SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kompetensi Tutor pada Praktik Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan di PKBM Sabilun Najjah Kelurahan Bumiayu Kota Malang

Dwi Anggeraini

Abstrak


ABSTRAK

 

Program Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu program dalam Pendidikan Nonformal yang terdiri dari paket A setara SD/MI, paket B setara SMP/MTS, dan paket C setara SMA/MA. Program pendidikan kesetaraan tersebut dapat diselenggarakan di lembaga nonformal salah satunya yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pendidikan kesetaraan ini akan sangat ditentukan oleh kompetensi tutor. Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh tutor adalah kompetensi pedagogi & andragogi. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang kompetensi pedagogik dan andragogik Tutor Pendidikan kesetaraan di PKBM Sabilun najjah serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dialami oleh tutor dalam praktik pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Variabel Penelitian ini adalah kompetensi pedagogik dan andragogik Tutor. Variabel mengenai kompetensi tersebut didapat melalui kuesioner yang disebarkan kepada warga belajar dan Tutor di PKBM Sabilun Najjah. Sedangkan untuk Kendala dalam pembelajaan dan temuan-temuan lainnya dilakukan dengan wawancara. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, dokumentasi, kuesioner, dan wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi pedagogik dan andragogi Tutor Pendidikan Kesetaraan di PKBM Sabilun Najjah termasuk dalam klasifikasi sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari penilaian warga belajar dan tutor sendiri terhadap kompetensi pedagogik dan andragogik dengan persentase 81,63%. Dalam praktik Pembelajaran terdapat beberapa kendala yang dialami oleh Tutor. Kendala yang dialami tutor tersebut yaitu kehadiran Warga Belajar yang tidak menentu, keterbatasan media dan sumber belajar, serta kemampuan warga belajar yang berbeda-beda.

 

Saran hasil penelitian ini, untuk Tutor agar mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan belajar di kelas, sumber belajar, dan media pembelajaran yang ada walaupun terbatas. Untuk Warga Belajar disarankan agar lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran agar ilmu yang didapatkan lebih banyak mengingat pelaksanaan pembelajaran hanya tiga kali seminggu. Sedangkan untuk pengelola disarankan sebaiknya menambahkan sumber belajar yang sesuai dengan kurikulum terbaru dan sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.