SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERANAN LEMBAGA JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR (JKJT) DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN MORAL BAGI ANAK JALANAN DI KOTA MALANG

CAHYANING ROSITA SETIOWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiowati, Cahyaning Rosita. 2012. Peranan Lembaga Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Menanamkan Pendidikan Moral Bagi Anak Jalanan di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (II) Drs. I Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si.

 

Kata Kunci: Pendidikan Moral, Anak Jalanan, Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur kota Malang

 

Perilaku moral anak jalanan memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan kenakalan anak atau remaja yang lain. Penanganan terhadap perilaku mereka perlu pembinaan oleh pihak-pihak yang dilakukan secara mendasar. Pendidikan moral menjadi hal yang penting untuk diajarkan guna membentuk kebiasaan dan tingkah laku yang sesuai dengan norma, tata aturan yang berlaku di dalam masyarakat. Pendidikan moral dilaksanakan di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) kota Malang untuk dapat membentuk kepribadian anak jalanan yang baik dan terhindar dari sikap kurang terpuji serta lebih menekankan pada pembentukan sikap dan perilaku untuk dapat membaur dengan aturan yang telah ada. Dengan begitu diharapkan saat anak jalanan berada di luar JKJT, mereka dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitar serta mudah untuk mengikuti kaidah-kaidah yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur dalam menanamkan Pendidikan Moral bagi anak jalanan di kota Malang, yang mencakup kondisi perilaku moral anak jalanan di kota Malang, rancangan program Pendidikan Moral di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur kota Malang, pelaksanaan Pendidikan Moral yang dilakukan oleh JKJT kota Malang, kendala dalam pelaksanaan Pendidikan Moral dan cara mengatasi kendala dalam pelaksanaan Pendidikan Moral di JKJT kota Malang.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari hasil dokumentasi dan wawancara dengan pengurus JKJT, sukarelawan di JKJT dan anak jalanan yang berada di JKJT. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan dapat dilaporkan sebagai berikut. Pertama, kondisi perilaku moral anak jalanan cenderung bebas. Anak jalanan banyak terlibat dengan minuman beralkhohol, rokok, obat-obatan berbahaya, tawuran, dipukuli, dipalak dan seringkali mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan seksual dari oknum tertentu. Kedua, rancangan program Pendidikan Moral di JKJT disusun oleh ketua umum dibantu dengan ketua harian, ketua pembinaan, ketua pengembangan bakat dan ketua pendidikan. Program pendidikan moral dirancang dengan bentuk pembiasaan dalam sistem home schooling serta mencakup beberapa substansi yaitu pemahaman mengenai bahayanya minuman beralkhol, obat terlarang, rokok, peningkatan keimanan dan ketaqwaan, memberikan pemahaman mengenai bahayanya seks bebas dalam pergaulan, pembiasaan perilaku kejujuran,  penerapan sikap tolong-menolong, pembiasaan sikap tidak egois dan keterbukaan, peningkatan rasa saling menghargai dan pentingnya kebersamaan serta peningkatan kedisiplinan. Ketiga, mengenai pelaksanaan Pendidikan Moral di JKJT dilaksanakan melalui bentuk pembiasaan dengan ragam seperti diajarkan dan dibiasakan untuk sholat dan mengaji, diajarkan saling menghargai, saling melindungi, tolong menolong, tidak bersikap egois, jangan suka berbohong,  dijelaskan akan bahayanya memakai obat-obatan terlarang, meminum minuman keras, serta selalu memberikan motivasi kepada setiap anak jalanan. Keempat, kendala dalam pelaksanaan Pendidikan Moral antara lain: (1) Adanya keterbatasan dan ketidaktahuan mereka tentang latar belakang anak jalanan, (2) adanya perlawanan anak jalanan terhadap pembiasaan yang diberikan pengurus JKJT, (3) pendidik atau pengajar yang bersifat tidak tetap, (4) ketidaksesuaian jadwal kegiatan dengan proses pembelajaran. Kelima, cara yang dilakukan dalam mengatasi kendala pelaksanaan Pendidikan Moral diantaranya adalah mencari informasi dari lingkungan yang selama ini ditempati oleh anak jalanan yang bersangkutan, melakukan pendekatan yang lebih mendalam pada sifat anak jalanan yang kurang dapat beradaptasi dengan aturan yang diberikan oleh JKJT, memberikan motivasi kepada anak jalanan agar mau belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, mengupayakan adanya tenaga pengajar yang bersifat tetap, lebih disesuaikannya jadwal kegiatan harian yang telah ada dengan prakteknya, diperjelas kembali mengenai aturan atau tata tertib yang ada di JKJT dengan membuat aturan secara tertulis.

Saran dalam penelitian ini antara lain menyediakan tenaga pengajar tetap di JKJT, pihak JKJT memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai anak jalanan yang diberikan pembinaan, JKJT juga meningkatkan kegiatan pembinaan pada anak jalanan secara menyeluruh bukan hanya terpusat pada anak jalanan yang tinggal di sekretariat JKJT, JKJT memberikan pemahaman dan pembiasaan dengan berbagai inovasi pada praktek kegiatannya, serta JKJT membuat aturan atau tata tertib secara tertulis.