SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Program Literasi Akademik di MA Ma’arif NU Blitar

Ramadani Wahyu Nurhidayah

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi masih rendahnya kebiasaan berliterasi di sekolah. Sesuai hasil survei lapangan didapati bahwa masih banyak sekolah yang belum menggalakkan Gerakan Literasi di Sekolah (GLS), yakni program literasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sesuai studi pendahuluan yaitu melalui wawancara terhadap guru Bahasa Indonesia menyatakan bahwa kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah sebatas pada pemberian tugas-tugas sekolah terkait matapelajaran sehingga jarang sekali siswa melakukan kegiatan literasi lain di luar matapelajaran. Sementara itu, pentingnya dari kegiatan literasi (membaca, berpikir, menulis) di luar sekolah dapat menunjang kegiatan siswa di sekolah untuk meningkatkan prestasi, menaikkan jenjang kelas, menaikkan jenjang studi, hingga belajar sepanjang hayat. Oleh sebab itu, pengembangan program literasi akademik di SMA/MA sangatlah penting dan mendesak untuk dilakukan.

Secara umum tujuan penelitian ini adalah mengembangkan program kegiatan literasi akademik di SMA/MA. Secara khusus tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu: (1) menghasilkan buku panduan pengembangan program literasi akademik dengan memperhatikan aspek deskripsi isi, (2) menghasilkan buku panduan pengembangan program literasi akademik dengan memperhatikan aspek tampilan, (3) menghasilkan buku panduan pengembangan program literasi akademik dengan memperhatikan aspek sistematika, (4) menghasilkan buku panduan pengembangan program literasi akademik dengan memperhatikan aspek bahasa.

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengembangan. Peneliti mengadopsi tahap-tahap penelitian pengembangan Borg dan Gall. Hasil adaptasi prosedur pengembangan, yaitu (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) validasi ahli, (4) revisi produk awal, (5) uji coba lapangan, dan (6) revisi produk akhir. Uji validasi ahli dilaksanakan untuk memeroleh data berupa skor dan komentar terhadap aspek produk yang dikembangkan. Skor dan komentar mengacu pada aspek isi, tampilan, sistematika, dan bahasa dalam buku panduan. Subjek ahli dalam penelitian ini yaitu (1) ahli literasi, (2) ahli buku teks, dan (3) praktisi atau guru Bahasa Indonesia, serta (4) siswa kelas XI MA Ma’arif NU Blitar. Jenis data yang diperoleh dari tahap uji produk yaitu data numerik dan verbal. Data numerik diperoleh dari angket uji ahli, uji praktisi, dan uji lapangan. Data verbal diperoleh dari komentar dan saran yang diberikan oleh subjek uji ketika tahap uji produk. Data verbal dari subjek uji kemudian ditranskrip menjadi data tulis. Angket dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen pengumpulan data.

Produk buku panduan pengembangan program literasi akademik di SMA/ MA memiliki aspek deskripsi isi, tampilan, sistematika, dan bahasa. Berikut dijelaskan deskripsi produk yang dikembangkan. Pertama, isi buku dibagi menjadi dua bagian yaitu buku panduan guru dan siswa. Kedua buku panduan tersebut memiliki esensi yang sama yaitu 1) perkenalan program literasi akademik; 2) langkah-langkah kegiatan dalam program literasi akademik; 3) lembar kegiatan siswa dan evaluasi. Pada buku panduan guru disusun lebih kompleks, yakni disajikan petunjuk umum yang berisi pendahuluan program literasi akademik, organisasi penataan materi pada buku panduan, metode yang digunakan guru untuk kegiatan program dan instruksi langkah-langkah kegiatan literasi akademik.

Kedua, yaitu tampilan produk. Buku disusun dengan ukuran A4 dengan gambar di kulit buku skema kegiatan program literasi akademik dan keterangannya pengguna buku. Tujuan skema kegiatan diletakkan di bagian kulit buku agar pembaca langsung mengerti bahwa program tersebut berisi berbagai kegiatan literasi. Judul kulit buku bagian depan adalah Panduan Pengembangan Program Literasi Akademik dengan keterangan judul Petunjuk Praktis untuk Siswa SMA/MA dan pada buku guru didesain mirip hanya pada judul keterangan diperuntukkan guru SMA/MA. Pembeda kedua buku ini yaitu warna kulit buku. Buku guru bewarna jingga sedangkan buku siswa bewarna hijau. Pada bagian belakang kulit buku didesain menyatu dengan bagian depan kulit buku dengan judul mirip dan adanya kolom keterangan isi dari buku panduan pengembangan program literasi akademik. Jenis dan ukuran huruf. Jenis dan ukuran huruf pada bagian materi memakai jenis font Century Gothic dengan ukuran 12pt, bagian subbab memiliki jenis font Arial ukuran font 12pt.

Ketiga yaitu sistematika penyajian. Urutan pada sistematika dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal terdiri atas perkenalan literasi akademik (fungsi buku panduan literasi akademik, rangkuman, skema kegiatan literasi akademik, pengertian, karakteristik, landasan, tujuan dan sasaran, dan konsep literasi akademik). Bagian inti yaitu langkah-langkah kegiatan dalam literasi akademik, diantaranya merangkum, memparafrase, menganalisis, membuat makalah, dan merevisi makalah. Sementara itu, pada bagian ketiga yaitu berisi implementasi program instruksi guru(buku panduan guru), lembar kegiatan siswa, dan evaluasi, daftar rujukan, dan daftar riwayat hidup peneliti.

Keempat yaitu penggunaan bahasa. Penggunaan Bahasa Indonesia formal sebagai bahasa yang digunakan dalam buku panduan. Selain formal, penggunaan bahasa juga komunikatif serta disesuaikan dengan pembaca.

Hasil uji produk oleh ahli, praktisi, dan siswa sebagai berikut. (1) Aspek isi memeroleh skor rata-rata 81.2%. (2) Aspek tampilan memeroleh skor sata-rata 80.5%. (3) Aspek sistematika memeroleh skor rata-rata 85.5%. (4) Aspek penggunaan bahasa memeroleh skor 84.9%. Berdasarkan kriteria kelayakan minimal produk tergolong layak diimplementasikan.

 

Simpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah produk pengembangan buku panduan program literasi akademik ini layak untuk dikembangkan di SMA/MA. Guru disarankan untuk menggunakan buku panduan ini di luar pelajaran dengan jadwal yang ditetapkan oleh sekolah.