SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Penumbuhan Moral Sosial-Religius bagi Anak Santri di Pondok Pesantren Metal Muslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan

Afifah Mayaningsih

Abstrak


ABSTRAK

Afifah Mayaningsih. 2016. Upaya Penumbuhan Moral Sosial-Religius bagi Anak Santri di Pondok Pesantren Metal Muslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H, (II) Siti Awaliyah, S.Pd, SH, M.Hum.

Kata Kunci: penumbuhan, moral sosial-religius, pondok pesantren

Moral sosial-religius adalah suatu ajaran perilaku baik buruk berdasarkan nilai-nilai agama yang harus diimplementasikan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam dibawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai, mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.Pondok pesantren Metal memiliki ciri khas patung beton dengan lambang Metal yang dihuni santri dengan latar belakang anak terlantar.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) upaya penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan, (2) kendala-kendala yang dihadapi dalam mengupayakan penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan, (3) Solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam mengupayakan penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana upaya penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan. Data yang sudah terkumpul hasil  penelitian  baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, seksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.

 Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Upaya penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan:(1) melalui pendidikan formal, informal serta non formal, (2) melalui pembiasaan, (3) melalui pembentukan sikap yang baik (4) melalui pengendalian diri. Kedua, kendala-kendala dalam mengupayakan penumbuhan moral sosial-religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan:(1) Kendala sistem pendidikan, (2) kendala metode pembelajaran, (3) kendala proses pembelajaran, (4) kendala sarana dan prasarana, (5) kendala biaya, (6) kendala tata tertib/aturan dan (7) kendala tenaga pengurus.Ketiga, Solusi mengatasi kendala-kendala dalam mengupayakan penumbuhan moral sosial religius bagi anak santri di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayat Kabupaten Pasuruan:(1) mencari donatur yang dapat melengkapi sarana dan prasarana kebutuhan sekolah anak santri baik ruang sekolah, seragam, papan tulis, alat tulis, tas dan sebagainya, (2) menyusun strategi khusus dalam menggunakan metode pengajaran yang dapat menarik perhatian anak santri, (3) mengupayakan kerja sama tenaga pendidik menggiatkan proses pembelajaran secara maksimal, (4)membentuk tata tertib/ aturan dengan sanksi yang mengikat. (5) diupayakan semaksimal mungkin adanya tenaga yang dapat menjaga anak santri selama 24 jam di pondok pesantren Metal.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah Bu Nyai hendaknya lebih bijaksana dalam memberikan nasehat dan tuntunan kepada anak santri terkait penumbuhan moral sosial-religius. Selain itu, Bu Nyai diharapkan dapat mengontrol kegiatan santri secara lebih intens agar semua yang dilakukan anak santri dapat terkontrol dengan baik. Pengurus hendaknya selalu ada pada saat anak santri membutuhkan bantuan dan pertolongan. Pengurus perlu melibatkan diri dalam mengupayakan penumbuhan moral sosial-religius anak santri. Keterlibatan ini sekaligus menjadi suatu strategi untuk selalu membimbing anak santri dalam memahami perilaku baik dan perilaku buruk. Ustadz dan Ustadzah hendaknya selalu mengupayakan penumbuhan moral sosial-religius anak. Membiasakan baik dari diri sendiri perlu dilakukan oleh ustadz dan ustadzah. Mengingat ustadz dan ustadzah sebagai tenaga pendidik akan menjadi teladan dan panutan anak santri dalam berperilaku dan bertindak. Apabila mengharapkan anak santri yang berakhlak baik maka seorang ustadz dan ustadzah harus bisa memberikan contoh yang baik kepada santrinya. Karena orang yang paling dianggap penting dan perlu ditiru adalah seorang guru. Anak santri hendaknya lebih giat dalam belajar agar dapat memahami dengan baik apa yang telah disampaikan oleh ustadz atau ustadzah. Ketercapaian pemahaman tergantung dari sikap seorang santri dalam mengikuti proses pembelajaran. Pendidikan menjadi jalan utama dalam penumbuhan moral sosial-religius sehingga anak santri perlu berperan aktif dalam pelaksanaan pendidikan tersebut agar nantinya dapat memiliki karakter dan budi pekerti baik yang sesuai dengan ajaran agama. Ketua jurusan Hukum dan Kewarganegaraan diharapkan membentuk mitra kerjasama dengan pihak pondok pesantren Metal guna untuk membelajarkan mahasiswa untuk melakukan bakti sosial dan praksis sosial di pondok tersebut. Khususnya untuk mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dapat memberikan sumbangsih dalam upaya penumbuhan moral sosial-religius anak santri.