SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS X SMKN 10 MALANG

Peni Peni

Abstrak


ABSTRAK

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Tindakan dalam setiap siklus dilakukan dengan cara peneliti memberikan penugasan projek yang harus diselesaikan secara berkelompok. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunkan model Project Based Learning dapat meningkatkan pembelajaran PPKn yang dilihat melalui aktivitas belajar siswa untuk setiap kelompok. Aktivitas belajar siswa muncul dari 6 langkah model pembelajaran Project Based Learning 1) bertanya 2) mencatat 3) mendengarkan 4) diskusi 5) membuat video 6) menyajikan hasil 7) mengemukakan fakta dan 8) membuat keputusan. Aktivitas tersebut menekankan pada tingkat kreativitas siswa dan menyalurkan ide-ide baru yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan kelompok sehingga siswa dapat mengkostruk pengetahuannya sendiri dengan interaksi bersama lingkungannya. Pengetahuan yang didapatkan siswa secara langsung tersebut terbukti dapat meningkatkan hasil belajar secara klasikal dari siklus I hasil belajar siswa mencapai 40% dan pada siklus II mencapai 85%.

Kata kunci: Model Project Based Learning, Hasil Belajar.

Pendidikan harus membentuk kompetensi siswa baik dalam pengetahuan, keterampilan serta sikap dan perilaku. Kurikulum yang digunakan pada umumnya fokus pada pengembangan pengetahuan siswa sehingga kurikulum cenderung berbasis pada materi ajar dan penilaian yang digunakan hanya berupa tes. Kondisi ini jelas terlihat dari deskripsi kompetensi dan penilaian yang digunakan di sekolah untuk menentukan kompetensi siswa. Tujuan pendidikan nasional dimuat dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mendiskripsikan tentang pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Tujuan tersebut seharusnya dicapai dengan upaya yang terencana dan sistematis melalui kegiatan pendidikan di sekolah. Materi pendidikan kewarganegaraan di sekolah perlu ditekankan pada upaya untuk membentuk karakter siswa dan tidak membebani siswa dengan pengetahuan undang-undang dan sistem pemerintahan. Salah satu model pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah model pembelajaran berbasis proyek Project Based Learning. Model Project Based Learning merupakan penyempurnaan dari model problem based learning. Strategi proyek bertujuan untuk memantapkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, serta memungkinkan siswa memperluas wawasan pengetahuannya dari suatu mata pelajaran tertentu (Semiawan, dkk., (1987) dalam wena, 2014). Hal itu yang melatar belakangi pemilihan model pembelajaran berbasis Proyek Project Based Learning merupakan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, bersifat antar disiplin ilmu (integrasi antar mata pelajaran), dan berjangka panjang.

Project Based Learning dapat didefinisikan sebagai sebuah pembelajaran dengan aktivitas jangka panjang yang melibatkan siswa dalam merancang, membuat, dan menampilkan produk untuk mengatasi permasalahan dunia nyata. Project based Learning dan Problem Based Learning adanya produk yang harus dibuat dan ditampilkan oleh siswa dalam Project Based Learning. Project Based Learning pada umumnya melibakan kolaborasi beberapa mata pelajaran, sedangkan Problem Based Learning mencakup satu mata pelajaran saja. Perlu di catat bahwasanya Project Based Learning sederhana dapat juga diterapkan untuk satu mata pelajaran, namun perlu pertimbangan dalam menerapkan pembuatan tugas agar tidak membebani siswa jika guru lain memberikan tugas secara bersamaan.