SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pemberian penguatan (Reinforcement) dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Pasuruan

Dian Utami Ikhwaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Ikhwaningrum, Dian Utami. 2012. Pemberian Penguatan (Reinforcement) Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMP Negeri 2 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Sri Untari, M.Si (2) Drs.Edi Suhartono, SH., M.Pd

 

Kata kunci: Penguatan (reinforcement), Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

 

Penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Dengan memberikan penguatan atau penghargaan dapat memberikan pengaruh positif terhadap siswa, karena mendorong para siswa untuk memperbaiki tingkah laku serta meningkatkan kegiatannya atau usahanya. tujuan dari pemberian penguatan, karena penguatan mempunyai pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar, dan meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perilaku siswa yang pantas diberi penguatan (reinforcement) oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Pasuruan, (2) Apa saja bentuk penguatan (reinforcement) yang diberikan guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Pasuruan, (3) Apa hasil pemberian penguatan (reinforcement) pada siswa SMP Negeri 2 Pasuruan.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Peneliti merupakan instrumen utama penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pendidikan kewarganegaraan dan para peserta didik di SMP Negeri 2 Pasuruan. Penelitian ini diadakan di SMP Negeri 2 Pasuruan di Jln. Soekarno-Hatta No 84 Pasuruan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) wawancara, (2) observasi, (3) peristiwa, (4) dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan mengacu pada pendapat Miles dan Huberman dengan prosedur: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) verifikasi data. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi dan ketekunan peneliti.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Perilaku siswa yang pantas diberikan penguatan (reinforcement) oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Pasuruan: (a) Mampu menjawab pertanyaan dengan benar, (b) Berani memberikan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran. (c) Jika siswa mendapatkan nilai yang baik. Hal itu dilakukan guru agar pemberian penguatan bisa mempunyai makna terhadap siswa dan tujuan dari pemberian penguatan (reinforcement) bisa tercapai seperti siswa dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku tersebut. (2) Bentuk penguatan (reinforcement) yang diberikan guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Pasuruan yaitu Penguatan secara verbal (a) kata-kata pujian, (b) Memberikan Semangat dan Motivasi. Penguatan secara non verbal (a) Memberikan acungan jempol, (b) Pemberian applause atau tepuk tangan, (c) Mendekati siswa dengan menepuk pundaknya. Bentuk penguatan lain yang di berikan guru untuk merangsang siswanya agar lebih giat dalam belajar yaitu dengan memutarkan video inspiratif tentang keterbatasan fisik seseorang yang bisa melakukan segala hal meskipun memiliki tubuh yang cacat yang membuat siswa lebih giat dan bersemangat dalam belajar. (3) Hasil pemberian penguatan (reinforcement) yang dilakukan guru pada siswa SMP Negeri 2 Pasuruan yaitu (a) menumbuhkan rasa percaya diri siswa, (b) lebih menyukai pelajaran PKn.

Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar cara guru dalam memberikan penguatan (reinforcement) kepada siswanya harus lebih dikembangkan lagi, diberikan variasi dalam pemberian penguatan agar siswa tidak bosan dan jenuh sehingga menjadikan siswa lebih bergairah dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Ketika siswa melakukan perilaku yang positif guru bisa langsung memberikan penguatan (reinforcement) dan dalam pemberian penguatan mimik muka guru juga harus hangat, agar penguatan (reinforcement) yang diberikan guru lebih bermakna. Guru diharapkan tidak lupa dalam memberikan penguatan atau apresiasi terhadap hasil kerja siswa. Agar tujuan yang ingin dicapai dapat berhasil dengan baik.