SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN BUDAYA POLITIK DENGAN PARTISIPASI POLITIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA ISLAM DIPONEGORO KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

CANDRA KUSADITIYANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusaditiyanto, Candra. 2011. Hubungan antara Pemahaman Budaya Politik dengan Partisipasi Politik Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si. (2) Siti Awaliyah, S.Pd., M. Hum.

 

Kata kunci : Pemahaman budaya politik, partisipasi politik.

Pembelajaran budaya politik bertujuan untuk menggabungkan siswa yang kritis dan paham politik sehingga pada saatnya nanti akan memperkuat partisipasi publik dalam proses demokrasi. Siswa juga akan mendapat pengajaran melalui proses pemilihan orientasi, sidang umum dan evaluasi. Selain itu diharapkan siswa paham tentang pentingnya pengetahuan berdebat dan bernegosiasi dan pentingnya keterlibatan siswa berpolitik. Siswa yang berpartisipasi dalam proses politik misalnya melalui pemberian suara atau kegiatan lain terdorong oleh keyakinan bahwa melalui kegiatan bersama itu kebutuhan dan kepentingan mereka akan tersalur atau sekurang-kurangnya diperhatikan dan bahwa mereka sedikit banyak dapat mempengaruhi tindakan-tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan-keputusan tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian tentang hubungan antara pemahaman budaya politik dengan partisipasi politik siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pemahaman budaya politik siswa di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang; (2)Mengetahui partisipasi politik siswa SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang; (3) Mengetahui hubungan antara pemahaman budaya politik dengan partisipasi politik siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Lokasi penelitian di SMA Islam Diponegoro, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Islam Diponegoro yang berjumlah 70 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling, karena populasi berjumlah tidak lebih dari 100 maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Prosedur analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan hasil penelitian mengenai pemahaman budaya politik dengan menggunakan tes soal dapat disimpulkan bahwa hasil tes siswa secara umum baik. Hasil analisis data tingkat pemahaman budaya politik menunjukkan bahwa dari 70 responden sebanyak 10 responden (14,28%) termasuk dalam kategori sangat baik, 31 responden (44,28%) termasuk dalam kategori baik, 26 responden (37,14%) termasuk dalam kategori cukup dan 3 responden (4,28%) termasuk dalam kategori kurang. Sedangkan mean dari variabel pemahaman budaya politik adalah 52,43 yang berada pada kualifikasi baik.; (2) Berdasarkan hasil penelitian mengenai partisipasi politik dengan menggunakan tes angket dapat disimpulkan bahwa hasil tes angket siswa secara umum tinggi. Hasil analisis data partisipasi politik menunjukkan bahwa dari 70 responden sebanyak 31 responden (44,28%) termasuk dalam kategori sangat tinggi, 34 responden (48,57%) termasuk dalam kategori tinggi, 5 responden (7,14%) termasuk dalam kategori rendah dan tidak ada responden (0 %) termasuk dalam kategori sangat rendah. Sedangkan mean dari variabel partisipasi politik adalah 63,75 yang berada pada kualifikasi tinggi; (3) Ada hubungan yang signifikan antara pemahaman budaya politik dengan partisipasi politik siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, berdasarkan uji hipotesis dapat dilihat dari perolehan r hitung sebesar 0,328 dan nilai signifikansi sebesar 0,003.

Hasil r tersebut kemudian dikonsultasikan dengan tabel kritik r product moment pada taraf signifikansi 5% dengan N/responden sejumlah 70 yaitu 0,235. Dari hasil tersebut didapat nilai r hitung diatas nilai r tabel (0,328 > 0,235). Karena nilai r hasil > nilai r tabel (0,328 > 0,235), dan nilai sinifikansi hasil < nilai p pada taraf kepercayaan 95% (0,003 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, dan koefisien korelasi signifikan.

Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut; (1) perlu diadakan penelitian lain serta pemikiran kritis terhadap pemahaman budaya politik ; (2) siswa diharapkan lebih sadar akan pentingnya partisipasi politik sebagai sarana untuk dapat menyalurkan aspirasi mereka.