SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prosedur Mobile Training Unit Bordir UPT Pelatihan Kerja Pasuruan di Desa Wonokoyo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan

Siti Nur Alifatul Hasanah

Abstrak


ABSTRAK

 

Hasanah, Siti Nur Alifatul. 2017. Prosedur Mobile Training Unit Bordir UPT Pelatihan Kerja Pasuruan di Desa Wonokoyo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lasi Purwito, M.S, (II) Dr. H. M. Ishaq, M.Pd.

 

Kata Kunci: penyelenggaraan, mobile training unit, bordir.

Mobile training unit merupakan salah bentuk pelatihan yang dilaksanakan secara

non-institusional. Salah satu program MTU yang dilaksanakan oleh UPT Pelatihan Kerja Pasuruan yaitu MTU bordir yang diselenggarakan di Desa Wonokoyo. MTU bordir yang dilaksanakan di Desa Wonokoyo bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran, meningkatkan potensi daerah serta meningkat-kan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang persiapan, pelaksanaan dan evaluasi MTU bordir di Desa Wonokoyo oleh UPT Pelatihan Kerja Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di dua tempat yakni: (1) UPT Pelatihan Kerja Pasuruan yang terletak di wilayah Kecamatan Pandaan, dan (2) Desa Wonokoyo yang terletak di wilayah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan pengamatan secara terus menerus, triangulasi sumber, triangulasi metode atau teknik dan member check.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTU bordir di Desa Wonokoyo oleh UPT Pelatihan Kerja Pasuruan meliputi: (1) persiapan MTU bordir, pembuataan training need analysis (TNA), pemilihan lokasi MTU bordir, rapat persiapan, mempersiapkan sarana dan prasarana MTU bordir serta administrasi berupa lembar biodata yang berisi riwayat hidup dan surat pernyataan. Desa Wonokoyo mempersiapkan tempat MTU bordir dan 16 peserta MTU bordir, (2) pelaksanaan MTU bordir terdiri dari: (a) pembukaan MTU bordir, diikuti oleh peserta MTU, kepala desa, sekretaris desa, dan pegawai UPT Pelatihan Kerja Pasuruan beserta instruktur bordir, (b) kegiatan MTU bordir, terdapat kurikulum MTU bordir dibuat oleh instruktur bordir. Instruktur MTU bordir bertugas sebagai pelatih dan menyampaikan materi MTU kepada peserta. Instruktur pada pelaksanaan MTU bordir memiliki kepribadian yang baik seperti memotivasi peserta, bersahabat, dan sabar. Peserta MTU bordir mengikuti proses rekruitmen yang dilakukan oleh pihak Desa Wonokoyo. Syarat peserta untuk mengikuti MTU Bordir yakni berusia produktif. Pendekatan yang dilakukan instruktur menggunakan secara mandiri/individu kepada peserta dan pendekatan belajar terstruktur. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, curah pendapat, diskusi, demonstrasi, praktik, dan penugasan. Media yang digunakan oleh yakni media suara langsung, media cetak, papan tulis, gambar diam dan obyek nyata. Sarana dan prasarana MTU bordir yakni alat, bahan, modul, media, serta fasilitas peserta, dan kegiatan selanjutnya (c) penutupan MTU bordir, dihadiri oleh peserta MTU bordir, kepala desa, sekretaris desa, pegawai UPT Pelatihan Kerja Pasuruan. Penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan peserta MTU, pemberian sertifikat dan uang transport pada peserta, pemberian kenang-kenangan dari peserta kepada instruktur bordir serta foto bersama, (3) evaluasi peserta MTU bordir dilakukan untuk mengetahui capaian dari peserta MTU setelah mengikuti MTU bordir. Penilaian pada MTU bordir dengan menggunakan tes tulis, pemberian tugas, penilaian hasil praktik bordir, dan penilaian sikap peserta MTU bordir. Peserta yang telah lulus MTU bordir mendapatkan sertifikat. Ketentuan pembuatan sertifikat sesuai dengan peraturan menteri nomer 08 tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan pelatihan. Evaluasi program MTU bordir untuk mengetahui kepuasaan peserta MTU bordir tehadap program MTU, untuk memperbaiki atau mempertahankan program MTU serta untuk kegiatan akreditasi sehingga mendapatkan sertifikat ISO. Aspek penilaian program yang dilakukan oleh UPT Pelatihan Kerja Pasuruan menilai tentang materi pelatihan, kemampuan dan penampilan instuktur. Kuesioner yang dibuat berupa kuesioner tertutup yakni pernyataan tentang materi pelatihan, kemampuan dan penampilan instuktur yang telah menyediakan option, dan pertanyaan terbuka tentang pelaksanaan MTU bordir yang dapat dijawab secara bebas oleh peserta MTU. Prosedur pengisian kuesioner MTU bordir yakni kuesioner disebarkan kepada peserta kemudian peserta mengisi kuesioner selanjutnya kuesioner dikumpulkan kembali. Berdasarkan hasil penelitian tentang penyelenggaraan MTU bordir di Desa Wonokoyo oleh UPT Pelatihan Kerja Pasuruan, peneliti memberi saran: (1) pengelola UPT Pelatihan Kerja Pasuruan diharapkan mempertahankan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi MTU, dan (2) instruktur MTU UPT Pelatihan Kerja Pasuruan mempertahankan pelaksanaan program MTU bordir di Desa Wonokoyo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan pada program MTU lainnya.