SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Partisipasi Perempuan sebagai Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang Tahun 2016

Fefian Tri Wahyu Wit Kurnia Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: Partisipasi, Perempuan, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas

Negeri Malang.

Partisipasi merupakan salah satu aspek penting demokrasi. Partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Kabinet Berani Tahun 2016 tinggi. Hal ini dikarenakan pengurus perempuan turut aktif memberikan gagasan maupun kinerjanya baik saat perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan. Selain itu dengan adanya ruang yang cukup untuk pengurus perempuan dalam beraktualisasi di BEM UM membuat perempuan dapat memberikan inisiatif dan berkontribusi sehingga dapat melakukan kinerjanya secara maksimal. Namun dalam kepengurusan tidak semua pengurus perempuan aktif dari awal sampai akhir kepengurusan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu: (1) partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016, (2) faktor pendorong dan penghambat partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016, (3) cara meningkatkan partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian yang berupa paparan data didapatkan dari penelitian ex post facto. Artinya yaitu, penelitian yang dilakukan setelah kejadian itu terjadi, pengambilan datanya dengan cara wawancara dan pemanfaatan dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama,bentuk-bentuk partisipasi yang dilakukan pengurus perempuan BEM UM Kabinet Berani Tahun 2016 untuk berpartisipasi yaitu:1) kegiatan pemilihan, pengurus perempuan berkontribusi dengan menjadi tim sukses, 2) kegiatan lobbying; pengurus perempuan melakukan lobbying denganPendamping BEM UM, OPM dan ONPM, organisasi daerah, dan mitra kerja diluar kampus mengenai program kerja, 3) kegiatan organisasi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Kedua, partisipasi perempuan di BEM UM Tahun 2016 dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong, meliputi faktor internal yaitu: 1) adanya semangat yang tinggi dalam berorganisasi untuk mengembangkan soft skill; 2) adanya keinginan untuk belajar bersosial, menjalin relasi dan menjadi Problem Solver. Faktor eksternal yaitu: 1) adanya Ruang yang cukup bagi pengurus perempuan untuk beraktualisasi; 2) adanya Pengarus Utamaan Gender. Sedangkan Faktor Penghambat meliputi faktor internal yaitu: 1) beberapa pengurus perempuan yang kurang percaya diri dan pasif; 2) daya tahan tubuh dan emosional perempuan yang kurang stabil. Faktor eksternal yang menghambat pengurus perempuan untuk berpartisipasi aktif yaitu: 1) beberapa pengurus perempuan mengikuti organisasi lebih dari satu dan kesibukan yang bermacam-macam; 2) tempat tinggal dari pengurus perempuan yang memberlakukan jam malam dan jarak tempat tinggal yang jauh. Ketiga, cara meningkatkan partisipasi perempuan di BEM UM Tahun 2016 yaitu: 1) adanya pendekatan personal; 2) melibatkan perempuan pada posisi dan peran penting dalam kepengurusan maupun kepanitiaan; 3) adanya diskusi atau pertemuan non formal antar pengurus.

 

Berdasarkan hasil penelitian di atas, terdapat saran yang diajukan kepada 1)Mahasiswa Universitas Negeri Malang, khususnya perempuan(mahasiswi) harus ikut berpartisipasi aktif dalam organisasi pemerintahan mahasiswa karena organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan kekuasaan lebih besar kepada mahasiswa, 2) Organisasi Pemerintahan Mahasiswa harus mewadahi dan memberikan ruang yang cukup untuk pengurus perempuan dalam beraktualisasi, agar perempuan dapat memberikan inisiatif dan berkontribusi secara maksimal, dengan tidak membeda-bedakan antara pengurus laki-laki dan pengurus perempuan (adanya pengarus utamaan gender),3) Universitas Negeri Malang bagian kemahasiswaan dibawah kepemimpinan Wakil Rektor III seyogyanya memberikan wawasan dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya berorganisasi agar mahasiswa tidak apatis, sehigga fungsi dari organisasi kemahasiswaan dapat tercapai dengan maksimal sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.