jabang village. This research uses a qualitative descriptive approach. With the researchers as the main instrument of this study. Research subjects were village head, village apparatus and villagers of Jabang. Sources of data obtained are information from informants and documents. Data collection techniques in this study are observation, interview and documentation. Analysis of this research data using Spradley model that is komponensial analysis. Data analysis activities start from the determination of actors, places and activities, participant observation, recording of observation and interview, descriptive and selected observation, and data reporting phase. To maintain the validity of data, triangulation techniques and resources are performed.

Based on the analysis of the data, obtained three conclusions of research results as follows. Firstly, regarding the role of village chief leadership in village development planning to improve public services in Jabang village. The village head has several roles as a development planner, development initiator, discussion leader and facilitator in the discussion. Secondly, regarding the role of village chief leadership in the implementation of village development as a form public services in Jabang village. The village head has several roles as supervisor, monitors, expert, empowerment, advocate, ministry and administrator, responsible person and evaluator. Third, regarding the obstacles faced by the village head in the implementation of village development as a form public services in Jabang village. Constraints to land acquisition conflicts to create new roads and limitations of time owned by village heads to always monitor and monitor the implementation of public service development in Jabang village. Long disbursement of development founds and limitations of materials for road contruction.

 

Suggestions in this study, to the head of Jabang village for the procurement of development should be socialized to the community clearly the purpose and objectives of development, to avoid conflict due to development. And often coordinate with the village or community leaders and religious leaders to monitor and monitor the implementation of public service development in Jabang village. In addition, the repair of damaged roads and street lighting will be implemented equally to facilitate public transportation access. To the village apparatus in order to provide services to the people of Jabang, all devices should apply 3S either in the office or at home because there are still some devices that are less implementing 3S. In addition, village apparatus should be more active in monitoring the development of Jabang village in assisting village heads to make Jabang community more advanced and prosperous. To the community to be more active in guarding the village apparatus run the mandate to improve the construction of public services in the village of Jabang. And the public should be more responsive to the implementation of public service development in Jabang village.