SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI MAKAN MELALUI MEDIA VIDEO UNTUK ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SDLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C MALANG

SAFITRI DIAN ANGGRENI

Abstrak


ABSTRAK

Safitri, Dian Anggreni. 2019 Peningkatan Kemampuan Bina Diri Makan Melalui Media Video Untuk Anak Tunagrahita Kelas IV di Sdlb Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Skripsi, Jurusan pendidikan luar biasa, fakultas ilmu pendidikan, universitas negeri malang. Pembimbing (1) Drs. Abdul Huda M.Pd, (2) dr.Agung Kurniawan, M.Kes

 

Kata Kunci: Media video, Bina diri, Tunagrahita

Tunagrahita adalah anak yang mempunyai kemampuannintelektual di bawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasannintelegensi dan ketidakcakapan dalam interaksi sosial. Namun mereka dapat dilatih untuk mengurusi dirinya sendiri serta dapat melakukan fungsi sosial kemasyarakatan menurut kemampuannya. Penelitian ini menggunakan video animasi sebagai media pembelajarannya, agar saat siswa menontonya menjadi lebih bersemangat dan menyenangkan. Pada media video ini berisi tentang tata cara makan yang baik dan benar.

Penelitian ini bertujuan untuk:

(1) mendeskripsikan bagaimana kemampuan makan siswa tunagrahita saat fase baseline1 (A1),

(2) mendeskripsikan kemampuan makan siswa tunagrahita saat fase intervensi (B),

(3) mendeskripsikan bagaimana kemampuan makan siswa tunagrahita siswa tunagrahita saat fase baseline2 (A2),

(4) menganalisis efektifan media video dalam meningkatkan kemampuan bina diri makan siswa tunagrahita.

Metode penelitian yang digunakan adalah Pendekatan kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode Eksperimen subjek tunggal atau lebih di kenal dengan istilah “Single Subject Research (SSR)”. Desain yang digunakan adalah desain A-B-A. subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas IV SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi berbentuk task analysis. Data analisis yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan baseline

1 cendrung rendah yaitu antara 57,4% sampai 58,9%, kemampuan bina diri siswa tunagrahita fase intervensi (B) cenderung lebih tinggi dari baseline 1dengan nilai  rentang 76,47% sampai 89,70%, sementara baseline

2 lebih rendang dari intervensi (B) namun lebih tinggi dari baseline 1 yaitu dengan rentang nilai 82,35% sampai 86,76%. Presentase overlap pada penelitian ini menunjukan hasil 0% yang artinya bahwa intervensi dengan menggunakan media video memiliki pengaruh baik dalam peningkatan kemampuan bina diri makan anak tunagrahita.

 

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan kemampuan bina diri makan anak tunagrahita kelas IV. dengan demikian guru diharapkan dapat menggunakan hasil dari penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bina diri diri agar siswa dapat meningkatkan kemampuan pengembangan dirinya.