SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi Kota Batu (Studi Multi Situs di SDN Mojoreo 1 dan SDN Punten 1)

Dian Novieta Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

Gerakan literasi sekolah merupakan suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara, dan memaknai informasi yang didapat sehingga dapat digunakan dalam memecahkan masalah yang didapat, serta membangun karakter yang berbudi pekerti luhur dengan melibatkan peran serta warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode  wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :

1) Pelaksanaan gerakan literasi sekolah anak berkebutuhan khusus di SDN Mojorejo 1 dan SDN Punten 1 memiliki program yang sama, tahapan pelaksanaan berbeda, dan sesuai prinsip.

2) Kendala yang dihadapi sekolah yaitu kesadaran untuk mau membaca, kemampuan membaca yang rendah, kemampuan peserta didik yang berbeda, kurangnya buku yang sesuai dan kurangnya stategi, metode dan media yang dapat digunakan guru.

3) Upaya yang dilakukan sekolah dalam menghadapi kendala yaitu memberikan pelatihan - pelatihan, monev Kepala Sekolah, untuk peserta didik berkebutuhan yaitu mengingatkan peserta didik, melatih bercerita atau tanya jawab, pendamping, penggunaan streategi, metode, dan media yang lebih bervariasi.

4) Hasil pelaksanaan gerakan literasi pada tiap sekolah adalah meningkatnya kesadaran peserta didik untuk membaca, meningkatnya kemampuan membaca meski tidak signifikan.

Kata Kunci: Iklusi, GerakanLiterasi

ABSTRACT

The school literacy movement is an activity or effort carried out by schools to improve the ability to read, write, count, speak, and interpret the information obtained so that it can be used in solving problems that are obtained, as well as building characters who are noble with the participation of school members. This study uses a qualitative method using interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that:

1) The implementation of the school literacy movement of children with special needs at SDN Mojorejo 1 and Punten 1 SDN has the same program, different stages of implementation, and according to principle.

2) Constraints faced by schools are awareness of willingness to read, low reading ability, ability of different students, lack of appropriate books and lack of strategies, methods and media that can be used by teachers.

3) Efforts carried out by the school in facing obstacles, namely providing training - training, Principal monev, for students with needs that are reminding students, practicing storytelling or question and answer, companion, use of streategi, methods, and media that are more varied.

4) The results of the implementation of the literacy movement in each school are the increased awareness of students to read, increased reading ability even though it is not significant.

Keyword: Iklusi, GerakanLiterasi