SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perubahan Sosial dalam Wisata Teksas Wonocolo Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro)

Achmad Mustopa Sugiono

Abstrak


ABSTRAK

Mustopa S, Achmad. 2016. “Perubahan Sosial dalam Wisata Teksas Wonocolo Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro)”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hardika, M.Pd, (II) Dr. Zulkarnain Nasution, M.Pd.

Kata Kunci: Perubahan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Wisata Teksas Wonocolo.

Wisata Teksas Wonocolo adalah sebuah wisata minyak dan gas sebagai bentuk program pemberdayaan yang diberikan oleh pertamina yang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro serta aparatur desa Wonocolo. Dalam kurun waktu terakhir ini, peneliti menyadari penelitian yang membahas wisata minyak dan gas masih belum ada. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai program Wisata Migas.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perubahan sosial yang terjadi dengan adanya program Wisata Teksas Wonocolo sebagai pemberdayaan masyarakat.di desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen orang, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik trianggulasi, dengan analisis spiral menurut Cresswell.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat Wonocolo mengalami perubahan aktivitas di bidang pekerjaan yaitu penjual, dan  kerja sama masyarakat tidak mengalami perubahan dengan adanya Wisata Teksas Wonocolo, serta organisasi atau kelembagaan masyarakat dapat di katakana tidak berfungsi. Selain itu perubahan sosial yang terjadi dapat dinyatakan  bahwa perubahan sosial dalam bentuk lambat, kecil, direncanakan, dan terbilang suatu inovasi dalam faktor penyebab perubahan sosial, serta lapisan masyarakat terbuka sebagai faktor pendorong.   

Saran yang dapat diberikan oleh  peneliti adalah pemberdayaan harus berfokus pada masyarakat sehingga dalam perubahan sosial khususnya lingkup sosial mengenai interaksi masyarakat, kerja sama, dan kelembagaan masyarakat akan benar-benar berfungsi  dan tujuan  pemberdayaan akan tercapai  secara maksimal.