SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Bermain Membentuk Tanah Liat Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Negeri Pembina 2 Blimbing-Malang

Suci Rahayuningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayuningrum, Suci. 2017. Penerapan Bermain Membentuk Tanah Liat Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok B Di Tk Negeri Pembina 2 Blimbing-Malang.Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. UsepKustiawan, M.Sn, (II) EvaniaYafie, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: Bermain Membentuk Tanah Liat, Motorik Halus.

Pengamatan yang dilakukan pada kelompok B kelas B3 TK Negeri Pembina 02 Blimbing-Malang, didapatkan hasil bahwa keterampilan motorik halus dari 23 anak yang diobservasi terdapat 6 anak tergolong dalam berkembang dengan baik, 12 anak tergolong dalam mulai berkembang, dan 5 anak tergolong dalam kriteria belum berkembang.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan bermain membentuk tanah liat pada kelompok B3 TK Negeri Pembina 02 Blimbing-Malang, (2) mendeskripsikan peningkatan capaian belajar anak dengan diterapkannya bermain membentuk tanah liat pada kelompok B3 TK Negeri Pembina 02 Blimbing-Malang.

Penelitian ini dilaksankan dalam dua siklus, terdiriatas (1) perencanaan, (2) pengamatan, (3) observasi, (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang digunakanmeliputi, data keefektifanpembelajaran, data kemenarikan pembelajaran serta data perkembangan bermain anak. Subjek penelitian berjumlah 23 anak yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 10 anak perempuan pada kelompok B usia 5-6 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bermain membentuk tanah liat dapat meningkatkan capaian belajar anak kelompok B3. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keberhasilan kelas yang mencapai skor 91,4. Peningkatan skor keberhasilan kelas pada pratindakan sampai siklus 1 sebesar 17,5, sedangkan pada siklus 1 sampai siklus 2 sebesar 47,9, dan pada skor keberhasilan kelas dari pratindakan sampai siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 65,4.

 

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan bermain membentuk tanah liat dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Peneliti memberikan saran bagi guru untuk memperbaiki tindak pembelajaran, dan bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan bermain membentuk tanah liat untuk meningkatkan capaian belajar yang lain di kompetensi dasar yang berbeda sesuai dengan kurikulum yang berlaku.