SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan dalam Membentuk Sikap Nasionalisme pada Siswa SMAN 10 Malang

Harisa Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

Rahmawati, Harisa. 2016. Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan dalam Membentuk Sikap Nasionalisme pada Siswa SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si, (II) Drs. Suparman AW, SH,.M.Hum.

Kata Kunci : pendidikan karakter, ekstrakurikuler karawitan, nasionalisme, SMAN 10 Malang

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai karakter pada manusia agar membentuk kepribadian yang positif. Salah satu nilai karakter yang harus tertanam yaitu cinta tanah air atau nasionalisme. Globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama pada generasi muda. Generasi muda sekarang ini lebih tertarik pada budaya asing. Hal ini menjadikan pembentukan sikap nasionalisme sangat penting. Salah satu cara dalam membentuk sikap nasionalisme yaitu dengan melestarikan budaya Indonesia. Budaya di Indonesia sangatlah banyak, salah satunya yaitu kesenian karawitan. pembentukan sikap nasionalisme di sekolah dapat melalui kegiatan ekstrakurikuler salah satunya yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tiga hal, yaitu mengenai pelaksanaan pendidikan karakter di SMAN 10 Malang, pelaksanaan nilai karakter dalam pendidikan karakter yang ditemukan dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SMAN 10 Malang, dan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam membentuk sikap nasionalisme di SMAN 10 Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, Data penelitian yang berupa paparan pembahasaan dalam bentuk kata-kata dan tindakan, sumber tertulis, foto, dan fenomena/peristiwa yang diperoleh di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumen, dan bahan audiovisual. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekukan dalam penelitian dan triangulasi.

Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan tiga pembahasan. Hasil yang pertama yaitu SMAN 10 Malang mengembangkan pendidikan karakter bepedoman pada seven habit. Hasil yang kedua yaitu dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan menghasilkan beberapa nilai dalam pendidikan karakter, yaitu kejujuran, kedisiplinan, cinta tanah air, bekerjasama, tanggung jawab, kepedulian, dan kesabaran. Hasil yang ketiga yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan merupakan cara melestarikan budaya Indonesia yang dapat membentuk sikap nasionalisme siswa.

Sarannya yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan lebih seharusnya diunggulkan agar para siswa lebih semangat dalam mendalami budaya Indonesia, dan melakukan kegiatan yang mengedepankan unsur budaya di sekolah agar dapat memupuk sikap nasionalisme siswa serta memperkenalkan budaya Indonesia.

kegiatan kewirausahaan membuat jahe. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan melalui program pembiasaan meliputi (1) peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri.

Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang diantaranya (1) perbedaan latar belakang pemikiran atau persepsi antara pengasuh dengan anak asuh, (2) kurangnya kesadaran anak asuh terhadap tata tertib yang berlaku, (3) heterogenitas anak asuh, (4) pengawasan yang tidak maksimal saat anak asuh berada di luar lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang antara lain (1) ketlatenan dan kesabaran pengasuh dalam menghadapi anak asuh, (2) sikap yang tegas dari pengasuh terhadap anak asuh yang melanggar peraturan yang berlaku, (3) kedekatan secara lahir dan batin yang dilakukan oleh pengasuh kepada anak asuh, (4) menciptakan koordinasi dna hubungan baik antara pengasuh dengan pihak sekolah.

Saran dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah untuk mengoptimalkan program-program dalam pendidikan moral anak asuh, selain dengan memberikan kasih sayang lebih baiknya juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak asuh yang semuanya terlokalisasi dalam satu area panti sehingga memudahkan pengasuh untuk memonitor kegiatan anak ash baik yang bersifat formal maupun non formal.