SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung

Diana Nurvitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurvitasari, Diana. 2012. Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M. Si (II) Rusdianto Umar, SH. M. Hum.

 

Kata Kunci: Penanaman, Nilai-nilai Pancasila, Pendidikan Kepramukaan.

Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Pendidikan Kepramukaan diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila dan Dasa Darma Pramuka merupakan penjabaran dari Pancasila. Salah satu tujuan pramuka adalah untuk membentuk kedisiplinan bagi para pramuka. Oleh karena itu Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III menyelenggarakan pendidikan kepramukaan untuk melatih dan membina kedisiplinan santri-santrinya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) rancangan program Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, (2) pelaksanaan program Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, (3) penanaman nilai-nilai Pancasila melalui Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, (4) kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, dan (5) upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian yang diperoleh kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) Rancangan Program Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III terdiri dari latar pemikiran kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah pengasuh pondok pesatren Jawaahirul Hikmah III yaitu KH. Mochammad Zaki. Struktur program kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah fanatisme (kegiatan pengenalan tentang pondok dan pramuka yang dibuat perkelompok, dan biasanya diberikan kepada santri baru, sehingga mereka bisa belajar bekerjasama dan setia pada kelompoknya), materi tentang sandi (sandi angka, sandi kotak, sandi rumput), semaphore, penafsiran (tafsir tinggi dan tafsir lebar), sket panorama, kreatifitas (camp fire) / pensi, tali temali, membuat dragbar, bongkar pasang tenda, pionering, aksesoris tenda (jemuran, tempat sampah, tempat sepatu, dll), materi P3K, materi kecakapan (bahasa), memasak, PBB/ gerak jalan, upacara, jelajah alam, perkemahan. Pembina pramuka dalam program kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah para pengurus yang ada di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III. Jadwal kegiatan kegiatan program kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah: (a) bulan September: Fanatisme, sandi angka dan sandi kotak, semaphore, dan perkemahan; (b). Bulan Oktober: morse, sandi rumput, tafsir tinggi, dan tafsir lebar; (c) Bulan November: sket panorama, kreatifitas/ pensi, tali temali dasar I, dan tali temali dasar II; (d). Bulan Desember: membuat dragbar, bongkar pasang tenda  I,  bongkar pasang tenda  II, dan jelajah alam; (e) bulan Januari: pionering I,  pionering II, aksesoris tenda,  dan materi P3K; (f) bulan Februari: materi kecakapan (bahasa); (g) bulan Maret: memasak, PBB, Variasi PBB/ gerak jalan dan upacara. (2) Program pendidikan kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III dilaksanakan setiap Sabtu sore pukul 16.00 - 17.00 diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dean kegiatan akhir (penutup). (3) Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan Kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah: (a) sila pertama nampak pada kegiatan berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan latihan; (b) sila kedua nampak pada pemberian materi dan latihan tentang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan); (c) sila ketiga nampak pada kegiatan membuat pionering dan tenda yang mana dalam hal ini tidak bisa dibuat sendiri dan membutuhkan bantuan dari teman-temannya; (d) sila keempat terlihat pada kerjasama/ musyawarah yang dilakukan santri untuk menyelesaikan tugas dari pembina pramuka; (e) Sila kelima nampak pada saat membersihkan serta menjaga lingkungan pondok yang menjadi fasilitas publik. (4) Kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah kegiatan yang membuat bosan, santri yang malas dan santri yang nakal. (5) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan kepramukaan di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III adalah pembina pramuka membuat kegiatan yang menarik, seperti membuat permainan, yang mana dalam permainan tersebut juga mengandung nilai-nilai luhur Pancasila yang pada akhirnya secara tidak sadar permainan tersebut akan memberikan pelajaran dan pengalaman bagi santri.

Berdasarkan temuan penelitian disarankan bagi para pembina pramuka seyogyanya memahami aspek psikis dan kepribadian santri secara teliti dan obyektif. Bagi para santri sebaiknya lebih aktif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.