SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE FONETIK PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS V DI SLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C LAWANG

HIDAYATI NURI

Abstrak


RINGKASAN

Hidayati, Nuri. 2019. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Metode Fonetik pada Siswa Tunagrahita Kelas V di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sudarsini M.Pd, (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP

 

Kata kunci : tunagrahita, membaca permulaan, metode fonetik

Anak tunagrahita memiliki kecerdasan dibawah rata-rata, namun masih memiliki kemampuan yang dapat dikembangan diantaranya, kemampuan akademik membaca, menulis dan berhitung. Anak tunagrahita mengalami berbagai kesalahan dalam membaca, diantaranya salah dalam melafalkan huruf, penghilangan huruf, penyelipan huruf, penggantian huruf dan salah dalam mengucapkan kata. Metode fonetik memiliki keunggulan anak tidak menghafal huruf dan metode ini menggunakan gambar yang menarik perhatian anak.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan

(1) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasioanl Bag. C Lawang sebelum menggunakan metode fonetik

(2) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasional Bag. C Lawang sesudah menggunakan metode fonetik

(3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode fonetik untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasional Bag. C Lawang.

Metode penelitian yang digunakan ialah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Analisis menggunakan visual grafik. Subjek penelitian berjumlah 1 orang siswa laki-laki

Hasil dari penelitian pengaruh metode fonetik pada kemampuan membaca permulaan siswa mengalami peningkatan. Pada hasil penilaian dan perhitungan data pada fase baseline 1 memiliki rata-rata sebesar 63,75-68,75. Sementara peningkatan terjadi pada fase intervensi yaitu dengan rata-rata berkisar antara 72,5-78,75. Sementara itu pada fase baseline 2 anak juga mengalami peningkatan dengan memperoleh rata-rata berkisar antara 76,24-80. Presentase overlap pada penelitian ini menunjukkan hasil 0% yang berarti bahwa intervensi yaitu metode fonetik memiliki pengaruh yang positif terhadap kemampuan membaca permulaan mengenal huruf siswa tunagrahita.

 

Simpulan dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh metode fonetik terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tungarahita kelas V Penelitian ini sekiranya dapat dijadikan sebagai masukan pertimbangan untuk para pendidik untuk menggunakan metode fonetik dalam proses pembelajaran di sekolah.