SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Sekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Kader POSYANDU dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) (Studi Kasus Di Desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang).

Anita Rima Silvia

Abstrak


ABSTRAK

 

Silvia, Anita Rima. 2011. Peran Kader POSYANDU dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) (Studi Kasus Di Desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang). Skripsi Jurusan pendidikan luar Sekolah FIP UM. Pembimbing (I) Drs. Sucipto, M.S (II) Drs. Suripan, M.si

 

Kata kunci: Peran, Kader, POSYANDU, Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

 

Posyandu merupakan suatu program yang dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) dalam upaya penggembangan sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Posyandu memiliki banyak program diantaranya pelayanan gizi dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pendidikan bagi masyarakat sebagai salah satu bentuk dari penggembangan masyarakat. Posyandu juga dapat disebut sebagai satuan pendidikan non formal di mana posyandu juga merupakan kelompok belajar dalam masyarakat, kelompok belajar tersebut dapat terjadi pada saat kegiatan posyandu berlangsung, kader posyandu disebut sebagai fasilitator dan anggota posyandu sebagai peserta didik, fasilitaor  berfungsi sebagai pemberi motivator, pentugas penyuluhan, dan pelayanan kesehatan.

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kader posyandu melaksanakan perananya dalam usaha perbaikan gizi keluarga di Desa Tambak Asri Kec. Sumbermanjing Wetan Kab. Malang. Dan mengetahui uasaha-usaha apa yang telah dilakukan oleh para anggota posyandu dalam usaha memperbaiki gizi dalam keluarganya. Sumber data penelitian adalah 11 kader posyandu dan 64 anggota posyandu yang terdapat di dua kelompok  posyandu. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuisioner.

Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus satu situs dimana bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat penelitian dilakukan dan untuk memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Demikian pula Winarno Surakhmad (dalam Febrianti,2006:42) mengemukakan bahwa "studi kasus memusatkan perhatian pada satu orang, satu lembaga, satu keluarga, satu desa, ataupun satu kelompok manusia dan kelompok obyek lain-lain yang cukup terbatas, yang dipandang sebagai kesatuan"

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa fungsi peran kader posyandu dalam melaksanakan kegiataannya, peran kader sebagai motivator meliputi tugas-tugas yang dilakukan oleh kader posyandu antara lain: a). Mengerakkan masyarakat untuk menghadiri dan ikut serta dalam kegiatan  Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), b). Memberikan materi tentang informasi tentang pemanfaatkan pakarangan untuk meningkatkan gizi keluarga pada saat kegiatan POSYANDU berlangsung, c). Memberikan informasi seputar kesehatan dan menanamkan perilaku-perilaku yang mendukung perbaikan gizi keluarga, d). Memberikan materi tentang perawatan dini bagi ibu baru melahirkan dan bayi baru lahir, e). Memberikan kritik, teguran, dan pujian pada anggota POSYANDU yang dapat memenuhi target maupun yang tidak, f). Menberikan informasi kepada anggota POSYANDU tentang hari buka POSYANDU, g). Menyediakan sarana dan prasarana dalam kegiatan POSYANDU. Selanjutnya peran kader posyandu sebagai petugas penyuluhan, meliputi tugas-tugas yang dilakuakn oleh kader posyandu antara lain: a). Menjelaskan materi tentang konsep perawatan dini bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, b). Memberikan atau menyampaikan informasi tentang pemanfaatan pakarangan rumah, c). Memberikan pengarahan kepada balita yang mengalami permasalahan, d). Memeriksa dan memberikan pengarahan kepada rumah-rumah yang tidak layak huni, e). Memberikan materi dan mempraktekkan prilaku-prilaku yang mendukung dalam perbaikan gizi keluarga, f). Melakukan kunjungan rumah terhadap bayi-bayi yang belum mendapatkan imunisasi, g). Memberikan pelatihan Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK), h). Melakukan kunjungan rumah dalam kegiatan JUMANTIK. Dan yang terakhir adalah peran kader posyandu sebagai pelayanan kesehatan, meliputi tugas-tugas yang dilakuakn oleh kader posyandu antara lain: a). Memberikan informasi-informasi tentang imunisasi dan pemberian vitamin bagi anak, b). Melakukan pendaftaran kepada para anggota POSYANDU, c). Melakukan pencatatan tentang perkembangan BALITA, d). Melakukan pengisian kepada buku kesehatan ibu dan anak tentang perkembangan BALITA, e). Melakukan penimbangan pada BALITA, f). Melakukan pendataan ulang anggota POSYANDU, g). Pemberian kapsul vitamin kepada para anggota POSYANDU, h). Penyuntikan imunisasi kepada anggota pada saat hari buka POSYANDU, i). Menilai tentang kualitas kader sebagai pemberi materi pada anggota POSYANDU.  Berdasarkan hasil penelitian dapat pula disimpulkan bahwa Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) di Desa Tambakasri Kec. Sumbermanjing Kab. Malang kegiatan yang dilakukan oleh para anggota antara lain: a). Pemenuhan kebutuhan kalori sehari-hari, b). Pemenuhan kebutuhan protein sehari-hari, c). Pemenuhan kebutuhan vitamin sehari-hari, d). Pemenuhan kebutuhan mineral sehari-hari

Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah: a). Dari hasil penelitian tentang peranan kader Posyandu dalam UPGK yang berfungsi sebagai motivator, petugas penyuluhan, dan petugas pelayanan kesehatan di Tambak Asri Kec. Sumbermanjing Wetan Kab. Malang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengembangkan dan menjalankan perananya sebagai kader Posyandu, b). Sebagai kader Posyandu yang bertugas memberikan informasi-informasi kepada masyarakat diharapkan lebih meningkatkan sumber daya yang telah dimilikinya agar menjadi kader Posyandu yang berkualitas dan profesional. c). Untuk lebih meningkatkan pelayanan dan pelaksanaan kegiatan Posyandu, maka sangat diperlukan peranan secara aktif dari masyarakat dan kader untuk memperlancar kegiatan pelaksanaan kegiatan posyandu.