SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGELOLAAN KEGIATAN ORIENTASI LAPANGAN PADA PELATIHAN PENDAMPING FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA ANGKATAN XIII (Studi Kasus di Puskesmas Balongsari Kota Surabaya)

Zelviana Hani Prartiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratiwi,Zelviana, Hani. 2017. Pengelolaan Kegiatan Orientasi Lapangan pada Pelatihan Pendamping Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Angkatan XIII (Studi Kasus di Puskesmas Balongsari Kota Surabaya). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luas Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr M. Ishaq, M.Pd., (II) Dr. Umi Dayati, M.Pd.,

 

Kata Kunci:Pelatihan dan Kunjungan Lapangan

 

Sistem pendidikan dan pelatihan adalah upaya untuk meningkatkan, mengembangkan dan membentuk pegawai melalui upaya pendidikan dan pelatihan baik berupa diklat berjenjang, diklat kursus, diklat fungsional, dan diklat operasional yang banyak diterapkan oleh suatu organisasi dalam rangka meningkatkan kemampuan kerja karyawan dalam menghadap aktivitasnya, yang diupayakan dapat meningkatkan pelayanan masyarakatnya. Untuk itu dalam pengembangan kinerja di bidang kesehatan, Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pelatihan kesehatan masyarakat (Latkesmas) Murnajati bertugas untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang kesehatan professional. Salah satu pelatihan tersebut adalah pelatihan pendamping fasilitas kesehatan tingkat pertama yang diikuti oleh 39 peserta dengan latar belakang sarjana. Dalam pembelajaran orang dewasa, melibatkan langsung peserta dalam pembelajaran dan memberikan pembelajaran melalui praktik lebih efektif dilaksanakan dan hal tersebut sesuai dengan metode pembelajaran kunjungan lapangan yang pada pelatihan pendamping fasilitas kesehatan pertama disebut dengan kegiatan orientasi lapangan.

Fokus dalam penelitian ini adalah pengelolaan kegiatan orientasi lapangan pada pelatihan pendamping fasilitas kesehatan tingkat pertama di puskesmas Balongsari Kota Surabaya. Tujuan penelitian in secara umum adalah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan pengelolaan persiapan kegiatan orientasi lapangan, dan (2) mendeskripsikan pengelolaan pelaksanaan kegiatan orientasi lapangan. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

            Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama Kegiatan orientasi lapangan merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang menerapkan metode kunjungan pada suatu puskesmas yang telah terakreditasi dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Perencanaan yang dilakukan dalam persiapan kegiatan orientasi lapangan adalah menentukan tujuan orientasi lapangan, keikutsertaan dalam perencanaan, pemilihan tempat tujuan, pengaturan pihak organisasi yang akan dikunjungi, pengaturan waktu, pengaturan transportasi dan konsumsi, bahan dan pelengkap, dan pembentukan kepanitiaan.

            Kedua, untuk dapat menciptakan suatu pelaksanaan kegiatan orientasi lapangan yang efektif adalah dengan melakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah pengenalan, menjaga minat kelompok,mempertahankan partisipasi, pengaturan untuk kenyamanan fisik, mengakhiri kunjungan lapangan, dan tindak lanjut dan evaluasi.

            Saran dalam penelitian ini yang pertama bagi penyelenggara pelatihan adalah memperkuat perencanaan kegiatan orientasi lapangan dengan melibatkan salah satu peserta pelatihan yang dianggap paling aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dan yang kedua bagi pengendali diklat adalah memperkuat keakraban dengan peserta pelatihan dengan mengajak salah satu peserta dalam merundingkan pemilihan lokasi orientasi lapangan.