SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Outbound untuk Pengembangan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Pertiwi DWP SETDA Kabupaten Trenggalek.

Hendra Fredy Asmara

Abstrak


ABSTRAK

 

Asmara, Hendra Fredy. 2013. Pembelajaran Outbound untuk Pengembangan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Pertiwi DWP SETDA Kabupaten Trenggalek. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A., Dosen Pembimbing (II) Drs. Lasi Purwito, M.S.

 

Kata kunci: pembelajaran outbound, pengembangan aspek sosial emosional anak usia dini.

 

Permasalahan sosial emosional anak terlihat pada keengganan bersosialisasi dengan teman sebaya akibat kebiasaan bermain sendiri dengan alat permainan canggih di era kemajuan teknologi dan kurangnya pengarahan orang tua. Oleh karena itu, pembelajaran outbound difungsikan sebagai upaya preventif terhadap gejala-gejala yang menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; alasan penggunaan pembelajaran outbound, pelaksanaan pembelajaran outbound, serta dampak pembelajaran outbound terhadap perkembangan aspek sosial emosional anak usia dini.

Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di TK Pertiwi DWP SETDA Kabupaten Trenggalek. Informan kunci penelitian ini antara lain: (1) Kepala Sekolah, (2) koordinator outbound, (3) koordinator kelas A, dan (4) koordinator kelas B. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan triangulasi teknik dilakukan untuk memperkuat keabsahan data.

Temuan penelitian ini adalah: (1) alasan penggunaan pembelajaran outbound; untuk menciptakan suasana belajar sambil bermain, melatih keberanian, ketangkasan, kognitif, dan kekompakan anak dalam bekerjasama, (2) pelaksanaan pembelajaran outbound; dilaksanaan di halaman TK, pos 1, 2, 3, 4, dan 7 permainan individu, sedangkan pos 4 dan 5 permainan kelompok diakhiri dengan refleksi kegiatan, (3) dampak pembelajaran outbound terhadap perkembangan sosial emosional anak; permasalahan anak cenderung pendiam, kurang berinteraksi, dan pasif, bentuk perkembangan meliputi kerjasama saling membantu, mandiri dan tanggungjawab, berani percaya diri, sportif disiplin.

Saran untuk keperluan teoritis, (1) Jurusan PLS dapat melengkapi kajian sumber dan media; (2) Mahasiswa PLS dapat memperkaya wawasan melalui hasil penelitian; (3) Peneliti lain perlu mengembangkan fungsi outbound untuk aspek lain. Secara praktis, (1) Kepala Sekolah perlu menambah jadwal outbound; (2) Koordinator sebaiknya meningkatkan keahlian melalui diklat instruktur; (3) Koordinator kelas perlu tindak lanjut melalui materi di kelas; dan (5) Orang tua sebaiknya diarahkan kepada kegiatan yang lebih membangun.

 

ABSTRAK

 

Asmara, Hendra Fredy. 2013. Pembelajaran Outbound untuk Pengembangan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Pertiwi DWP SETDA Kabupaten Trenggalek. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A., Dosen Pembimbing (II) Drs. Lasi Purwito, M.S.

 

Kata kunci: pembelajaran outbound, pengembangan aspek sosial emosional anak usia dini.

 

Permasalahan sosial emosional anak terlihat pada keengganan bersosialisasi dengan teman sebaya akibat kebiasaan bermain sendiri dengan alat permainan canggih di era kemajuan teknologi dan kurangnya pengarahan orang tua. Oleh karena itu, pembelajaran outbound difungsikan sebagai upaya preventif terhadap gejala-gejala yang menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; alasan penggunaan pembelajaran outbound, pelaksanaan pembelajaran outbound, serta dampak pembelajaran outbound terhadap perkembangan aspek sosial emosional anak usia dini.

Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di TK Pertiwi DWP SETDA Kabupaten Trenggalek. Informan kunci penelitian ini antara lain: (1) Kepala Sekolah, (2) koordinator outbound, (3) koordinator kelas A, dan (4) koordinator kelas B. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan triangulasi teknik dilakukan untuk memperkuat keabsahan data.

Temuan penelitian ini adalah: (1) alasan penggunaan pembelajaran outbound; untuk menciptakan suasana belajar sambil bermain, melatih keberanian, ketangkasan, kognitif, dan kekompakan anak dalam bekerjasama, (2) pelaksanaan pembelajaran outbound; dilaksanaan di halaman TK, pos 1, 2, 3, 4, dan 7 permainan individu, sedangkan pos 4 dan 5 permainan kelompok diakhiri dengan refleksi kegiatan, (3) dampak pembelajaran outbound terhadap perkembangan sosial emosional anak; permasalahan anak cenderung pendiam, kurang berinteraksi, dan pasif, bentuk perkembangan meliputi kerjasama saling membantu, mandiri dan tanggungjawab, berani percaya diri, sportif disiplin.

Saran untuk keperluan teoritis, (1) Jurusan PLS dapat melengkapi kajian sumber dan media; (2) Mahasiswa PLS dapat memperkaya wawasan melalui hasil penelitian; (3) Peneliti lain perlu mengembangkan fungsi outbound untuk aspek lain. Secara praktis, (1) Kepala Sekolah perlu menambah jadwal outbound; (2) Koordinator sebaiknya meningkatkan keahlian melalui diklat instruktur; (3) Koordinator kelas perlu tindak lanjut melalui materi di kelas; dan (5) Orang tua sebaiknya diarahkan kepada kegiatan yang lebih membangun.