SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan APE dan Pendapat Orang Tua dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak di PAUD Tunas Harapan Karangduren Pakisaji Malang

Ratna Widyastutik

Abstrak


ABSTRAK

 

Widyastutik, Ratna. Pemanfaatan APE dan Pendapat Orang Tua dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak di PAUD Tunas Harapan Karangduren Pakisaji Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. M. A. Prawoto M, Pd., (II) Drs. Urib Urbiyanto M, S.

 

Kata Kunci : pemanfaatan APE, pendapat orang tua, kemampuan motorik anak usia dini

 

APE (Alat Permainan Edukatif) merupakan salah satu alat penunjang dalam kegiatan belajar mengajar yang bersifat mendidik khususnya bagi peserta didik PAUD. Dalam pembelajaran di PAUD Tunas Harapan menggunakan metode Sentra Lingkaran (Selling), yang menekankan pada pembelajaran sentra dan lingkaran. Di dalam pembelajaran ini guru tidak bisa lepas dari penggunaan APE dalam membantu proses kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan jenis-jenis APE yang dapat digunakan dalam membantu perkembangan motorik anak usia dini dalam pembelajaran dan pemanfaatan APE serta pendapat orang tua mengenai seberapa tingkat perkembangan kemampuan motorik anak di PAUD Tunas Harapan.

Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Dengan mengambil populasi sebanyak 30 yang terdiri dari orang tua anak usia dini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah editing, coding, tabulasi dan persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa APE yang digunakan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus sudah sesuai dengan penggunaanya. Dengan rincian perkembangan kemampuan motorik halus menurut pendapat orang tua yaitu (1) yang termasuk dalam kategori sangat baik yaitu memegang kertas dengan satu tangan dengan persentase (85%), menyusun menara/balok 3-7 balok dengan persentase (75,8%), makan sendiri dengan sendok dengan persentase (83,3%), (2) yang termasuk dalam kategori baik yaitu mempergunakan gerakan-gerakan jemari saat selama permainan jari dengan persentase (71,7%), membedakan 5 jenis benda melalui perabaan dengan persentase (57,5%), menuang (biji-bijian, air) tanpa tumpah dengan persentase (61,7%), memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari dengan persentase (61,7%), menggunting sembarang dengan persentase (74,2%), menjiplak gambar kotak persentase (61,7%), membuat garis lurus, vertikal dan melengkung dengan persentase (54,2%), (3) yang termasuk dalam kategori kurang baik yaitu melipat kertas mengikuti garis dengan persentase (52,5%), menulis beberapa huruf dengan persentase (51,7%). Sedangkan rincian kemampuan motorik kasarnya yaitu (1) yang termasuk dalam kategori sangat baik yaitu berjalan dengan persentase (90,8%), naik turun tangga dengan persentase (81,25%), menirukan gaya binatang dengan persentase (87,5%), menendang, melempar, menangkap bola dengan persentase (81,3%), melompat dengan satu kaki bergantian dengan persentase (84,4%), mendorong, menarik mainan beroda dengan persentase (88,3%), bersalto atau berguling ke depan dengan persentase (85% ), (2) yang termasuk dalam kategori baik yaitu memanjat dengan persentase (61,7%), berlari dengan stabil dengan persentase (70%), merayap dan merangkak lurus ke depan dengan persentase (61,7%), melompat ke depan dengan dua kaki dengan persentase (75%), (3) yang termasuk dalam kategori kurang baik yaitu berjalan di atas papan titian dengan persentase (51,7%), melompat ke belakang dengan persentase (53,3%), berjingkat dengan persentase 55% sehingga termasuk kategori kurang baik.

Penggunaan APE dalam proses kegiatan belajar dapat membantu dalam perkembangan anak khususnya perkembangan motorik anak usia dini di PAUD Tunas Harapan, perkembangan motorik anak menurut pendapat orang tua masing-masing peserta didik pada umumnya adalah baik. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya seluruh indikator kemampuan motorik anak usia dini, baik motorik kasar ataupun motorik halus perkembangannya masuk dalam kategori baik. Namun tidak semua perkembangan anak sama antara satu dengan yang lain. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan : (1) bagi orang tua sebagai pendidik yang pertama dan paling utama dalam perkembangan anak khususnya perkembangan kemampuan motorik anak. Terutama bagi orang tua yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman, supaya tidak enggan untuk menambah pengetahuan tentang PAUD terkait dengan pemanfaatan APE dalam mengembangkan kemampuan motorik anak. (2) bagi PAUD Tunas Harapan dengan adanya penelitian ini dalam keterkaitannya dengan perkembangan motorik anak baik motorik kasar maupun motorik halus dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi agar pemanfaatan APE dalam mengembangkan kemampuan motorik anak menjadi sangat baik, (3) bagi jurusan PLS FIP UM dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam kajian PAUD kaitannya dengan pemanfaatan APE dalam mengembangkan kemampuan motorik anak baik motorik kasar maupun motorik halus, (4) bagi peneliti lanjut disarankan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini, serta disarankan menggunakan metode penelitian kualitatif.