SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

RASIONAL DIAJUKANNYA GUGATAN PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA BLITAR

gagat barkah aprianto

Abstrak


ABSTRAK

Barkah, Gagat Aprianto 2016. Rasional Diajukannya Gugatan Perceraian di Pengadilan Agama Blitar. Skripsi, Jurusan, Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (II) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum.

Kata Kunci: Rasional dan Gugatan Perceraian

Gugatan perceraian yang diajukan oleh seorang wanita terjadi karena tidak adanya kecocokan dengan pasangan yang menyebabkan keharmonisan rumah tangga menjadi terganggu. Masalah-masalah yang menyebabkan terjadinya permasalahan tersebut lebih dikarenakan karena tidak adanya keharmonisan hubungan keluarga, faktor ekonomi dan adanya kesenjangan antara suami istri baik dalam pekerjaan atau status sosial yang dimiliki oleh suami istri. Selain itu ketidakhadiran seorang anak menjadikan salah satu penyebab terjadinya perceraian.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) latar belakang kehidupan para pelaku perceraian di pengadilan Agama Blitar (2) rasional yang menjadi penyebab utama diajukannya gugatan perceraian di Pengadilan Agama Blitar dan (3) Upaya yang dilakukan  pengadilan Agama Blitar untuk mengurangi terjadinya perceraian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini yaitu hakim pengadilan agama Blitar, Panitera Muda pengadilan Agama Blitar, serta pelaku gugatan perceraian di Blitar. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif  kualitatif,yaitu mendeskripsikan dan menganalisa secara aktual, sistematis, akurat data yang akan diteliti, yang telah diperoleh dilapangan (berupa kalimat-kalimat) kemudian menampilkan gambaran obyektif dari hasil penelitian berdasarkan kenyataan yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) latar belakang kehidupan para pelaku gugatan perceraian bedasarkan umur sebagian besar berusia 20- 30 tahun, bedasarkan pekerjaan pekerjaan pelaku gugatan perceraian yaitu sebagian besar memiliki pekerjaan di swasta, yaitu sebagai pekerja toko, sebagai buruh pabrik dan sektor peternakan dan pertanian, wiraswasta yaitu mendirikan toko serba usaha, rumah makan, usaha persewaan, PNS yaitu sebagai guru, bidan dan instansi pemerintah yang lain, pendidikan lulusan SD, dan menikah di usia yang muda; (2) Rasional yang menyebabkan diajukan gugatan perceraian yaitu sebagai berikut: a) Tidak adanya tanggungjawab, b) Perselisihan yang terjadi secara terus menerus , c) Terjadinya KDRT adalah tindakan dari suami yang melakukan perilaku kasar kepada istri baik secara fisik maupun verbal , d) masalah ekonomi , e) Selingkuh dan f) mabuk; (3) Upaya Pengadilan Agama Blitar Dalam Mengurangi Angka Perceraian di Kota Blitar yaitu dengan melakukan mediasi kepada pihak-pihak yang melakukan perceraian.

Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini yaitu hendaknya KUA Kota Blitar untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan persyarakatan yang harus dipenuhi dalam perkawinan sehingga dapat menghindari terjadinya perceraian. Masyarakat harus melakukan pertimbangan secara matang sebelum melangsungkan pernikahan, dimana dengan persiapan yang sudah terencana akan memberikan jaminan bahwa pernihakan yang dilakukan tidak menumbulkan permasalahan pada masa-masa yang akan datang.