SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pendampingan Program Desaku Menanti Dalam Pemberdayaan Warga Binaan Sosial Menuju Kehidupan Mandiri (Studi Kasus pada LKS Mutiara Insani Kota Malang).

Zuhro Rosyidah, Zuhro Rosyidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosyidah, Zuhro. 2017. Analisis Pendampingan Program Desaku Menanti Dalam Pemberdayaan Warga Binaan Sosial Menuju Kehidupan Mandiri (Studi Kasus pada LKS Mutiara Insani Kota Malang). Tesis. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Zulkarnain Nasution,M.Si., M.Pd., (II) Dr. Endang Sri Redjeki,M.S.

 

Kata kunci : Desaku Menanti, Warga Binaan Sosial (WBS). Pemberdayaan Masyarakat.

Permasalahan kemiskinan yang terjadi di Indonesia sangat mendesak untuk ditangani, persoalan gelandangan dan pengemis adalah bagian yang tidak terpisahkan dari persoalan kemiskinan, hampir semua gelandangan dan pengemis selalu beralasan tindakan dan perbuatannya karena kemiskinan yang membelenggu dirinya atau keluarganya. Meskipun bahwa kemiskinan bukan satu-satunya alasan seseorang menjadi gelandangan tetapi akhirnya kemiskinanlah yang menjadi alasan utama dan terutama kemudian seseorang menjadi gelandangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana keberhasilan yang dicapai program Desaku Menanti dalam pemberdayaan masyarakat miskin khususnya gelandangan dan pengemis di Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan metode snowball, dimana peneliti secara sengaja memilih individu dan tempat untuk mempelajari atau memahami fenomena sentral, dan memilih informan yang kaya akan informasi. Dalam pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Dalam wawancara peneliti menggunakan alat perekam HP, pedoman wawancara dan catatan lapangan. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber, triangulasi waktu dan triangulasi tempat diterapkan untuk mengecek keabsahan data.

 

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ditahap awal pelaksanaan program, yaitu pemilihan Warga Binaan Sosial  untuk menentukan siapa penerima manfaat dari Program Desaku Menanti ini sudah dilaksanakan cukup selektif, dan dilakukan oleh semua pihak yang terkait dalam pengelolaannya, yaitu meliputi Satpol PP, Dinas Sosial, Pengurus LKS Mutiara Insani, Pekerja Sosial dan Relawan Sosial, kemudian nama-nama calon  Warga Binaan Sosial tersebut diverifikasi oleh Dirjen Rehabsos selaku penyelenggara program ini. Peran stakeholder dalam pelaksanaan Program Desaku Menanti ini adalah LKS Mutiara Insani, selaku pelaksana program, Dinas Sosial kota Malang selaku kepanjangan tangan pemerintah kota yang memiliki tugas pokok dan fungsi permasalahan kesejahteraan sosial, tokoh masyarakat yang berbaur langsung kehidupannya dengan Warga Binaan Sosial dan dunia usaha yang memiliki cost social responsibility sebagai penyedia sarana dan prasarana program yang tidak ada dukungan dananya baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Adapun peran stakeholder dalam membantu Warga Binaan Sosial menuju hidup mandiri, adalah dengan menjaga keberlangsungan program ini, sehingga tidak hanya berhenti pada saat Warga Binaan Sosial sudah dipindahkan ke tempat relokasi.