SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PARE TERHADAP PENANAMAN NILAI BUDI PEKERTI PADA ANAK DALAM MENCEGAH PENGARUH DEGRADASI MORAL ANAK DIKABUPATEN KEDIRI

Putri Bella Asmarawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Asmarawati, Putri Bella. 2016. Peran Panti Asuhan Muhammadiyah Pare Terhadap Penanaman Nilai Budi Pekerti Pada Anak Dalam Mencegah Pengaruh Degradasi Moral Anak Di Kabupaten Kediri.Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si, (II) Drs. Margono, M. Pd., M. Si

Kata Kunci: Panti Muhammadiyah Pare, Pembinaan Nilai Budi Pekerti, Degradasi Moral

Masalah moral dan budi  pekerti pada masa sekarang sangat hangat dibicarakan terutama dikaitkan dengan kualitas karakter moral manusia. Maraknya kasus kekerasan  remaja, kekerasan pada anak usia dini , meningkatnya ketidakjujuran,  seperti suka membolos, nyontek, pencurian, penganiayaan, disertai dengan pemerkosaan, tawuran antar pelajar, dan mahasiswa, berkurangnya rasa  hormat menunjukkan persoalan moral yang harus ditangani perkembangan zaman ini sebagai akibat krisis moral. Maraknya kasus yang  telah terjadi maka perlu pembinaan nilai budi pekerti anak agar  memiliki  akhlak,  moral,  dan  budi  pekerti  yang  baik. Pembinaan moral dan nilai budi pekerti merupakan langkah strategis bagi pembinaan masyarakat.Pembinaan ini melatih perbuatan, ucapan, dan pikiran agar selalu benar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) program pembinaan nilai budi pekerti pada anak untuk mencegah pengaruh degradasi moral anak usia dini di Panti asuhan Muhammadiyah Pare; (2) peran panti sebagai lembaga pengasuh anak dalam proses pembinaan nilai budi pekerti; (3) faktor pendukung dan faktor penghambat proses pembinaan nilai budi pekerti dalam mencegah pengaruh degradasi moral di panti asuhan Muhammadiyah Pare; (4) upaya dalam menangani faktor penghambat program pembinaan nilai budi pekerti di Panti asuhan Muhammadiyah Pare.Analisis data menggunakan triangulasi data.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data penelitian dan beberapa informan yaitu: (1) kepala panti asihan Muhammadiyah Pare; (2) sekretaris panti asuhan Muhammadiyah Pare; (3)  para pengasuh panti Muhammadiyah Pare antara pengasuh putra dan putri. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model John W. Creswell dimulai dari tahap pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi kemudian data diolah dalam bentuk file dan hasil olahan data di olahdalam berbagai bentuk matriks, diagram pohon konsep ataupun reposis.

Berdasarkan hasil penelitian data tersebut diperoleh empat kesimpulan sebagai berikut: (1)program pembinaan nilai budi pekerti pada anak untuk mencegah pengaruh degradasi moral anak meliputi program sholat berjamaah, program pelajaran diniyah, kegiatan mengasah ketrampilan, kegiatan bersih-bersih atau piket harian. Semua kegiatan yang dilakukan itu mengandung nilai-nilai budi pekerti diantaranya meyakini ajaran Tuhan Yang Maha Esa dan selalu menaatinya, menaati ajaran agaman, tumbuhnya disiplin diri, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong, saling menhormati, memiliki tata krama dan sopan santu, dan mengembangkan potensi diri; (2) peran panti terhadap pelaksanaan program pembinaan nilai budi pekerti yaitu sebagai media pendidikan dan lembaga dinas sosial; (3) faktor pendukung dan faktor penghambat proses pembinaan nilai budi pekerti dalam mencegah pengaruh degradasi moral. Faktor pendukung adanya kerjasama antara pihak pengasuh dengan pihak luar dalam pelaksanaan program pembinaan nilai budi pekerti, adanya kerjasama pengurus dengan pihak lain yang tekait dalam melaksanakan pembinaan nilai budi pekerti, adanya nilai keagamaan yang ada dalam program pelajaran diniyah, sedangkan faktor penghambat pembinaan nilai budi pekerti dalam mencegah pengaruh degradasi moral anak meliputi: kurangnya sumber daya manusia dalam pembinaan nilai budi pekerti, kurangnya kerjasama antar pengurus dengan pengasuh dalam pelaksanaan pembinaan nilai budi pekerti, anak kurang disiplin dalam pelaksanaan pembinaan nilai budi pekerti dan salahya pergaulan dilingkungan luar.

Berdasarkan penelitian, diberikan saran kepada pengasuh anak untuk memperhatikan anak-anak yang berada dipanti, bagi para pengasuh seyogyanya memberikan manajemen yang terbaik dalam pengasuhan supaya anak lebih mandiri, terampil dan berakhlakul karimah.Kedekatan pengasuh dengan anak harus dijaga dengan baik agar memudahkan dalam pengasuh mengatasi masalah yang ada didalam panti asuhan. Dan Bagi lembaga dinas sosial seyogyanya lebih total dalam mencari atau membantu anak yang terlantar untuk di asuh dalam panti asuhan atau  rumah dinas sosial lainnya, supaya mereka menjadi anak yang berguna.