SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI PROGRAM VOKASIONAL SISWA TUNAGRAHITA DI SMALB MALANG

MUFIDDAH ROCHMA KHOLISOTUM

Abstrak


RINGKASAN

Mufiddah Rochma Kholisotum, 2019. Implementasi Program Vokasional Siswa Tunagrahita di SMALB Malang. Skipsi, Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (II) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd. M, Kes (II) Dr. Sulthoni, M.Pd.

 

Kata Kunci: Tunagrahita, Program Vokasional

Tunagrahita merupakan sebutan bagi anak yang memiliki keterbelakangan mental. Anak tunagrahita mengalami hambatan dalam aspek inteletual, memiliki masalah perilaku adaptif dan juga masalah perkembangan, hambatan tersebut yang menjadikan anak tunagrahita harus memiliki kompetensi dalam bidang vokasional agar dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan adanya program vokasional siswa tunagrahita akan memberikan layanan pendidikan bagi siswa tunagrahita.

Tujuan dari penelitian ini meliputi:

(1) mendeskripsikan rancangan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang

(2) mendeskripsikan pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang

(3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang

(4) mendeskripsikan solusi untuk memecahkan kendala dalam pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang

(5) mendeskripsikan tindak lanjut sekolah dalam program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar BiasaMalang.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selain itu metode analisis berupa reduksi  data yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstakan sera transformasi data secara kasar yang muncul di lapangan secara terus menerus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

(1) rancangan program mengacu pada kurikulum

(2) pelaksanaan yang ada dilapangan tidak selalu sama dengan rancangan yang telah dibuat

(3) kendala yang paling utama adalah siswa yang memiliki kemampuan terbatas

(4) solusi yang diberikan adalah dengan mengulang pembelajaran

(5) tindak lanjut sekolah adalah mengusahakan agar siswa mampu terjun di dunia kerja.

 

Saran terhadap sekolah agar mampu memberikan fasilitas sebaik mungkin dalam program vokasional, guru juga harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidang vokasional agar dapat memberikan ilmu yang maksimal kepada siswa.