SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam Memberdayakan Pengrajin Sepatu di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto

afandy kartika utama

Abstrak


Nunggraini, Elisa. 2016. Peran Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Malang Dalam Pendidikan Moral Anak Asuh Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Margono. M.Pd, M.Si, (II) Hj. Yuniastuti, SH, M.Pd.

Kata Kunci: Moral, Panti Asuhan, Nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan moral ditujukan untuk memagari manusia dari melakukan perbuatan yang buruk yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada baik itu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. pendidikan moral ialah proses perubahan tingkah laku secara sistematik yang bertujuan agar seseorang dapat berpikir, merasakan dan bertindak sesuai dengan kaidah kesusilaan atau kebiasaan serta nilai-nilai dasar yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu, sehingga menjadi manusia yang bermoral.

Pendidikan moral yang terdapat di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, adapun kegiatan pendidikan moral itu terbagi dalam dua jadwal yakni program terjadwal dan program pembiasaan. Adapun contoh dari program terjadwal yaitu (1) tapak suci, (2) hizbul wathan, (3) kegiatan kewirausahaan membuat serbuk jahe instan. Dan contoh dari program pembiasaan yaitu (1) peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah peran pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Malang dalam pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? (2) Bagaimanakah pelaksanaan program pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang? (3) Faktor-faktor apa sajakah yang menghambat pelaksanaan pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang? (4) Bagaimana upaya  mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang?

Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang pada tanggal 10 Oktober-10 November 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan dari jenis penelitan deskriptif ialah untuk membuat deskripsi, atau gambaran secara sistematis mengenai fakta-fakta yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan.

Hasil penelitian yang peneliti peroleh dari penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah peran pengasuh panti asuhan dalam pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pengasuh panti asuhan berperan sebagai orang tua, fasilittaor dan evaluator bagi anak asuh dalam rangka pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Program pendidikan moral yang terdapat di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang dilaksanakan melalui dua program yakni (1) program terjadwal, (2) program pembiasaan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan  melalui program terjadwal meliputi (1) tapak suci, (2) hizbul wathan, (3) kegiatan kewirausahaan membuat jahe. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan melalui program pembiasaan meliputi (1) peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri.

Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang diantaranya (1) perbedaan latar belakang pemikiran atau persepsi antara pengasuh dengan anak asuh, (2) kurangnya kesadaran anak asuh terhadap tata tertib yang berlaku, (3) heterogenitas anak asuh, (4) pengawasan yang tidak maksimal saat anak asuh berada di luar lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang antara lain (1) ketlatenan dan kesabaran pengasuh dalam menghadapi anak asuh, (2) sikap yang tegas dari pengasuh terhadap anak asuh yang melanggar peraturan yang berlaku, (3) kedekatan secara lahir dan batin yang dilakukan oleh pengasuh kepada anak asuh, (4) menciptakan koordinasi dna hubungan baik antara pengasuh dengan pihak sekolah.

Saran dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah untuk mengoptimalkan program-program dalam pendidikan moral anak asuh, selain dengan memberikan kasih sayang lebih baiknya juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak asuh yang semuanya terlokalisasi dalam satu area panti sehingga memudahkan pengasuh untuk memonitor kegiatan anak ash baik yang bersifat formal maupun non formal.

Bangsa Indonesia mengalami berbagai masalah yang dihadapi selama ini yaitu krisis ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran. Jumlah kemiskinan semakin meningkat dari setiap tahunnya pada masyarakat Indonesia. Ketidak berhasilan dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran terjadi akibat kurangnya kesadaran pemerintah dalam memperhatikan kondisi rakyat Indonesia. Pengangguran dan kemiskinan terjadi akibat kurangnya lapangan pekerjaan. Dalam masalah ini apabila pemerintah tidak mengambil alih untuk menangani masalah yang dihadapi, maka akan terjadinya jumlah angka kemiskinan dan pengangguran pada masyarakat Indonesia dari setiap tahunnya akan meningkat. Sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia akan terancam akibat kurangnya kesadaran pemerintah.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto dalam pemberdayaan pengrajin sepatu di desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto?. (2) Bagaimana program pemberdayaan pengrajin sepatu di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto?. (3) Apa saja yang menghambat pelaksanaan program Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto?. (4) Bagaimana upaya dalam mengatasi hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan program Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto dalam pemberdayaan pengrajin sepatu di Desa Mlaten Kecamatan Prui Kabupaten Mojokerto?.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian di Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Desa Mlaten. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan pihak yang bersangkutan yaitu pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pemilik industri usaha sepatu, dan pengrajin sepatu  dengan informan pendukung yaitu dokumentasi dan arsip Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan data letak geografis wilayah desa Mlaten. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan temuan digunakan tringaluasi.

Kesimpulan penelitian ini adalah peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (1) membina IKM pengrajin sepatu, (2) mendorong kerjasama, (3) mengembangkan dan mengawasi pengrajin sepatu, (4) memfasilitasi pengrajin sepatu, dan (5) mengarahkan pengrajin sepatu. Program Dinas Perindustrian dan Perdagangan (1) pengembangan IKM pengrajin sepatu, (2) peningkatan kemampuan teknologi industri, dan (3) pengembangan sentra-sentra industri potensial. Hambatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (1) kurangnya Akurasi Data, (2) Keterbatasan permodalan, dan (3) lemahnya SDM. Upaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (1) pendataan pengrajin sepatu, (2) bantuan alat untuk pengrajin sepatu, (3) memberikan akses informasi untuk pengrajin sepatu, dan (4) memberikan pelatihan.

Saran dari penelitian dan pembahasan memiliki saran yang ditujukan beberapa pihak, yaitu (1) bagi pemerintah Kabupaten Mojokerto, (2) bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, dan bagi pengrajin sepatu.