SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Gaya Kepemimpinan Presiden Indonesia dari Soekarno Hingga Susilo Bambang Yudoyono

Bagus Novantoro

Abstrak


ABSTRAK

Novantoro, Bagus. 2016. Analisis Gaya Kepemimpinan Presiden Indonesia Dari Soekarno Hingga Susilo Bambang Yudoyono. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (II) Dr, Sutoyo, S.H, M.Hum

Kata Kunci: gaya kepemimpinan, presiden, Indonesia

Gaya Kepemimpinan merupakan gabungan dua kata yang memiliki satu arti. Gaya merupakan gerak atau tingkah sesorang, sedangkan kepemimpinan sendiri berasal dari kata pimpin yang berarti secara luas adalah panutan. Indonesia merupakan negara yang sudah berganti era kepemimpinan sebanyak tujuh kali. Mulai dari presiden Soekarno sampai yang terakhir adalah presiden Jokowi yang masih menjabat sampai saat ini. Masing masing presiden memiliki ciri khas dan gaya kepemimpinan masing-masing. oleh kerena itulah penulis ingin memperdalam penelitian tentang gaya kepemimpinan masing-masing presiden indonesia.

Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap berkembangnya suatu negara. Gaya memimpin seorang pemimpin akan menjadi panutan anggota yang dipimpinnya. Tidak terkecuali indonesia.

Hasil penelitian ini adalah pertama bahwa setiap gaya kepemimpinan akan membawa dampak besar bagi masyarakat. Kepemimpinan yang keras juga akan menimbulkan masyarakat yang keras. Kepemimpinan yang lembut juga akan membuat masyarakat kurang berpartisipasi dalam menjalankan negara.

Ada berbagai macam gaya kepemimpinan didunia ini, namun yang paling menonjol sebenarnya hanya ada tiga. Pertama, gaya kepemimpinan otoriter. Gaya kepemimpinan ini adalah gaya kepemimpinan yang menjadikan seorang pemimpin berkuasa penuh atas negara. Kepemimpinannya hanya berdasarkan pemikiran pemimpin. Anggota hanya dianggap boneka yang harus selalu nurut terhadap pemimpin. Kedua, kepemimpinan kendali bebas. Kepemimpinan ini kebalikan dari kepemimpinan otoriter. Dalam kepemimpinan kendali bebas tugas seorang pemimpin hanya sebatas simbol negara. Pemimpin tidak ikut campur dalam proses administrasi negara. Pemimpin cenderung menghindar dari tugas-tugas negara dan hal itu hal yang wajar. Kebebasan masyarakat juga dibuka sebebas-bebasnya sehingga ran sekali terjadi konflik. Yang ketiga kepemimpinan demokratis. Inilah kepemimpinan yang paling cocok diterapkan di Indonesia, karena pada dasarnya kepemimpinan ini dalah kepemimpinan yang harus mempunyai rasa toltransi yang tinggi. Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku, ras, dan budaya. Oleh karena itulah kepemimpinan ini sangat cocok di Indonesia.

Dari berbagai gaya kepemimpinan yang ada Indonesia hanya pernah dipimpin oleh dua tipe kepemimpinan, yaitu demokratis dan otoriter, itupun tidak seratus persen demokratis atau seratus persen otoriter. Tidak bisa dipungkiri bahwa sedemokratisnya seorang pemimpin pasti dia memiliki ego yang mengendalikan tingkah lakunya. Kepemimpinan otoriter di Indonesia tidak

sepenuhnya terlihat sebgagai kepemimpinan yang otoriter, jadi Intinya Indonesia memang negara Demokrasi, namun kepemimpinannya belum tentu demokratis.