SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA PENINGKATAN AKTIFITAS SISWA PADA PEMBLAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGDI SMP NEGERI 5 MALANG

YUNI DAMAYANTI

Abstrak


ABSTRAK

Damayanti,  Yuni. 2009. Upaya Peningkatan Aktifitas Siswa Dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si., (II) Hj. Yuni Astuty, SH., M.Pd.

Kata Kunci : Aktifitas siswa, contextual teaching and learning, pembelajaran PKn

Salah satu upaya perbaikan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan akan baik apabila proses penyampaiannya dapat dipahami dan dimengerti siswa dengan tidak hanya menguasai materi pengetahuan saja akan tetapi mampu menggunakan pengetahuannya dalam kehidupan nyata yang memiliki keterkaitan dengan ilmu yang dimiliki.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Malang, cara menerapkan pendekatan contextual teaching and learning dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 5 Malang, penggunaan pendekatan contextual teaching and learning yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Malang, hambatan-hambatan yang muncul selama melakukan pembelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning di SMP Negeri 5 Malang,  dan upaya dalam mengatasi hambatan yang muncul selama melakukan pembelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning di SMP Negeri 5 Malang.

Berdasarkan tujuan tersebut diatas, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan sumber data dibedakan menjadi dua yaitu, sumber data manusia dan sumber data non manusia (dokumen). Penentuan informan penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan meliputi tiga unsur, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau perifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan menggunakan empat teknik, yaitu perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan, triangulasi (sumber, metode, teknik), dan pemeriksaan sejawat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa; pertama, aktifitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Malang yaitu peningkatan aktifitas belajar siswa dari indikator kemampuan menjawab pertanyaan, keberanian menyampaikan pertanyaan, kemampuan dalam mengemukakan pendapat, keterampilan dalam memberikan saran, kemampuan dalam mengemukakan kesimpulan sudah meningkat dalam setiap siklus. Kedua, cara menerapkan pendekatan contextual teaching and learning dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 5 Malang telah dilaksanakan dengan baik oleh guru dengan memasukkan indikator REACT pada proses pembelajaran yang dilaksanakan pada setiap siklus. Ketiga, penggunaan pendekatan contextual teaching and learning yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa di SMP Negeri 5 Malang siswa belajar dari kegiatan belajar yang aktif memperoleh pengetahuan baru melalui proses mengalami, menemukan, dan menganalisis materi. Kemudian menggunakan kemampuannya pada situasi yang lain. Dalam prakteknya pembelajaran dilaksanakan didalam kelas, dan diluar kelas.Keempat, hambatan-hambatan yang muncul selama melakukan pembelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning di SMP Negeri 5 Malang adalah jumlah jam pelajaran yang terbatas sehingga kesulitan membawa siswa untuk langsung kelapangan. Kelima, upaya dalam mengatasi hambatan yang muncul selama melakukan pembelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning di SMP Negeri 5 Malang adalah karena keterbatasan waktu sehingga solusinya dengan mencari kasus-kasus yang dialami oleh masyarakat dan kemudian dibawa didalam kelas untuk didiskusikan.

Bertolak dari temuan penelitian ini beberapa saran yang dapat peneliti ajukan guna mendukung penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning guna meningkatkan aktifitas belajar siswa, yaitu: (1) Guru sebagai pengarah dan fasilitator harus lebih kreatif  dan terampil dalam melaksanakan proses pembelajaran contextual teaching and learning ini. Karena dalam pembelajaran contextual teaching and learning guru dituntut untuk menyiapkan strategi yang sesuai dengan materi dan minat siswa, serta dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap penjelasan yang diberikan oleh guru, (2) Sarana dan prasara penunjang pendidikan harus dipenuhi, karena pemenuhan perlengkapan tersebut akan sangat memudahkan para pendidik (guru) dalam melaksanakan pembelajaran contextual teaching and learning, (3) Guru harus lebih kreatif untuk memotivasi, merangsang aktifitas siswa dan kreatifitas serta kemampuan berfikir siswa agar pengetahuan siswa menjadi berkembang dan keingingintahuan siswa terhadap pengetahuan semakin berkembang pula, (4) Guru diharapkan agar membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar agar pembelajaran dapat terarah dengan baik.