SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Finger Painting Pada Sentra Seni Kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

FIVTINA SHENDI RESTU

Abstrak


ABSTRAK

 

 

 

Restu, Fivtina Shendi. 2009. Pembelajaran Finger Painting Pada Sentra Seni Kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari, Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Ellyn Sugeng Desyanty, S.Pd., M.Pd

 

Kata kunci: Pembelajaran, Finger Painting, Anak Usia Dini

 

Banyak para ahli yang mengadakan penelitian tentang perkembangan jiwa, kemampuan dalam berfikir, kreativitas, serta ketrampilan yang melibatkan daya imajinasi anak. Apabila semua kemampuan yang dimiliki anak dikembangkan sebagaimana mestinya, maka akan berguna bagi kehidupan anak selanjutnya. Dalam karya seni, anak akan mengungkapkan daya cipta dan ketrampilan yang dimilikinya dengan menggunakan berbagai macam alat dan media. Salah satu bentuk aplikasi lain dalam menggambar yang menjadi trend saat ini adalah finger painting. Finger painting merupakan suatu gerakan motoris yang global bagi anak, seluruh badan seakan-seakan ikut terlibat melakukan gerakan itu. Pembelajaran finger painting di PAUD diarahkan pada pengembangan kreativitas dan ketrampilan anak serta pembentukan kepribadian anak sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan karakter anak.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran finger painting pada sentra seni kreativitas di PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari, Malang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan narasi/cerita.

 Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tujuan pembelajaran finger painting (a) Sebagai sarana untuk melatih keberanian anak dalam menggambar, dalam menuangkan imajinasinya (b) Sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dasar yang meliputi daya cipta, bahasa, daya pikir, ketrampilan, dan jasmani anak, (2) Metode pembelajaran finger painting, guru saling membantu dan bekerjasama. Semua metode dilaksanakan secara lebih sederhana, menarik, dan mudah dimengerti anak, (3) Media pembelajaran finger painting, menggunakan sarana yang ada di PAUD, yaitu bahan hasil pabrik dan alam, bahan-bahan sederhana, yang berupa bahan alam atau limbah yang dapat digunakan anak-anak untuk berkarya seni, (4) Proses evaluasi finger painting dilakukan pada hari itu juga, saat pembelajaran usai guru mengadakan pengecekan dan pengamatan terhadap hasil aktivitas yang dikerjakan, serta memberikan nilai pada buku gambar.

Saran yang diberikan: (1) Bagi Lembaga PAUD Kemala Bhayangkari 9 Singosari Malang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas media pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah dikembangkan, khususnya pada sentra seni kreativitas, (2) Bagi Jurusan PLS, diharapkan dapat memperbanyak literatur tentang pengelolaan PAUD berkenaan dengan sentra pada umumnya, dan sentra seni kreativitas khususnya, serta menambah keilmuan tentang praktek pembelajaran pada sentra-sentra tersebut, (3)Bagi Peneliti Selanjutnya, dapat mengkaji kembali model, pemanfaatan dan bentuk media finger painting tersebut dan mengembangkan lebih spesifik lagi media pembelajarannya.