SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KESADARAN HUKUM ANGGOTA “GABUNGAN OJEK NGORO” (GONG) TERHADAP UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI DESA WOTANMAS JEDONG KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO

ahmad agung setyawan

Abstrak


ABSTRAK

Setyawan, Ahmad, Agung, Budi. 2015. Kesadaran Hukum Anggota “GABUNGAN OJEK NGORO” (GONG) terhadap UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Desa Wotanmas Jedong Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Moch. Yuhdi Batubara, S.H., M.H., (II) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum.

Kata kunci: Kesadaran Hukum, Lalu Lintas, Ojek.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Fungsi hukum ialah menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup pada semua bidang termasuk bidang transportasi. Berperilaku tertib berlalu lintas merupakan cerminan budaya bangsa yang harus dimiliki oleh setiap individu maupun orang, untuk berperilaku tertib berlalu lintas dibutuhkan pemahaman, kesadaran, dan moralitas yang tinggi karena akan berpengaruh terhadap keselamatan dan keamanan jiwa orang atau pengguna jalan. Masih kurangnya tingkat pemahaman, kedisiplinan berlalu lintas dan belum mengakarnya kesadaran akan hukum ketertiban berlalu lintas serta banyaknya kasus pelanggaran Lalu Lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) pada saat berkendara menjadi masalah yang cukup komplek. Oleh karena itu, ketertiban berlalu lintas akan tercapai apabila semua masyarakat termasuk anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) sudah memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penerapan Undang-Undang Lalu Lintas dan semua itu bermula pada proses penertiban diri sendiri.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendiskripsikan pengertian atau pemahaman anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas, (2) mengetahui kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas, (3) mendiskripsikan bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU NO. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan, (4) mendiskripsikan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Penelitian ini dilakukan di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang yang digunakan adalah obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langka pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan/keajekan pengamatan dan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengertian atau pemahaman anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas masih kurang, (2) kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas juga masih kurang, (3) bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU NO. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan adalah (a) tidak memakai helm pada saat mengendarai kendaraan (sepeda motor), (b) membawa penumpang melebihi satu orang menggunakan sepeda motor tanpa kereta samping, (c) tidak menyalakan lampu utama pada siang hari, (d) tidak memberi/menyalakan lampu isyarat penunjuk arah atau isyarat tangan pada saat akan membelok atau balik arah, (e) kelengkapan kendaraan bermotor laik jalan kurang (tidak ada)atau tidak standar. (4) upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan yang dilakukan oleh Pihak Satlantas Polres Mojokerto bersama Pihak Unit Lantas Polsek Ngoro yaitu melalui upaya preventif (a) sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, (b) turjawali Lalu Lintas, (c) himbauan dan pemasangan spanduk tentang Lalu Lintas, dan upaya represif (a) teguran, (b) penindakan tilang.

Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan antara lain: (1) diharapkan agar anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) dapat lebih mengerti, memahami, menyadari, serta menerapkan cara berkendara sesuai dengan aturan yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, agar tercipta kondisi Lalu Lintas yang tertib dan aman, (2) bagi pengendara khususnya anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) dan masyarakat di kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto, seyogyanya mematuhi peraturan Lalu Lintas pada saat berkendara guna untuk membangun dan meningkatkan kesadaran hukum akan ketertiban berlalu lintas, (3) Bagi Satlantas Polres Mojokerto dan Unit Lantas Polsek kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto serta instansi terkait dapat berkerja sama dalam menggencarkan sosialisasi dan penjagaan Lalu Lintas sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum tertib berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka pelanggaran Lalu Lintas dan menegakkan ketertiban di jalan raya.