SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENANAMAN NILAI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) DI SMAN 1 SAMPANG

MOH. HABIBI

Abstrak


ABSTRAK

Habibi, Moh. 2016. Penanaman Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 1 Sampang. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd. M.H. (II) Siti Awaliyah, S.Pd. M.Hum.

Kata kunci: Kemanusiaan yang adil dan beradab, Ekstrakurikuler, Palang Merah Remaja (PMR).

Pada dasarnya manusia merupakan mahluk individu yang sifatnya berdiri sendiri untuk mencapai tujuan pribadinya. Namun untuk mencapai perkembangan pribadinya, manusia tidak mungkin mampu mencukupi dirinya sendiri melainkan memerlukan manusia lain dalam masyarakat. Manusia sebagai mahluk sosial haruslah memiliki rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam berinteraksi dengan manusia lain. Pancasila yang merupakan dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia pada dasarnya memiliki tujuan yang bersumber dari hakikat manusia dan tentang kemanusiaan itu sendiri termuat dalam sila kedua Pancasila yaitu sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk menambah pengetahuan peserta didik maka perlu adanya kegiatan tambahan yang berguna untuk memberikan keterampilan dan juga menunjang pada pelajaran sekolah, salah satunya kegiatan ekstrakurikuler PMR.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses perencanaan program kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang; (2) pelaksanaan program  kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang dalam menanakan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab; (3) nilai–nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang terkandung dalam kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang; (4) kendala yang ada  dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang; (5) cara mengatasi kendala yang ada  dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. pendekatan kualitatif deskriptif ini digunakan karena peneliti ingin menjelaskan atau memaparkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dalam penanaman nilai kemanusiaan yang adil dan beradab di SMAN 1 Sampang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memaparkan bagaimana pembelajaran nilai kemanusiaan yang adil dan beradab pada kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMAN 1 Sampang secara objektif, sistematif dan akurat. Data penelitian berupa data hasil wawancara maupun dokumentasi dari ektrakulikuler PMR. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan meningkatkan ketekunan pengamat dan triangulasi data.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut, yang pertama Proses perencanaan program kegiatan ektrakulikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang disusun oleh banyak pihak mulai dari anggota, pembina, dan kepala sekolah. Dalam proses perencanaan program kegiatan ektrakulikuler PMR  mengacu kepada perkembangan atau pengetahuan yang diberikan oleh PMI, program kegiatan yang dilaksanakan periode sebelumnya yang dirasa masih bisa dilaksanakan di periode sekarang serta melihat situasi dan kondisi pada saat ini, dan tentunya tri bakti PMR dan 7 prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit yang berisi nilai-nilai dasar yang harus ada di setiap program kegiatan kepalang merahan.

Kedua, Dalam kegiatan yang dilasanakan oleh ekstrakurikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang selalu menanamkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab kepada siapapun yang terlibat didalamnya. Selain itu pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang memiliki tujuan untuk menambah wawasan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan memahami nilai-nilai yang terdapat dalam setiap program kegiatan yang dilaksanakan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Jenis  nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang terdapat dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang Sampang merupakan cerminan dari tujuh prinsip palang merah. Adapun nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang ditanamkan Dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh ekstrakurikuler PMR adalah nilai kemanusiaan, nilai kesamaan, nilai kerja sama, dan nilai kesukarelaan.

Keempat, Kendala yang terdapat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang dibedakan menjadi dua jenis masalah yaitu kendala yang sangat sering dihadapi dalam hal ini adalah kurangnya partisipasi atau minat dari anggota. Selanjutnya kendala yang sangat sulit untuk diselesaikan dalam hal ini adalah masalah pendanaan yang sangat minim pada setiap pelaksanaan program kegiatan dan kendala waktu yang berbenturan antara kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan kurikuler.

Kelima, Cara menangani kendala yang terdapat dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) yaitu dengan cara melakukan membuat program kegiatan semenarik mungkin sehingga anggota yang kurang aktif bisa kembali tertarik untuk mengikuti kegiatan PMR tersebut. Untuk masalah dana kegiatan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara ekstrakurikuler PMR unit SMA Negeri 1 Sampang dan pihak sekolah. Untuk kendala waktu yang berbenturan antara kegiatan ekstrakurikuler dan kurikuler, dalam hal ini harus dikembalikan kepada masing-masing anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Sampang yang diharapkan bisa membagi waktu dengan baik sehingga tidak mengganggu kegiatan kurikuler.