SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KOMPONEN PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C (Studi Kasus di PKBM Kartini Kota Malang)

Dzihni Aufar Romadiansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Romadiansyah, Dzihni Aufar. 2017. Komponen Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C (Studi Kasus di PKBM Kartini Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. M. Ishaq, M.Pd, (2) Dr. Sri Wahyuni, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: komponen pembelajaran, pendidikan kesetaraan, paket c, pusat kegiatan belajar masyarakat

Komponen pembelajaran bukan hanya ada di pendidikan formal saja, namun juga dalam program-program pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah, seperti yang ada di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartini Kota Malang. Dalam program pendi-dikan kesetaraan Paket C yang di selenggarakan di PKBM Kartini juga memiliki komponen untuk melaksanakan pembelajarannya. Program pendidikan kesetaraan Paket C di PKBM Kartini Kota Malang memiliki komponen perencanaan pembelajaran dan juga pelaksanaan komponen pembelajaran yang memiliki keunikan sehingga hal tersebut menjadi dasar pemikiran peneliti untuk melaksanakan penelitian ini.

Fokus penelitian ini ialah komponen pembelajaran pada program pendidikan kesetara-an Paket C di PKBM Kartini Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang komponen pembelajaran program kesetaraan Paket C PKBM Kartini yang terdiri dari materi, media, metode dan evaluasi.

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif studi kasus. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartini, yang beralamatkan di Jalan Akordion Gg. XI No.120 RT/RW 01/01 Kota Malang. Sumber data penelitian ini antara lain adalah ketua PKBM sebagai pengelola utama dalam semua program-program dan tutor/fasilitator yang memberikan pembelajaran di kelompok belajar Paket C, dokumen yang terkait penelitian, dan kegiatan yang berhubungan dengan fokus penelitian.Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, obser- vasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Proses pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi dan member check.

Perencanaan dan persiapan materi pembelajaran dilakukan dengan sistematis, sesuai dengan rujukuan yang beragam seperti buku pelajaran, internet, dan buku-buku lain yang ada di TBM, sedangkan pelaksanaan pembelajaran terjadwal dari hari senin sampai dengan kamis. Media pembelajaran Paket C di PKBM Kartini direncanakan melalui rapat dan dise-suai dengan anggaran yang ada. Media yang digunakan hanya mengandalkan papan tulis saja, sedangkan LCD proyektor masih jarang digunakan. Namun terdapat media tambahan seperti gitar dan piano yang ada di pendidikan seni. Metode pembelajaran Paket C di PKBM Kartini meliputi: outbound, praktik, permainan simulasi, ceramah dan tanya jawab. Tutor berwenang menentukan metode yang akan digunakan, namun untuk metode outbound merupakan wewe-nang PKBM Kartini, karena bertempat diluar lembaga, seperti di Agrokusuma Kota Batu. Ada dua bentuk evaluasi pembelajaran, yaitu: tes (tes tertulis dengan soal-soal dari materi yang telah disampaikan) dan non tes (pengamatan sikap dan keterampilan peserta didik)

 

Tutor pembelajaran program pendidikan kesetaraan Paket C PKBM Kartini Kota Malang hendaknya lebih variatif dalam menggunakan media pembelajaran agar peserta didik semakin tertarik dengan pembelajaran, dan materi pembelajaran mudah diserap. Selain itu, disarankan agar dalam evaluasi pembelajaran direncanakan lebih sistematis dan terstruktur. Ketua PKBM Kartini disarankan untuk merekrut pegawai bagian administrasi atau pengelola dari lulusan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang mempunyai ilmu dan pengetahuan di lingkup pendidikan luar sekolah seperti PKBM. Selain itu, ketua PKBM Kartini hendaknya mengedepankan kemampuan anggaran untuk menambah media pembelajaran, dan juga untuk memperbaiki sistem perencanaan komponen pembelajaran agar lebih terstruktur dan sistematis lagi.