SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Peran Orangtua Dalam Memfasilitasi Alat Permainan Edukatif dengan Perkembangan Motorik Anak di Kelompok Bermain (KB) Kelurahan Lowokwaru Kota Malang

Dyah Wahyu Anita

Abstrak


ABSTRAK

 

Anita, Dyah Wahyu. 2017. Hubungan Peran Orangtua Dalam Memfasilitasi Alat Permainan Edukatif dengan Perkembangan Motorik Anak di Kelompok Bermain (KB) Kelurahan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Mutadzakir, M.Pd. (II) Edi Widianto, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: peran orangtua, alat permainan edukatif, perkembangan motorik

 

Perkembangan motorik anak merupakan salah satu dari sekian aspek perkembangan yang dapat dipengaruhi dari faktor fisik, lingkungan dan kemauan anak dalam melakukan serangkaian kegiatan. Usia 2 sampai 4 tahun adalah waktu yang sesuai untuk mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Pengoptimalan perkembangan motorik anak dilakukan baik guru maupun orangtua. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan peran orangtua dalam memfasilitasi alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik anak di Kelompok Bermain (KB) Kelurahan Lowokwaru Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasi sederhana. Pengumpulan data berupa angket untuk orangtua, pedoman observasi tentang capaian perkembangan motorik anak untuk guru. Kegiatan analisis dimulai dengan melakukan uji coba di PAUD dan TPQ Suropati Bululawang dengan jumlah 30 responden. Setelah uji coba, angket dibagikan kepada sampel penelitian yaitu KB Nada, POS PAUD Mentari dan KB Nur Madinah.

Berdasarkan analisis, diperoleh34 responden dari jumlah total 40, memfasilitasi alat permainan edukatif di rumah. Alat permainan yang paling banyak tersedia di rumah adalah bola berjumlah 82%. Hasil perkembangan motorik kasar anak, 80% anak mampu melakukan gerakan melempar, sedangkan perkembangan motorik halus 62% anak mampu memasukkan benda kecil ke dalam botol. Hasil perhitungan dengan rumus Rho Spearman didapatkan hasil r hitung sebesar 0,760. Nilai r tabel dengan jumlah responden 40 adalah 0,313. Artinya r hitung lebih besar dari pada r tabel(r hitung > r tabel).Hasil analisis dari dua variabel, menyatakan bahwa terdapat hubungan antara peran orangtua dalam memfasilitasi alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik anak. Orangtua yang banyak memfasilitasi berbagai jenis alat permainan di rumah ada hubungannya dengan perkembangan motorik anak.

Saran bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian berikut dengan menggunakan variabel maupun lokasi yang berbeda, untuk memperluas konsep tentang hubungan peran orangtua dalam memfasilitasi anak. Bagi pendidik, diharapkan dalam pengoptimalan perkembangan motorik bukan hanya sebatas menulis dan berolahraga, bisa melalui cooking class, memindahkan bola ke dalam botol. Bagi orangtua, diharapkan lebih memfasilitasi alat permainan untuk anak terlebih untuk permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak, seperti lego, balok, dan kertas origami.

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Anita, Dyah Wahyu. 2017. The Correlation Between Parents Role in Learning Game for Kids with the Developing Children’s Motoric in Play Group Lowokwaru Malang. Thesis, Department of Nonformal Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Ahmad Mutadzakir, M.Pd. (II) Edi Widianto, S.Pd., M.Pd.

 

Keywords: parent role, learning game for kids, developing children’s motoric

 

The developing children’s motoric is one of many aspects of developing that can be influenced from physical factors, environment and child's willingness in activities. The age of 2 to 4 years is an appropriate time to optimize the children’s motoric developing. Optimization of motoric both teachers and parents. This study aims to find the correlation between parent role in learning game for kids with the developing of children's motoric in the Play Group Lowokwaru Malang.

This research uses quantitative research method with simple correlation design. Collecting data in the form of a questionnaire for parents, guidelines for observation of achievement of motoric developing of children for teachers. The analysis activity started by conducting trials in PAUD and TPQ Suropati Bululawang with 30 respondents. After the trial, the questionnaire was distributed to the research sample of KB Nada, POS PAUD Mentari and KB Nur Madinah.

Based on the analysis, 34 respondents from total of 40, facilitating learning game for kids at home. The most available learning game at home is the ball totaling 82%. Result of rough developing children motoric, 80% of children able to do throwing movement, whereas 62% fine motor able to insert small object into bottle. The result of calculation with rho spearman formula got result r count equal to 0,760. The r value of the table with the number of respondents 40 is 0.313. It means r count is bigger than r table (r count> r table). The results of the analysis of two variables, states that there is a correlation between the parents role in learning educational games for kids with child motor developing. Parents who facilitate many different types in home equipment have something to do with child's motor developing.

Suggestions for future researchers, are expected to develop the following research using different variables and locations, to expand the concept of correlation bertween parents role in facilitating children. For educators, is expected in the optimization of motoric developing not only to writing and exercising, can be through cooking class, move the ball into the bottle. For parents, it is expected to further facilitate the learning game for children especially for games that can optimize the fine motor developing of children, such as lego, balok, and origami.