SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Website sebagai Sumber Belajar Berbasis E-Learning Mata Pelajaran PPKn Kelas XI di SMAN 1 Lawang

Mochammad Agung Khoirudin M.A

Abstrak


ABSTRAK

M.A, Moch. Agung Khoirudin. 2016. Pengembangan Website sebagai Sumber Belajar Berbasis E-Learning Mata Pelajaran PPKn Kelas XI di SMAN 1 Lawang. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si. (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Belajar, Website, E-learning, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang bermutu. Inovasi pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, dibutuhkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembelajaran adalah sumber belajar. Sumber belajar yang masih umum digunakan saat ini adalah buku. Namun, saat ini arus teknologi dan informasi sudah semakin berkembang. Dunia pendidikan perlu memanfaatkan teknologi dan informasi ini untuk menciptkan sebuah sumber belajar yang praktis. Masuknya teknologi internet yang kemudian dikenal sebagai e-learning (pembelajaran elektronik) tidak dapat dihindari.

E-learning membawa transformasi pendidikan konvesional dalam bantuk digital, bahkan saat ini sudah banyak digunakan. Namun, pemanfaatan internet kebanyakan tidak untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran sehingga berdampak negatif pada peserta didik. Beberapa jejaring sosial seperti twitter, facebook, instagram, dan game online menjadi rutinitas dan kebutuhan tersendiri. Sehingga banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar di rumah terbuang dan terabaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan sebuah penelitian pemanfaatan jaringan internet berupa website yang dapat digunakan sebagai sumber belajar peserta didik. Peserta didik bisa belajar kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Pengembangan website sebagai sumber belajar PPKn berbasis e-learning kelas XI tingkat SMA ini dilakukan di SMAN 1 Lawang.

Penelitian dilakukan untuk mengembangkan produk berupa website sebagai salah satu pemanfaatan arus teknologi dan informasi. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk sumber belajar siswa mandiri dan memotivasi guru menjadi kreatif. Peneliti memodifikasi model pengembangan Borg and Gall yang semula 10 langkah menjadi tujuh langkah, diantaranya: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal; (2) perencanaan produk; (3) pengembangan produk awal; (4) validasi ahli media, materi, dan pembelajaran; (5) revisi produk; (6) uji lapangan; (7) revisi produk akhir.

Pada penelitian ini diujikan satu materi sebagai obyek uji pengembangan website yaitu materi penegakan hak asasi manusia. Produk berupa website yang dikembangkan ini memiliki beberapa bagian yang menampilkan konten PPKn materi penegakan hak asasi manusia kelas XI SMA. Tampilan depan terdiri dari beberapa tombol menu yang dapat dipilih, yaitu: (1) kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran; (2) materi penegakan hak asasi manusia; (3) uji kompetensi; (4) kunci jawaban; (5) profil pengembang. Gambar atau background didesain dengan burung garuda pada website untuk menarik perhatian.

Produk pengembangan website PPKn berbasis e-learning ini dapat digunakan untuk belajar mandiri peserta didik karena sangat layak digunakan. Tingkat kelayakan website berbasis e-learning mata pelajaran PPKn kelas XI tingkat SMA pada materi penegakan hak asasi manusia diperoleh dari hasil validasi dan uji coba lapangan. Hasil validasi dari ahli media mencapai 86,54% yang berarti sangat layak. Kemudian hasil validasi dari ahli materi mencapai 81,82% yang berarti sangat layak digunakan. Sedangkan hasil validasi dari praktisi pembelajaran mencapai 89,58% yang berarti  memiliki kriteria sangat layak digunakan. Pada uji coba kelompok kecil, website ini mendapatkan kriteria sangat layak digunakan dengan mencapai 84,67%. Sedangkan pada uji coba kelompok besar diperoleh 85,16% dengan kriteria sangat layak digunakan. Saran untuk pengembang selanjutnya, produk pengembangan website berbasis e-learning ini dapat digunakan pada materi mata pelajaran PPKn lainnya, atau pada mata pelajaran lain. Untuk memperoleh hasil yang lebih valid, disarankan pengembang selanjutnya melakukan uji coba produk dengan skala yang lebih besar. Sebab pada penelitan dan pengembangan ini masih dilakukan dalam uji coba terbatas.