SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang Kabupaten Malang

Hendra Is Mudjiono

Abstrak


Budi pekerti merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mentalitas manusia, yakni jiwa dari peradaban yang dibangun oleh manusia itu sendiri. Atas dasar ini manusia dituntut bertingkah laku sopan, berperangai baik, berakhlak dan berwatak luhur, dalam menapaki jalan hidupnya, baik sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, maupun sebagai anggota suatu bangsa.
Pendidikan budi pekerti secara kependidikan diperlukan bukan hanya substansi yang semata-mata diajarkan, tetapi lebih mendasar sebagai interaksi sosial budaya dan edukatif antara siswa dengan seluruh unsur pendidikan yang ada di sekolah dan masyarakat, yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya serta terwujudnya individu yang berakhlak mulia.
Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam, memiliki potensi dan peluang yang cukup besar untuk menciptakan masyarakat yang di dalam kehidupan sehari-hari menekankan pada pentingnya budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat. Materi dalam pendidikan budi pekerti sesungguhnya kaya akan nilai-nilai yang terdapat dan bertahan di dalam pondok pesantren tradisional (salaf) maupun pondok pesantren modern.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: 
(1) pengintegrasian nilai-nilai budi pekerti dalam rencana pembelajaran pendidikan budi pekerti, (2) strategi, metode, dan media yang digunakan ustadz dalam pembelajaran budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang,     (3) proses pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren                   An-Nur I Bululawang, (4) kendala pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang, (5)  cara mengatasi kendala pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, hal ini dimaksud untuk mendapatkan data asli dan alamiah, serta subyek penelitian yang bersifat sempit berupa lembaga pendidikan, yaitu Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang Kabupaten Malang. Penggunaan pendekatan ini, menuntut kehadiran peneliti secara langsung dalam pengumpulan data di lokasi penelitian. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer meliputi informan dan peristiwa. Informan berupa Kiai sebagai pengasuh pondok pesantren, ustad sebagai tenaga pengajar, dan santri. Peristiwa berupa kegiatan pembelajaran, seperti proses dan waktu pelaksanaan pembelajaran. Sumber data sekunder berupa sumber tertulis dan foto yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Sumber tertulis meliputi kurikulum pondok pesantren, rencana pembelajaran, jadwal kegiatan santri, tata tertib pondok pesantren. Foto meliputi foto pondok pesantren, foto kegiatan pembelajran, denah lokasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif model interaktif Miles dan Huberman. Cek keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pengintegrasian nilai-nilai budi pekerti dalam rencana pembelajaran pendidikan budi pekerti dengan cara menyeleksi kitab yang dapat menjadi tempat pembelajaran budi pekerti,  menyeleksi dan mengorganisasikan butir-butir nilai budi pekerti yang secara koheren dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kitab. Rancangan pembelajaran terdiri dari silabus dan rancangan pengajaran; (2) strategi, metode, dan media yang digunakan guru dalam pembelajaran budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang antara lain, (a) strategi dan metode wetonan atau bandongan terdiri dari maknani, ceramah, tanya jawab, dan munajharah (diskusi), (b) metode sorogan. Sedangkan media yang digunakan adalah kitab-kitab Islam klasik (kitab kuning); (3) Proses pelaksanaan pendidikan budi pekerti terdiri dari pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan metode wetonan atau bandongan dan metode sorogan sedangkan pelaksanaan di luar kelas menggunakan metode keteladanan (uswah al-hasanah), metode latihan dan pembiasaan, metode melalui ibrah (mengambil pelajaran), metode mauidzah (nasehat), metode kedisiplinan; (4) kendala pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang terdiri dari kendala internal yang menyangkut kendala yang bersifat personal (berasal dari santri dan ustadz) dan yang bersifat kelembagaan serta kendala dalam hal pelaksanaan pengajaran sedangkan kendala eksternal yang menyangkut hubungan dengan orang tua santri; (5) cara mengatasi kendala pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang antara lain: memperbaiki kekurangan dalam hal penggunaan metode pengajaran, melaksanakan metode keteladanan dan pembiasaan serta memberikan sanksi kepada santri yang melanggar tata tertib pondok pesantren.   
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diajukan, yaitu (1) rencana pembelajaran perlu diperhatikan, antara lain silabus, rancangan pengajaran. Rencana pembelajaran tersebut harus tertulis secara rapi, dan sistimatis, (2) penggunaan metode pengajaran harus lebih bervariasi misalnya menggunakan metode studi banding ke pondok pesantren lain atau ke sekolah formal lain, (3) sumber belajar terutama buku ataupun kitab-kitab yang menjadi bahan pembelajaran tidak hanya satu jenis ada baiknya lebih dari satu agar wawasan santri bertambah luas, (4) demi kesempurnaan penelitian ini maka perlu dilakukan penelitian tindak lanjut, oleh karena itu peneliti merekomendasikan tema yang perlu diteliti yaitu, peran kiai dalam memajukan pendidikan pesantren, strategi pembelajaran kitab-kitab Islam klasik, (5) agar pelaksanaan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang Kabupaten Malang dapat berjalan optimal, maka diperlukan peran serta aktif dari masyarakat khusunya wali murid karena pondok pesantren lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.