SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Iplementasi Pendidikan Karakter Di Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum

Fransisca Indrias Setiana

Abstrak


ABSTRAK

Setiana, Fransisca Indrias. 2016. Implementasi Pendidikan Karakter di Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (II) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum

Kata Kunci :Karakter, Pendidikan Karakter, Implementasi

Generasi muda merupakan sebuah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan nasib dari bangsanya oleh karena itu sangat penting bagi setiap generasi  muda ini untuk mendapatkan pendidikan karakter sejak dini sebagai bentuk upaya menghadapi era global dengan berbagai kemajuan teknologi yang tidak hanya membawa dampak positif namun juga kerap kali diwarnai dengan dampak negatiftidak dapat dipungkiri adanya kebebasan yang tak terbatas ini dapat membuat setiap generasi muda kehilangan jati diri dan kepribadian sebagai Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter bangsa. Oleh karenanya sangat penting adanya kerjasama baik baik antara lembaga-lembaga formal seperti sekolahan serta lembaga-lembaga non-formal dan keluarga ataupun lingkungan sosial. Seperti halnya Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum lembaga pendidikan dan keagamaan yang ikut memberikan peran dalam upaya implementasi pendidikan karakter.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) implementasi nilai-nilai karakter yang terdapat dalam Seminari Menengah St.Vincentius A Paulo Garum, (2) starategi yang diterapkan oleh pihak Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum dalam upaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada para seminarisnya, (3) bahan ajar penerapan nilai-nilai karakter yang dipergunakan di Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum, dan (4) evaluasi pembelajaran dalam penanaman nilai-nilai karakter yang ada di Seminari Menengah St.Vincentius A Paulo Garum.

Untuk mencapai tujuan diatas, maka peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian deskriptif.Sumber data dalam penelitian ini adalah romo, guru-guru, seminaris, dan dokumen, sedangkan prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan di analisis dengan tahap (1) mengumpulkan data dilapangan, (2) penyajian data dengan bentuk kategori-kategori, (3) dan membuat kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Pertama, Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum memiliki dua puluh enam nilai karakter yang mana nilai-nilai karakter bangsa juga termuat didalamnya sebanyak lima belas nilai karakter bangsa. Kedua, stratrgi yang pergunakan di Seminari memiliki empat diantaranya yaitu adanya ruang interaksi, pembiasaan, aturan (tata tertib) yang tegas, serta adanya punishment. Ketiga,bahan ajar yang digunakan bersifat umum sesuai dengan ketentuan kurikulum, bersifat keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan seminarisnya, dan setiap pengembangan bahan ajar dibuat untuk membantu memecahkan persoalan dalam belajar. Keempat, pihak Seminari dalam melakukan evaluasi memakai bentuk tes sederhana, dan non tes dalam bentuk rapat bulanan untuk menginformasikan pengamatan oleh guru-guru, dan cek wali kelas bersama romo pendamping terkait hasil pengamatan.

Beberapa saran dari peneliti diajukan kepada beberapa pihak, yakni (1) untuk para pihak Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo Garum dalam upaya penerapan nilai-nilai karakter untuk keseluruhan sudah baik, hanya saja mungkin untuk strategi yang diterapkan belum bisa memberikan dampak secara menyeluruh untuk menerapkan nilai-nilai yang ingin dicapai, seperti: nilai gemar membaca karena belum semua siswa dapat memiliki nilai ini dalam dirinya, hanya sebagian seminaris yang telah memahami arti nilai gemar membaca ini sehingga pihak Seminari harus dapat melakasanakan strategi yang telah ada dengan lebih maksimal lagi, dan (2) untuk para siswa, sebaiknya untuk nilai gemar membaca lebih ditingkatkan kembali karena terlihat minat siswa dalam membaca buku pelajaran masih minim sekali, mereka lebih senang membaca komik dan buku lainnya dari pada buku atau sumber ilmu yang bermafaat  untuk menambah dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan mereka. Sehingga perlu adanya kerja sama antar guru dan romo pendamping untuk lebih dan lebih lagi mendorong para  siswa dalam hal minat membaca ini.