SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kerjasama Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam Pengelolaan Wisata Rumah Pohon di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Alfian Mustafawira

Abstrak


ABSTRAK

Mustafawira, Alfian. 2016 Kerjasama Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam Pengelolaan Wisata Rumah Pohon di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si, (2) Rusdianto Umar, SH. M.Hum

Kata kunci: Kerjasama, Pemerintah Desa, Karang Taruna, Pengelolaan Wisata

Kerjasama Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam pengelolaan Pengelolaan Wisata Rumah Pohon di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tempat wisata baru ini semakin banyak didatangi oleh pengunjung, meliputi (1) pengelolaan wisata Rumah Pohon; (2) Kerjasama Pemerintah Desa Karangpatihan dengan Karang Taruna “Wira Taruna” dalam pengelolaan Wisata Rumah Pohon; (3) Kendala yang muncul ketika jalannya kerjasama Pemerintah Desa Karangpatihan dengan Karang Taruna “Wira Taruna” dalam pengelolaan Wisata Rumah Pohon; (4) Cara mengatasi kendala yang muncul ketika jalannya kerjasama Pemerintah Desa Karangpatihan dengan Karang Taruna “Wira Taruna” dalam pengelolaan Wisata Rumah Pohon.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Pemerintah Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, dan juga dari Karag Taruna “Wira Taruna” sebagai pengelola wisata Rumah Pohon. pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi biasa ditambah observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, dan triangulasi.

Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, Wisata baru bernama Rumah Pohon yang ada di puncak Gunung beruk Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, dari awal memang dikelola oleh pemuda Karang Taruna desa sebagai salah satu pemberdayaan anggotanya, dengan cara pembagian tugas di setiap wahana wisata, serta ada juga yang menunggu tempat parkir. Tiap pengunjung yang hadir dikenai tiket masuk seharga 3.000 Rupiah dan Karcis parkir seharga 2.000 Rupiah. Kedua, Kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Karangpatihan dan Karang Taruna “Wira Taruna” terbagi menjadi 2 yaitu (1) kerjasama Fisik yaitu kerjasama yang terlihat sejak dilantiknya Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) oleh Pemerintah Desa Karangpatihan. Pokdarwis yang di dalamnya adalah pemuda Karang Taruna sebagai pengelola wisata Rumah Pohon, dan Pemerintah desa Karangpatihan sebagai pengawas jalannya pengelolaan wisata tersebut. (2) Kerjasama bagi hasil dari pengelolaan wisata Rumah Pohon yaitu dengan masuknya semua hasil yang didapat kepada pihak BUMDes sebagai pengelola uang aset Desa, dengan pembagian 75% untuk Pokdarwis sebagai pengelola wisata sebagai upah jasa para pemuda, dan juga untuk pengembangan, serta 25% masuk ke kas Desa Karangpatihan yang nantinya disumbangkan kepada masyarakat penyandang Tuna Grahita. Ketiga, Masalah yang ada sampai saat ini terbagi menjadi 2 yaitu (1) Kurangnya Dana Untuk pengembangan wisata. (2) pengamanan yang kurang didalam tempat wisata, dan. Keempat, Setiap masalah yang muncul pasti diselesaikan dengan cara musyawarah yang dihadiri Pemerintah Desa Karangpatihan, Pokdarwis, dan juga BUMDes.penyelesaian masalah tersebut terbagi 3, yaitu : (1) Masalah dana yang kurang dibantu oleh Pemerintah Desa Karangpatihan melalui pengajuan proposal kepada perusahaan atau pabrik untuk meminta bantuan dana. (2) Pengamanan yang kurang dibantu dengan adanya Babinsa, dan juga dari pihak Polsek.

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Jalannya Kerjasama yang dijalin antara Pemerintah Desa Karangpatihan dan Karang Taruna “Wira Taruna” adalah harus dibuatnya perjanjian secara tertulis agar jelas pembagian kerjasama tiap pihak, serta agar mudah apabila menyelesaikan masalah yang ada. Pergantian Ketua BUMDes, Karang Taruna dan juga Pokdarwis yang diketuai oleh satu orang saja. Harus adanya peran Dinas Pariwisata, pemuda dan Olaharaga untuk sering melakukan sosialisasi tentang Sapta Pesona Pariwisata agar masyarakat sekitar wisata Rumah Pohon bisa mengetahui dan menempatkan diri sebagai tuan rumah yang baik karena banyak pengunjung yang datang tiap harinya.