SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PELATIHAN HIPNOSIS DI WIRATAMA TRAINING CENTER INDONESIA

ida salamah

Abstrak


ABSTRAK

 

Salamah, Ida.2017.Motivasi Peserta Didik dalam Pelatihan Hipnosis di Wiratama Training Center Indonesia, di Nganjuk. Skripsis, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Nurhadi, M.Pd., (II) Edi Widianto, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, pelatihan hipnosis, WTCI

Pelatihan hipnosis merupakan salah satu pelatihan yang betujuan untuk mengembangkan dan memajukan teknologi pikiran untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Di Indonesia hipnosis memiliki citra negatif karena beberapa orang menyalahgunakan ilmu hipnosis untuk tindak kejahatan, namun dibalik itu sebenarnya hipnosis memiliki banyak manfaat positif untuk membantu manusia dalam berbagai bidang sehingga menarik minat masyarakat untuk mempelajari ilmu hipnosis. Dibalik minat masyarakat terhadap pelatihan hipnosis terdapat motivasi yang mendorong mereka untuk mengikuti pelatihan. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai motivasi belajar peserta didik.

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan motivasi peserta didik dalam pelatihan hipnosis di Wiratama Training Center Indonesia Nganjuk. Motivasi peserta didik tersebut dibagi menjadi dua aspek yaitu motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) dan motivasi dari luar diri (ekstrinsik).

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di kantor Wiratama Training Center Indonesia pada januari 2017, sumber datanya yaitu peserta didik, alumni dan narasumber pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini ada tiga tahapan pengolahan data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verfikasi data, pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.

Berdasarkan hasil analisis data mendapatkan kesimpulan yaitu: pertama,motivasi instrinsik yaitu faktor persepsi yang buruk tentang hipnosis tidak mempengaruhi motivasi peserta didik, minat mempelajari ilmu hipnosis yang berdasarkan tujuan, harapan adanya perubahan, manfaat yang dapat dirasakan langsung, dan dampak yang positif yang akan membawa perubahan. Kedua,yaitu sosialisasi lembaga tentang mafaat dan yang didapatkan dalam pelatihan hipnosis, adanya rekomendasikeluarga dan teman, manfaat hipnosis yang dapat meningkatkan kulitas diri dalam berbagai bidang profesi, lingkungan belajar nyaman dan narasumber yang interaktif, peserta didik tidak keberatan dengan biaya pelatihan yang mahal, dan kemitraan WTCI dengan IBH (The Indonesian Board of Hypnotherapy) yang memberikan sertifikat resmi bertaraf nasional dan jaminan keanggotaan IBH.

Penulis menyarankan adanya penelitian dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang motivasi belajar peserta didik dalam pelatihan hipnosis, pengelola WTCI hendaknya memperbaiki kualitas administrasi,ruang pelatihan, dan struktur organisasilembaga, serta instruktur dapat lebih memotivasi peserta didik dengan penerapan hypnomotivation dan lebih memperpanjang waktu praktik penerapan hipnosis daripada pemberian materinya.