SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Output Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Sebagai Upaya Pemberdayaan Kelompok Belajar Keaksaraan Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing Kota Malang

Gasti Ratnawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Ratnawati, Gasti. 2012. Output Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Sebagai Upaya Pemberdayaan Kelompok Belajar Keaksaraan Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Zulkarnain, M. Pd, (II) Drs. Lasi Purwito, M. S.

 

Kata Kunci: Output, Keaksaraan Usaha Mandiri, Pemberdayaan Kelompok Belajar Keaksaraan

 

Membicarakan mengenai pendidikan nonformal, tidak terlepas dari Unit Pelaksana Teknis Sanggar Kegiatan Belajar (UPT SKB). Salah satu UPT SKB yang aktif adalah SKB Kota Malang. Salah satu program yang telah diselenggarakan adalah KUM. Program KUM merupakan upaya pencegahan buta aksara kembali, karena kelompok yang telah melek aksara perlu diintensifkan, agar tidak buta aksara kembali. Materi berfokus pada pengembangan pengetahuan, keterampilan fungsional, dan kemampuan mengelola potensi untuk meningkatkan kualitas hidup. Kelompok belajar menunjukkan keaktifan saat pelatihan dilakukan. Dari keaktifan tersebut belum diketahui output program. Fokus penelitian adalah bagaimana output program KUM sebagai upaya pemberdayaan kelompok belajar keaksaraan.

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti mendeskripsikan atau menggambarkan dengan kata-kata secara sistematis dan akurat mengenai fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikumpulkan, kemudian mereduksi data, dilanjutkan penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti dan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penyelenggaraan program KUM terdapat tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Tahap perencanaan yang dilakukan adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan proposal atau dokumen perencanaan sebagai acuan penyelenggaraan program. Tahap pelaksanaan, SKB bekerjasama dengan Aisyiyah menyelenggarakan pertemuan rutin dan pelatihan keterampilan tata boga. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui tes untuk mengetahui dan memantau kemajuan peserta didik. Output program terhadap keterampilan beraksara adalah peserta didik dapat menuliskan kata serapan dengan pengejaan huruf yang benar, peserta didik memahami cara menghitung satuan massa, dan pengetahuan peserta didik bertambah. Output program KUM terhadap peningkatan perekonomian adalah perekonomian peserta didik tidak meningkat secara langsung karena peserta didik belum menerapkan sebagai pekerjaan utama, kegiatan produksi kue basah dilakukan dalam skala kecil. Kendala yang dihadapi untuk memproduksi secara besar adalah pemasaran kepada konsumen secara langsung yang sulit, modal yang diberikan belum mampu untuk dipergunakan sebagai biaya produksi, alat-alat yang dimiliki belum memadai karena peserta didik belum berani membeli peralatan tersebut dengan harga yang cukup mahal, dan biaya yang dikeluarkan tidak seimbang dengan harga jual. Penyelenggara dan fasilitator berusaha membantu, misalnya memesan kue jika ada acara pengajian, dijual ke teman-teman, dan di konsumsi sendiri. Fasilitator mencarikan tempat untuk pemasaran, namun belum diterima dengan berbagai alasan.

Saran untuk SKB Kota Malang adalah peran atau partisipasi SKB dalam penyelenggaraan program KUM masih  kurang sehingga perlu ditingkatkan. Bagi jurusan PLS, dapat mempergunakan penelitian ini sebagai suatu bahan evaluasi program pendidikan nonformal yang akan dibuat. Bagi peneliti lanjutan, disarankan untuk meneliti mengenai efektivitas atau faktor-faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan program KUM atau program pemberdayaan masyarakat lain.